Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 163


__ADS_3

Malam hari saat semua tim medis sedang ingin beristirahat, di kejutkan dengan kedatangan seorang pria secara tiba-tiba di tempat peristirahatan mereka.


"Pak Ramon?" Ujar salah satu tim medis wanita yang baru saja ingin menutup pintu rumah karena mereka akan beristirahat selama seharian penuh di disibukkan dengan berbagai kegiatan.


Tanpa membalas ucapan wanita itu Ramon masuk begitu saja melewati nya .


" Apa semua sudah kembali?" Tanya Ramon saat berada di dalam rumah,ia berdiri di ruang tamu yang berukuran kecil yang sudah kosong karena semua penghuni rumah itu sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat.


"Semua sudah ada di dalam kamar pak." Jawab wanita itu sambil menutup pintu dan berjslan ke arah


Ramon berdiri.


"Dan dokter Vio ?" Ramon menelisik setiap pintu kamar yang tertutup di sekitar nya.


"Dokter Vio?" Perawat wanita itu mengerutkan kedua alisnya karena merasa bingung akan pertanyaan nya Ramon yang mencari Vio.


"Maksudku dokter Vio dan dokter lainnya apa juga sudah pulang?" Ramon yang tersadar akan ucapannya tadi mengalihkan perhatiannya pada sebuah bingkai foto yang terpajang di sebuah dinding ruangan itu.


"Oh ..dokter Vio masih di klinik, dia masih bertugas malam ini,besok pagi baru pulang pak." Jelas perawat itu sambil menutup mulutnya yang menguap karena menahan kantuk menggunakan kedua telapak tangannya.


"Oh... baiklah, beristirahat lah aku akan ke penginapan dulu." Pamit Ramon sembari beranjak dari ruang tamu menuju pintu utama.


"Baiklah pak,hati-hati." Perawat itu pun mengantarkan Ramon keluar menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan rumah tempat mereka menginap.


"Kita cari penginapan saja dulu." Ucap Ramon pada sopirnya saat mereka sedang dalam perjalanan dari rumah tempat para tim medisny tinggal.


"Tapi pak,di desa terpencil seperti ini mana ada penginapan yang ada itu hanya rumah warga saja pak." Jelas sang sopir sambil menyetir mobil berkeliling desa.


" Jadi maksudmu di sekitar sini tidak ada penginapan begitu?'" Tanya Ramon untuk memastikan pendengarannya tadi.


"Tidak ada pak." Jawab sang sopir yakin.

__ADS_1


"Kenapa Rendi tidak mengatakannya padaku." Lirih Ramon menahan kesal karena Rendi tidak menginformasikan keadaan desa yang akan di tuju nya ini.


"Tapi kita bisa ke rumah kepala desa pak , mungkin saja ada salah satu rumah warga yang bisa di sewa pak." Ujar sang sopir memberi saran.


"Kamu mengenal kepala desa di sini." Kenal pak,beberapa hari yang lalu saya juga mengantar seorang dokter pria ke rumah kepala desa pak."


"Baiklah antar kan saya ke sana."


Mobil pun melaju ke arah rumah kepala desa itu,,,,,. Tak menunggu lama mereka pun tiba di rumah kepala desa, mobil berhenti tepat di depan rumah kepala desa yang terlihat sederhana.


Sopir itu turun duluan dan berlari kecil menuju pintu rumah sang kepala desa yang sudah terlihat begitu sepi bagaimana tidak ini sudah begitu larut malam .


Tok...tik...si sopir mengetuk pintu rumah itu berkali-kali tapi belum ada sama sekali tanggapan dari tuan rumah,hingga akhirnya membuat sang sopir memutar tubuhnya untuk kembali ke mobil dimana Ramon menunggu di dalam mobil. Namun baru saja melangkah menuruni anak tangga terdengar suara seseorang membuka pintu dari dalam dan membuat sang sopir pun menghentikan langkahnya .


"Siapa ya." Tanya kepala desa setelah membuka pintu rumahnya.


Si sopir yang mendengar suara tuan rumah pun membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pintu di mana sang tuan rumah berdiri di depan sambil mengucek - ngucek matanya menandakan sang tuan rumah baru saja terbangun dari tidurnya.


Kepala desa itu pun melirik ke arah ke arah di mana sebuah mobil berwarna hitam sedan terparkir di depan rumahnya dan melihat seorang pria sedang duduk di dalam mobil di bagian belakang.


"Tuan itu dari kota pak,dia mencari penginapan untuk menginap malam ini di desa ini,di adalah pemilik rumah sakit dimana tim medisnya bertugas di desa ini." Jelas di sopir sembari menatap ke arah yang sama dengan sang pemilik rumah.


"Jadi pria itu adalah atasan para dokter dan perawat itu?" Tanya kepala desa itu lagi untuk meyakinkan pendengarannya.


"Iya pak,dia baru saja tiba dan sedang mencari penginapan ."


"Ya sudah, suruh masuk dulu ke rah kasian sudah larut begini dia pasti sangat lelah." Suruh kepala desa itu kepada si sopir, dan tanpa mengatakan apa pun lagi sang sopir pun beranjak menuju mobilnya dimana Ramon sedari tadi menunggunya di dalam mobil sambil memejamkan matanya.


Tok...tik...di sopir itu pun mengetuk kaca mobil dan seketika Ramon tersentak dari tidurnya saat mendengar suara ketukan dari luar .


"Bagaimana?"Tanya Ramon setelah menurunkan kaca mobil.

__ADS_1


"Keluarlah pak,anda di tunggu pak kepala desa di dalam."Ujar si sopir itu.


Ramon membuka pintu mobil lalu keluar dan berjalan masuk kedalam rumah kepala desa dan di ikuti sang sopir di belakang.


"Selamat malam pak,maaf mengganggu waktu istirahat anda." Ucap Ramon saat sudah berada di teras pemilik rumah.


"Tidak apa-apa pak,mari masuk." Kepala desa itu pun mempersilahkan Ramon masuk ke rumahnya bersama sang sopir.


"Kalau boleh tahu bapak ini darimana dan mau kemana?" Tanya kepala desa saat mereka duduk di ruang tamu yang berukuran kecil itu.


"Saya Ramon pak dari Jakarta,saya desa ini untuk melihat kegiatan apa saja yang di lakukan oleh tim medis yang di kirim rumah sakit saya untuk membantu warga di sini." Jelas Ramon pelan tapi tegas.


"Wah suatu kehormatan bagi kami karena anda telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa kami yang terpencil ini." Ucap sang kepala desa dengan penuh haru karena kini desa yang di pimpinnya telah di datangi oleh orang - orang hebat itu.


"Begini pak kata bapak ini tadi." kepala desa itu menunjuk sang sopir yang duduk di hadapannya dan Ramon. " Katanya anda mencari penginapan tapi maaf pak di desa ini tidak ada penginapan,kalau anda tidak keberatan anda bisa menginap di rumah saya ini tapi ya seperti ini keadaannya tidak mewah."


"Iya pak,sebaiknya anda menginap saja malam ini di rumah pak kades."Ucap sang sopir menimpali.


"Baiklah pak,saya sangat berterimakasih karena anda sudah mau menerima saya di rumah anda."


"Itu bukan masalah pak,kebetulan di rumah ini juga ada dokter Farhan tapi dia sedang bertugas di klinik malam ini,anda bisa menggunakan kamarnya untuk tidur."


"Tidak apa-apa pak,jika saya tidur di kamar orang lain?" Tanya Ramon tidak enak hati.


"Tidak apa-apa,dokter Farhan itu sangat baik dia tidak akan masalah jika kamarnya di tempati orang lain."


"Baiklah jika bapak mengisinkan."


"Mari say antar pak." Kepala desa itu pun beranjak dan di ikuti oleh Ramon sedang kan si sopir masih duduk di tempatnya menatap kepergian pemilik rumah dan Ramon yang berjalan menuju kamar yang berada di ruang tengah.


ak

__ADS_1


"


__ADS_2