Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 57


__ADS_3

Rey yang melihat Delia kesulitan untuk berdiri dengan sigap melepas selimutnya dan melangkah mendekati Delua yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.


"acchchchh...'" Teriak Delia sambil menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya saat melihat Rey yang berdiri di depan tanpa memakai sehelai benang pun.


"Kenapa menutup matamu,bukankah kamu sudah merasakannya,hemm." Goda Rey yamg membuat wajah Delai seketika berubah jadi memerah karna malu dan juga tegang karna suaminya dengan tak tahu malunya berdiri di depannya dengan bertelanjang.


"Auuuu....."Delia di kagetkan oleh tindakan Rey yang tiba -tiba tubuhnya sudah berada dalam gendongan suaminya itu,ya Rey mengangkat tubuh Delia yang di balut dengan selimut itu untuk menuju kamar mandi,Delia hanya diam dan menatap wajah suaminya itu dengan lekat sambil melingkarkan kedua tangannya pada leher Rey.


Rey mendudukkan Delia di atas closet duduk,lalu berjalan menuju bathtub lalu mengisi dengan air hangat serta aroterapi untuk merilekskan tubuh mereka yang kelelahan akibat pertempuran semalam,setelah dirasa cukup Rey kembali ke tempat Delia dan bersiap untuk menggendong istrinya itu .


"Aku bisa sendiri." Cegah Delia saat Rey sudah ingin mengangkat dirinya.


Rey lalu menatap Delia,yang membuat nyali Delia seketika menciut.


"Jangan membantah." Ucap Rey.


"Kamu mau apa?" Tanya Delia dengan sedikit panik karna Rey akan membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya itu.


Delia semakin mempererat pegangan nya agar selimutnya tidak terlepas,dengan seringai licik Rey semakin menarik selimut Delia yang akhirnya membuat mereka saling tarik menarik.


Setelah puas saling tarik-menarik yang di tentunya di menangkan oleh Rey,Delia dengan pasrah dan terpaksa menurut keinginan Rey yag juga ikut berendam bersamanya yang tentu saja mandi yang harusnya selesai tiga puluh menit harus berakhir lebih dari satu jam karna Delia lagi-lagi kembali melayani hasrat suaminya itu .


Setelah selesai dengan aktivitas nya keduanya kini duduk di ruang tengah sambil menonton layar televisi.


"Kamu tidak masuk kerja?" Tanya Delia karna sekarang sudah pukul sepuluh pagi , sedang kan Rey masih terlihat santai dengan baju kaos dan celana pendek rumahan.


"Tidak hari ini aku mengambil cuti,aku ingin menghabiskan waktu bersama mu." Jawab Rey sambil berbaring dan meletakkan kepalanya di pangkuan Delia.


"Maaf ..." Ucap Rey sambil mengecup jemari Delia lalu mengusapnya dengan lembut .


Delia menunduk kan kepala menatap Rey bingung.


"Karna Mona telah mempermalukan mu di depan umum karna diriku dan menuduh mu yang tidak-tidak semua karna ku."Jelas Delia yang paham kebingungan Delia.

__ADS_1


"Apa karna masalah itu kamu mengambil cuti?" Tanya Rey pasalnya hari ini Delia mengambil cuti selama sebulan penuh.


Delia mengangguk lalu menggeleng yang membuat Rey jadi gemas melihatnya.


" Jadi mana yang benar ia atau tidak."


"Salah satunya seperti itu,tapi ada alasan yang lebih utama." Ucap Delia sambil mengelus kepala Rey dengan lembut yang membuat Rey merasa nyaman dan tenang.


"Apa itu?"


"Aku akan ke desa untuk bertemu keluarga ku,ayah sedang sakit."


"Baiklah ,kalau begitu aku juga akan ikut."


"Untuk apa?"


Rey bangun dari dudukny dan bersandar pada sandaran sofa lalu menatap istrinya yang juga menatapnya.


" Tentu saja untuk bertemu dengan mertuaku dan memperkenalkan diriku,kami kan belum pernah bertemu."


"Tenang saja semua akan di tangani oleh Dion."


Delia lalu mengangguk dan Rey kembali merebahkan tubuhnya di pangkuan Delia.


...****************...


"Ini tuan buktinya,dan beberapa dokumen yang menguatkan bahwa benar gadis itu adalah putri nya Satria ." Ucap orang suruhan ayah Rey yang berhasil mengumpulkan informasi dan bukti akan keberadaan Satria orang yang selama ini di carinya akhirnya menemui titik terang.


Ayah Delia mengambil map berwarna coklat itu lalu membukanya,dan wajah seketika berubah jadi tegang dan begitu terkejut dengan beberapa foto dan dokumen yang di lihatnya.


"Apa ini benar,tidak ada kekeliruan?" Tanya ayah Rey sambil menatap orang suruhannya yang berdiri di depannya,ia masih belum bisa percaya jika benar gadis itu adalah putri Satria.


"Benar tuan,semua sudah terbukti." Jawab orang suruhannya dengan mantap dan yakin seratus persen bahwa informasi dan bukti yang ia bawah itu falid.

__ADS_1


"Hhhhmmmm..." Ayah Rey mengangguk -angguk sambil mengelus dagunya yang di tumbuhi bulu-bulu kecil.


"Baiklah,kerja yang bagus dan ini bonus untukmu karna sudah bekerja keras." Lanjut ayah Rey lagi sambil melemparkan amplop coklat yang tebal berisi uang.


Orang suruhannya itu lalu menangkap amplop itu dengan senyum bahagia .


"Terimakasih,tuan." Ucap orang suruhan nya lalu beranjak meninggalkan ayah Rey yang duduk di kursi kebesaran nya dengan senyum kemenangan dan penuh arti.


" Semua akan berjalan sesuai keinginan mu." Ucap ayah Rey saat ia menelfon seseorang.


...----------------...


Hari ini Rey melajukan mobilnya ke arah kediaman kedua orangtuanya,setelah berbulan-bulan tidak menemui mereka akhirnya Rey memutuskan untuk membicarakan hubungan nya dengan Delia dan mengatakan status saat ini,ia cukup gugup menghadapi orang tuanya,karna pastinya ayah nya akan murka jika mendengar kejujuran Rey,karna selama ini Rey selalu mengikuti keinginan ayahnya tanpa bisa menolak atau membantahnya.


Rey menghentikan mobilnya di halaman rumah mewah milik orang tuanya,dengan sedikit canggung dan gugup Rey menarik nafas pelan lalu membuka pintu mobilnya, sejenak ia menatap bangunan mewah itu, tempat dimana dirinya menghabiskan masa kecilnya hingga dewasa, tempat ternyamannya dan tempatnya untuk kembali.


Dengan lamgkah gontai Rey berjalan menuju pintu utama, jantungnya berdebar begitu cepat,seakan dirinya akan menghadapi sidang dengan kasus berat,ia sudah siap menghadapi kemurkaan ayahnya,tapi ibunya wanita yang menyayangi nya begitu tulus,wanita yang telah membesarkan dirinya dengan oenuh kasih sayang sanggupkah Rey menghadapi kekecewaan wanita yang sangat berarti bagi Rey.


Ting...tong...Rey memencet bel rumahnya dan tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang telah mengabdikan dirinya selama berpuluh tahun itu membukakan pintu untuknya.


"Den Rey ..." Sapa mbok yu,setelah berbulan-bulan akhirnya dia melihat majikan mudanya itu.


Rey mengangguk lalu tersenyum menatap Mbok Yu.


" Eee..maaf den,mbok sampe lupa,silahkan masuk den ." Ucap mbok Yu mempersilahkan Rey masuk ,ia lalu menggeser tubuhnya untuk memberi jalan pada Rey.


Rey melangkah masuk kerumah,di tatapnya rumah tempat tinggalnya ini dengan seksama,tidak ada yang berubah semua masih sama saat dia meninggal kan rumah ini selama berbulan-bulan.


" Hoooo... akhirnya putraku ini mengingatkan orang tuanya juga,papa pikir kamu sudah lupa kslsu masih punya keluarga." Seru ayah Rey turun dari tangga menyapa putranya itu dengan sindiran, sementara Rey hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ayah Rey berjalan mendekati Rey yang berdiri di ruang tamu.


"Rey...sayang .." Sapa ibu Rey yang menyusul suaminya dari atas,a juga turun dari lantai satu untuk menemui putranya,yang sudah begitu lama tak ia temui,ia sangat merindukan putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"Ma...pa.." Sapa Rey saat ia sudah bertatapan dengan kedua orang tua nya.


__ADS_2