Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Operasi


__ADS_3

Pintu ruang UGD terbuka,ketiga orang yang berada di luar menoleh bersamaan saat pintu di buka dan terlihatlah Rosa dengan beberapa perawat yang mendorongnya menggunakan brankar.Melihat Rosa yang tak sadarkan diri nyonya Sukma segera berlari ke arah brankar tempat Rosa terbaring,hatinya begitu terpukul melihat sang cucu tercinta yang terbaring tak berdaya,kembli lagi air mata itu jatuh begitu saja.Rey dan tuan Handoko mengikuti dari belakang dengan raut wajah yang dingin dan datar namun di balik itu tersimpan kesedihan yang mendalam melihat Rosa yang terbaring lemah.Kedua pria beda generasi itu berjalan berdampingan tanpa ada yang bersuara keduanya masih di selimuti rasa syok yang mendalam.Setelah tiba di ruang operasi brankar Rosa di bawa masuk."Maaf nyonya anda tunggulah di sini pasien akan segera di operasi dokter sedang menuju kemari."ucap salah satu suster yang mendorong Rosa.


"Tapi....saya harus menemani cucu saya,dia sendirian didalam."mohon nyonya Sukma pada suster dia tidak ingin meninggalkan cucunya seorang diri di dalam.Melihat perdebatan antara suster dan Ibunya, Rey segera menghampiri sang ibu sambil menggenggam tangannya."Ma...tunggulah dokter akan melakukan yang terbaik untuk Rosa kita."bujuk Rey pada sang ibu.


"Tapi Rosa sendirian Rey,mama tidak bisa meninggalkannya sendirian,dia membutuhkan mama."


"Iya ma,tapi biarkan dokter melakukan tugas mereka kita tunggu saja di sini,kalau mama masuk itu akan mengganggu kinerja dokter."sambung tuan Handoko memberi pengertian pada sang istri.

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat beberapa dokter termasuk dokter Delia berjalan menuju ruang operasi.Rey dan kedua orang tua nya melihat beberapa dokter menuju ruang operasi tempat mereka menunggu Rosa."Lakukan yang terbaik untuk cucuku."Ucap tuan Handoko pada semua dokter yang berdiri di hadapannya."Kami akan berusaha yang terbaik,tuan." balas dokter Farhan mewakili dokter lainnya,dokter Farhan adalah dokter bedah senior terbaik di rumah sakit Pratama Group."Baiklah,doakan yang terbaik dan operasi ini berjalan dengan lancar."Sambungnya lagi sambil memegang pundak tuan Handoko dan berlalu meninggalkan tuan Handoko menuju ruang operasi yang di ikuti para dokter lainnya termasuk Delia.


Rey begitu gelisah menunggu jalannya operasi,dia terus bolak balik seperti setrikaan,melihat putranya seperti itu tuan Handoko menghampirinya."Tenanglah Rey,kamu duduk saja dulu papa pusing melihat mu mondar mandir seperti ini." kekeh tuan Handoko.Rey memalingkan wajahnya menghadap ke tuan Handoko sambil membuang nafas kasar Rey beranjak menuju kursi tunggu di depan ruang operasi.


Sementara itu satu jam operasi berajalan namun,belum ada tanda-tanda akan selesai dan itu membuat orang menunggu di luar semakin khawatir.


"Bagaimana dok,apa semua baik-baik saja." tanya nyonya Sukma pada dokter Farhan saat dokter Farhan baru saja keluar dari ruang operasi.Dokter Farhan yang di tanya menghela nafas sambil tersenyum."Semua berjalan dengan baik,tapi saat ini pasien masih belum sadarkan diri karna masih terpengaruh obat bius."jawab dokter Farhan

__ADS_1


"Apa kami boleh menemuinya dok?"Kali ini tuan Ha doko yang bertanya.


"Tentu saja,tapi pasien harus di pindahkan lebih dulu ke ruang perawatan,dan selanjutnya akan di tangani dokter anak ter baik kami".bersamaan itu Delia juga baru saja keluar dari ruang operasi dan berdiri di samping dokter Farhan sambil mengangguk dan tersenyum.Dokter Farhan menoleh ke arah Delia lalu tersenyum kemudian kembali menatap tuan Handoko,Rey dan nyonya Sukma." Perkenalkan ini dokter Delia yang akan merawat pasien selanjutnya,dokter Delia adalah dokter anak terbaik di rumah sakit ini dan akan menangani pasien dengan baik." ujar dokter Farhan pada orang -orang yang ada di hadapannya.Ketiga orang yang ada di hadapannya mengangguk lalu tersenyum.


"Saya percayakan cucu saya pada anda dok,lakukan yang terbaik dia cucu kami satu - satunya."ucap nyonya Sukma pada dokter Delia sambil menggenggam tangan Delia.


"Saya akan berusaha melakukan yang terbaik,nyonya.."Delia menbalas genggaman nyonya Sukma.Sementara Rey hanya diam menyimak pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2