Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 79


__ADS_3

"Ngapain kamu mencari Delia?" Tanya Ramon lalu melanjutkan langkahnya,Rey dan Dion pun mengikuti langkah Ramon, mereka berjalan menuju ruang kerja Ramon dengan saling diam dengan pikiran masing-masing.


" Dimana Delia?" Tanya Rey lagi saat mereka sudah berada di ruangan Ramon dan duduk di sofa.


"Sudah tidak di sini lagi." Jawab Ramon santai.


Rey dan Dion saling bertatapan sejenak lalu keduanya menatap ke arah Ramon yang sedang duduk dan menatap ke arah mereka juga.


"Jangan bercanda kamu, katakan cepat aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi." Ucap Rey dengan sorot mata tajam memandang ke arah Ramon.


"Aku serius,Delia sudah meninggalkan negara ini,ini baru saja aku mengantar nya ke bandara."


Rey terkulai lemas mendengar penuturan Ramon,ia semakin di hantui rasa bersalah.


"Aku menghubungi mu berkali-kali saat Delia memutuskan untuk menandatangani surat perceraian kalian,aku tidak menyangka ternyata kamu mengajukan gugatan cerai padanya di saat dia benar-benar berada dalam masa tersulit dalam hidupnya, keterlaluan kamu ." Ujar Ramon dengan suara sedikit meninggi ia benar-benar begitu kecewa pada sahabatnya itu.


"Aku akan menjelaskan segalanya tapi nanti,aku ingin bertemu Delia dulu." Ucap Rey lemas


Ramon menghela nafas berat,jika saja ia tahu Rey akan menemui Delia dia pasti akan menunda keberangkatan mereka dulu.


"Delia ke Jerman,adiknya koma aku yang menyarankan nya untuk membawa Vio ke Jerman disana segala peralatan untuk menyembuhkan nya lebih memadai.Kamu tidak tahu bagaimana Delia melewati semua kesulitan nya sendirian.aku sudah berusaha membujuknya untuk menerima bantuanku untuk membiayai pengobatan Vio tapi dia menolak dia lebih memilih menandatangani surat perceraian kalian dan mengambil cek pemberian mu,aku sangat kecewa padamu,teganya kamu membiarkan nya hidup dalam kesulitan seorang diri ,rumahnya habis terbakar,ibunya meninggal dalam kebakaran itu,lalu ayahnya pun menyusul Karna seseorang memasukkan racun melalui slang infusnya, sekarang adiknya koma, kemungkinan hidup hanya lima puluh persen,kita tidak tahu kapan dia akan sadar atau dia akan koma selamanya.Aku selalu menunggumu untuk datang menjenguk atau sekedar melihat keadaannya tapi sampai hari ini kamu tak juga menemuinya.Tidak ada sandaran untuknya melepas segala beban nya,hanya adik laki-lakinya tempatnya melepas lelah tapi tidak ada tempat untuk ya berkeluh kesah atau sekedar berbagi cerita." Ramon bercerita dengan pandangan menatap sebuah jam yang menempel di dinding,hatinya keluh tak bisa dia bayangkan jika dirinya berada di posisi Delia di terpa musibah bertubi-tubi tapi tak sedikitpun dirinya mengeluh.

__ADS_1


Sedangkan Rey dan Dion yamg mendengar cerita Ramon semakin di liputi rasa bersalah dan penyesalan,Rey menyalakan dirinya sendiri kenapa dia begitu mempercayai cerita ayahnya begitu saja tanpa mencari tahu dulu kebenarannya,Rey pun menatap ke arah Dion yang juga di liputi kesedihan bahkan tanpa Dion sadari air matanya sudah menetes.


"Delia terpaksa menandatangani perceraian itu Karna di desak oleh keadaan,dari luar dia terlihat seperti wanita yang kuat padahal dia sangat lemah sebenarnya, hanya sekali aku melihat nya begitu lemah saat dia memberi kan aku dokumen itu,hatinya menolak tapi keadaan nya memaksa." Lanjut Ramon lagi sambil membayangkan saat Delia memberikan dokumen perceraian mereka.


"Lalu dia sendiri disana?" Tanya Rey begitu lemah, hatinya benar-benar kalut saat ini.


"Tidak, ada orang-orang ku yang menjemput nya disana dan juga mereka akan tinggal di apartemen ku selama mereka tinggal di Jerman."


Rey bernafas lega mendengar bahwa Delia dan adik-adiknya akan hidup dengan layak disana.


"Aku akan menyusul nya,kesana tapi aku akan menyelesaikan semua masalah ini." Ujar Rey .


Rey pun berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Dion yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja.


"Terimakasih sudah menjaga mereka,aku tidak akan lupa kebaikan mu ini." Ujar Rey pada Ramon,ia begitu bersyukur karen Delia dan keluarganya bertemu dengan Ramon.


Ramon hanya mengangguk pelan, sedang kan Rey dan Dion berjalan meninggalkan Ramon di ruangan nya .


"Selidiki semua masalah ini,aku ingin memastikan jika mereka pelakunya." Ujar Rey saat mereka berjalan di lorong-lorong rumah sakit.


"Semua sudah saya selidiki bos,dan bisa di pastikan semua ini adalah campur tangan ayah Mona tapi ayah anda tidak tahu masalah ini."

__ADS_1


"Papa tahu atau tidak tapi mereka bekerja sama,urus mereka aku akan ke Jerman,setelah bertemu dengan Delia kita bereskan mereka." Rey sudah begitu sangat kecewa dan marah kepada keluarganya .


Tak ada lagi obrolan di antara mereka sampai mereka berada di parkiran,Rey membuka pintu mobil bagian belakang tanpa menunggu Dion membuka kan untuknya, sedangkan Dion langsung menyusul masuk di bagian depan samping sopir saat dia melihat bosnya itu sudah berada di dalam mobil.Mobil pun melaju meninggalkan rumah sakit.


Prang.....prang ...prang....Suara benda yang saling bersahutan Karna di lemparkan oleh Mona ke sembarang arah.Dirinya kini benar-benar sudah kehilangan Rey, sedangkan ayah Mona hanya terduduk diam melihat tingkah gila putrinya itu,dan ibu Mona hanya mampu menangis tersedu Karna putrinya kini sudah hampir kehilangan kewarasannya.


"Aku tidak terima semua ini,aku ingin Rey kembali,aku hanya ingin Rey ." Jerit frustasi Mona , keadaan nya sungguh sangat kacau ,rambut indahnya kini seperti rambut orang gila tak beraturan dan kusut,sedangkan wajahnya begitu sembab Karna menangis terus menerus.


Plaaaaakkkkk


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah sembab Mona.


"Berhenti menangisi pria brengsek itu Daddy yang akan memberikan perhitungan padanya." Ucap ayah Mona dengan penuh penekanan,ia sudah tidak peduli lagi akan kebahagiaan putrinya kali ini dia harus melenyapkan Rey juga Karna Rey sudah mengetahui semua kebenaran nya.


"Daddy..." Mona begitu syok sambil memegang sebelah pipinya bekas tamparan ayahnya.


"Jangan menyakiti Rey dad,aku tidak ingin Rey terluka sedikitpun,lebih baik wanita murahan itu, lenyapkan saja dia aku sangat membencinya,dia telah merusak kebahagiaan ku, menghancurkan semua impianku dad." Ujar Mona dengan di iringi tangisan , ibu Mona yang melihat kerapuhan pada putrinya itu mendekapnya kedalam pelukannya,memberikan ketenangan dan kenyamanan.


"Daddy akan melakukan semua keinginan mu sayang, percayalah serahkan semuanya pada Daddy." Bujuk ibu Mona menenangkan sambil melirik ke arah suaminya untuk memberikan kode,ayah Mona yang paham akan kode yang di berikan istrinya itu lalu mengangguk pelan .


"Daddy akan melakukan semua keinginan mu,dan semua akan terjadi seperti yang kamu inginkan." Ucap ayah Mona ,padahal jauh di dalam hatinya ia hanya akan melenyapkan Rey dan rencana itu akan terjadi jika Delia berada di tangannya untuk memancing Rey agar Rey bersedia melakukan apa pun yang di perintahkan nya,begitu lah rencana ayah Mona,tapi dia tidak tahu siapa Rey yang sebenarnya,dia pikir Rey hanyalah pengusaha sukses tapi buta akan kekerasan dan kelicikan,padahal kelompok mafia Rey begitu di takuti di negeri ini.

__ADS_1


__ADS_2