
Ibu Rey berjalan di koridor rumah sakit mencari sang suami yang tadi keluar dengan amarah yang tertahan.
"Pa,apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini?"Ujar ibu Rey saat mendapati suaminya sedang berada di di area parkir rumah sakit sesang bersandar di pintu mobil miliknya,matanya memandang kosong ke arah jalan raya yang terlihat dari dalam area parkir.
Masih diam ,ayah Rey enggang menanggapi ucapan istrinya itu,hatinya masih begitu kesal karna wanita yang telah mendampinginya selama lebih dari tiga puluh tahun itu kini mulai membantah ucapannya.
"Kamu marah padaku?" Lanjut ibu Rey lagi saat dirinya tak mendapat respon apapun dari sang suami,ia lalu menghela nafas panjang kemudian ikut bersandar di kaca mobil di spring suaminya .
"Aku tahu kamu marah karena aku telah membantah ucapanmu,tapi demi Rosa hilangkan ke egoisan mu Pa,Rosa sedang kritis sekarang dan saatnya kita bersatu untuk menyelamatkan Rosa,demi Rosa Pa." Ucap ibu Rey sambil menatap suaminya yang masih memandang ke arah jalan raya.Ayah Rey hanya terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut istrinya itu .
Ayah Rey lalu memutar tubuhnya seketika membuat istrinya itu pun menggeser tubuhnya karna melihat sang suami sedang ingin membuka pintu depan mobil.Saat pintu mobil telah terbuka ayah Rey pun masuk tanpa ada kalimat yang keluar dari mulutnya ,ia hanya menatap wajah istrinya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Ibu Rey hanya mampu terdiam menatap laju mobil yang sudah keluar dari area parkir .
"Tiga puluh tahun kita hidup bersama tapi mengapa baru sekarang aku sulit memahami mu Pa,ap ada sesuatu yang membuat hati mu begitu keras dan membatu?" Gumam ibu Rey sembari menatap dengan penuh rasa kecewa dan sedikit kesal.
"Semua sudah selesai kan?" Tanya Rey pada Ramon saat keduanya masih berada di ruang kerja Ramon ,sedangkan Vio dan Delia berada di kamr Rosa.
"Sudah,tinggal menunggu hasilnya saja." Jawab Ramon.
"Rey lalu beranjak keluar dari ruangan Ramon dan di ikuti oleh Ramon dari belakang,keduanya berjalan beriringan tanpa ada yang memulai pembicaraan.
"Sayang ,ayo pulang." Ajak Rey saat mereka baru sja membuka pintu kamar.
__ADS_1
Deli dan Vio menoleh secara bersamaan saat mendengar ajakan pulang dari Rey.
"Kamu tidak ingin menunggu Rosa siuman dulu,Rey?" Tanya Ramon bingung...ia tak mengira Rey akan bersikap acuh pada keadaan Rosa sekarang,Delia pun berfikiran yang sama dengan Remon karna tak mungkin Rey akan meninggalkan Rosa apalagi keadaan Rosa sedang tidak baik-baik saja.Delia lalu beranjak dari duduknya ,lalu melangkah menghampiri Rey yang berdiri di sudut ruangan dekat jendela kaca.
"Kit tunggu Rosa sebentar mas,apa kamu tidak merindukannya,sudah begitu lama kita tidak bertemu dengannya,sebai......"
"Tidak." Potong Rey cepat,dan jawaban itu membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu pun tersentak kaget,tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut Rey.
"Vio, kamu juga ikut pulang bersama kami." Lanjut Rey lagi.Vio dan Delia dan Ramon saling berpandangan.
"Kenapa kalian hanya diam,ayo." Rey lalu beranjak sambil membuka pintu dan mau tak mau ketig nya pun mengikuti dari belakang.
"Jika kalian masih mempunyai rencana konyol seperti ini lagi sebaiknya urungkan saja rencana konyol kalian itu." Ujar Rey sambil menatap Ramon dan Vio bergantian yang membuat kedua orang itu menunduk.
"Kamu mau ikut atau tinggal di situ." Ujar Rey lagi saat ia sudah berjalan beberapa langkah.
"Aku ikut kalian." Ucap Vio cepat lalu menyusul Rey dan Delia yang sudah berjalan lebih dulu.
Sebelum pergi Vio menatap Ramon sejenak lalu kembali melanjutkan langkahnya menyusul kakak dan kakak iparnya.
"Ayah dan anak ini membuatku bingung saja,sama-sama keras dan tak ada yang mau mengalah." Gumam Ramon sambil menggeleng pelan,ia menatap Vio yang semakin menjauh,namun sesaat kemudian ia berlari kecil mengejar Vio saat ia baru menyadari jika Vio pun ikut bersama Rey.
"Sial....bahkan dia ingin menjauhkan ku dari Vio." Umpat Ramon sambil berlari kecil tanpa mempedulikan tatapan aneh orang -orang yang melihatnya di sepanjang koridor rumah sakit.
__ADS_1
"Vio...."Panggil Ramon sedikit berteriak saat Vio baru saja akan masuk ke dalam mobil. Mendengar namanya di panggil Vio lalu berbalik dan melihat Ramon sedang berlari menghampirinya.
Rey dan Delia pun melihat aksi Ramon itu dari balik kaca mobil.
"Mau kemana kamu?" Tanya Ramon dengan bodohnya,padahal jelas-jelas tadi dia mendengar Rey mengajaknya pulang bersama.
"Mau pulang lah bersama mereka." Tunjuk Vio dengan menatap kursi bagian depan yang di duduki oleh Rey dan Delia.
"Benar-benar Rey itu." Kesal Ramon sambil mengetuk kaca mobil bagian depan tepat di sisi Rey yang sedang duduk dan memperhatikan tingkah Ramon dan Vio dari kaca mobil.
"Keluar." Perintah Ramon sambil terus mengetuk kaca mobil.
Delia dan Rey pun membuka pintu mobil dan keluar
"Kenapa?" Tanya Rey sambil melipat kedua tangannya di dada.
"CJ....kau ini kenapa membawa Vio juga sih?" Ramon menatap Rey dengan kesal karna sahabatnya ini ingin menjauhkannya dari Vio,padahal ia sudah mengatur sengaja membawa Vio ke kota ini selain untuk membantu Vio menyatukan Rey dan orang tuanya ,ia pun ingin lebih dekat dengan Vio lagi karn di Berlin ia tidak bisa leluasa mendekati Vio ,selalu saja ada Revan yang menjadi orang ketiga di antara mereka.
"Apa masalah mu jika Vio ikut denganku,lagian kalian tidak boleh bersama dulu sebelum kamu memintanya baik-baik kepadaku dan Delia. " Tegas Rey,kali ini ia tak ingin membiarkan adik iparnya itu tinggal bersama dengan Ramon apalagi saat ia mendengar jika Vio dan Ramon tiggal di dalam satu atap yang sama walau ada Sophia tapi ituh tidak menjamin jika keduanya tidak akan terjerumus dalam perangkap setan,Rey sudah berjanji untuk menjaga dan melindungi Vio dan Revan.
"Kau ini."
"Sudahlah,jika kamu memang mencintainya Rui aku dan Delia,dan ingat jika kamu ingin menemui ku berlatihlah dulu agar aku bisa luluh menerimamu sebagai adik ipar." Kekeh Rey di ujung kalimatnya sambil masuk kembali kedalam mobil dan di susul oleh Delia dan Vio. Sementara Ramon hanya mampu berdiri terdiam menatap laju mobil yang di kendarai oleh Rey,yang terus melesat ke jalan raya.
__ADS_1
"Dia benar-benar mengerjai ku." Ramon lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit,dan mereka sadari sedari tadi ibu Rey melihat interaksi mereka di area parkir.Ibu Rey lalu berbalik sambil menghapus jejak-jejak air mata di pipinya,namun saat akan berjalan ia di kejutkan dengan seseorang yang berdiri di depannya.