Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 129


__ADS_3

Sampai malam tiba Vio tak kunjung keluar dari kamarnya,sejak kejadian sore tadi membuat dirinya mengurung diri didalam kamar,ia begitu malu untuk bertemu dengan Sophia apalagi saat Ramon mengaku jika dirinya sedang menggoda Ramon membuat Sophia memandang nya seperti wanita murahan,ia dapat melihat tatapan itu di mata Sophia.


Sedangkan Ramon begitu gelisah,ia merasa bersalah atas candaannya sore tadi,apalagi Vio tak keluar dari kamarnya untuk makan malam.


"Ada apa? seperti nya dari tadi aku perhatikan kamu begitu gelisah." Ujar Sophia saat melihat Ramon sedang mondar-mandir di depan pintu kamar Vio.


"Tidak apa-apa,Vio belum makan malam,aku sedikit khawatir dia ada asam lambung." Ucap Ramon lalu berjalan menuju sofa.


"Oh....tadi aku sudah memanggilnya tapi katanya dia tidak lapar." Sophia berjalan mengikuti Ramon yang melangkah menuju sofa.Langkah Rey terhenti saat mendengar knop pintu yang berasal dari kamar Vio sedang di buka,ia lalu memutar tubuhnya menghadap kearah kamar Vio begitupun dengan Sophia.


Mata mereka tertuju ke kamar Vio yang pintunya perlahan di buka dan keluarlah wanita yang sedari tadi membuat nya begitu gelisah.


"Vio...." Gumam Ramon sambil berjalan ke arah Vio yang berada di ambang pintu menatap Ramon dan Sophia yang berdiri tak jauh dari kamarnya.


Vio tersenyum kecil ke arah Sophia tapi memalingkan wajahnya saat di lihat nya Ramon sedang berjalan ke arahnya.


Vio melangkahkan kakinya menuju dapur sebelum Ramon berada di dekatnya.


"Tunggu Vio." Ucap Ramon saat Vio melangkahkan kakinya dan mau tak mau ia menghentikan langkahnya,bukan karena panggilan Ramon tapi tak ingin berdebat dengan Ramon apalagi ia masih begitu kesal pada pria yang sudah berdiri di depannya itu.


"Ayo makan." Ajak Ramon lalu menggenggam tangan Vio dan membawanya menuju meja makan,sedangkan Vio masih terdiam tapi mengikuti langkah Ramon,mulutnya terasa begitu berat untuk di buka.


Sophia yang sejak tadi hanya berdiri diam menyaksikan adegan kedua orang yang ada di depannya itu menatap punggung keduanya dengan tatapan penuh tanda tanya.Sophia menghela nafas berat lalu berjalan menghampiri keduanya yang sudah berada di meja makan.Dari kejauhan Sophia melihat bagaimana tingkah Ramon yang terus berbicara sambil menyendokkan makanan ke piring Vio.Walau tak ada tanggapan sama sekali dari Vio tapi Ramon masih saja mengoceh sendirian.

__ADS_1


"Sophia menarik kursi yang berada di depan Ramon dan Vio,tapi tatapannya tak lepas dari dua orang yang ada di depannya.


"Aku bisa sendiri." Ucap Vio dingin saat Ramon akan menyuapinya.Walau ada rasa kecewa di hati Ramon ia tetap menyunggingkan senyum dan meletakkan sendok di piring Vio yang berisi dengan makanan.


Vio lalu mengambil sendok yang tadi di letakkan oleh Ramon di piringnya dan memasukkannya kedalam mulutnya.Sedangkan Ramon hanya memandang Vio yang sedang makan dan tak menyadari kehadiran Sophia yang sedari tadi terdiam memandang tingkahnya kepada Vio.


"Kamu tidak akan kenyang hanya memandangi nya Mon." Ucap Sophia dan membuat Ramon dan Vio menatap kearahnya, keduanya memang tak menyadari kehadiran Sophia.


Vio yang tadi hendak memasukkan sendok ke mulutnya menghentikan tangannya dan kembali meletakkan sendoknya ke piring,sedangkan Ramon menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia sedikit salah tingkah karna kedapatan memandang Vio.


Sophia tersenyum kecil menatap keduanya dengan ekspresi kebingungan, sedangkan orang yang di tatapnya sejenak saling pandang dan kembali memandang ke arah yang sama,ke arah Sophia yang juga memandang mereka dengan bertopang dagu.Walau ada senyum yang terbit di bibirnya tapi percayalah hatinya begitu bergemuruh ,ada rasa berkecamuk yang timbul di hatinya sebagai seorang wanita dewasa tentu ia paham arti pandangan Ramon pada Vio,sebuah pandangan yang tak biasa yang di tujukan pada Vio.


"Heeeemmmmmm." Dehem Sophia sambil merilekskan hati dan pikirannya.


"Aku sudah makan tadi,kalian makanlah." Ujar Sophia sambil tersenyum tipis,sebuah senyuman yang mungkin sedikit di paksakan.


Ramon hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan kembali menuangkan makanannya ke dalam piring yang sempat tertunda karna memandang Vio.Sementara Vio yang sudah tak berselera lagi kini menghentikan makannya,ia lalu mengambil segelas air yang ada di depannya lalu meminumnya.Setelah itu ia pun beranjak tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Mau kemana kamu?" Tanya Ramon menghentikan makannya,lalu menatap ke arah Vio yang sedang berdiri dari duduknya.


"Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Ramon sambil berdiri.


"Aku sedang tidak ingin bicara." Vio lalu melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan namun langkahnya terhenti saat Ramon dengan cepat menahan tangannya,yang mau tak mau membuat Vio terpaksa tak melanjutkan langkahnya,namun ia sama sekali tak menoleh ke arah Ramon.

__ADS_1


Ramon mengusap wajahnya kasar,entah mengapa ada rasa kesal dan juga menyesal di hatinya,ia kesal karna Vio berubah sikap padanya,dan menyesal karena candaannya pada Vio membuat wanita itu begitu dingin padanya.


Ramon lalu melangkah pelan menghampiri Vio."Tapi aku ingin bicara denganmu." Ucap Ramon dengan nada lembut .


Vio menatap wajah Ramon dengan tatapan tajam, seakan tatapan Vio itu menghujam jantungnya,sebuah tatapan amarah dan kecewa yang di tujukan padanya.


"Maaf...."Ujar Ramon membalas tatapan tajam Vio, tatapan nya begitu lembut dan tulus.Ramon menyesali segala ucapannya yang berlebihan dan mungkin menyakiti hati Vio.


Vio menunduk tak ingin menatap kedua netra Ramon. Sedangkan Sophia yang masih berada di tempatnya,sedari tadi hanya terdiam menyaksikan adegan penuh drama di depannya .Ia memutar bola matanya malas,seakan muak dengan apa yang di lihatnya.


"Kalau kalian masih ingin melanjutkan perdebatan kalian,aku masuk ke kamar saja." Ucap Sophia lalu berdiri dari tempatnya, sedangkan Ramon dan Vio yang sedari tadi hanya sibuk dengan diri mereka sendiri, baru tersadar jika ada orang lain juga di tempat itu.


Vio yang merasa malu dan tak enak hati,lalu menghempaskan tangan Ramon yang sedari tadi menggenggam tangannya,setelah tangan Ramon lepas dari tangannya ia pun pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Ramon yang masih berdiri terpaku dan Sophia yang hendak masuk ke kamarnya pun menghentikan langkahnya.


Vio berjalan cepat menuju kamarnya sebelum Ramon menyadari kepergian nya dan menghentikan nya lagi,ia masih kesal pada pria itu,apalagi sikap Sophia berubah padanya,tak lagi ramah seperti pertama kali mereka bertemu.


Vio menyadari jika Sophia memiliki perasaan lebih pada Ramon dan dia tak ingin merusak hubungan Ramon dan Sophia Karena salah paham akan ucapan Ramon.


Braaaaaakkkkk


Sophia membanting pintu dengan keras dan menyadarkan Ramon dan Sophia dari pikiran mereka masing-masing.


"Siiiiiiitttttt." Umpat Ramon saat menyadari Vio sudah tak ada lagi di hadapannya. Ramon lalu berjalan masuk ke kamarnya dengan rasa kesal di hatinya,bahkan ia tak peduli dengan keberadaan Sophia di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2