
Tak terasa 6 bulan telah berlalu,kini Rey dan Delia sudah berada di bandara untuk kembali ke Indonesia,sedangkan Rosa masih membutuhkan waktu pengobatan di Singapura untuk lebih memulihkan lagi kesehatan nya .
Rey dan Delia duduk berdampingan, sebenarnya Rey ingin memakai jet pribadinya tapi Delia menolak ia ingin menggunakan pesawat komersial saja.
Sedangkan Mona sudah lebih dulu kembali ke Indonesia bersama Boy ,ia dan Boy merencanakan sesuatu,sejak pertemuannya dengan Boy waktu itu,Mona menceritakan hubungan nya dengan Rey, bagaimana Rey memperlakukan nya dan bagaimana Delia mengalihkan Rey padanya,sedangkan Boy yang percaya begitu saja akan ucapan Mona yang tentu saja di selingi kebohongan.
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih dua jam akhirnya Rey dan Delia tiba di Indonesia dengan di jemput oleh Dion sang asisten setia Rey.Rey menggandeng tangan Delia sedangkan satu tangannya menarik kopernya, sedangkan Dion yang ikut di belakang membawa koper Rey,setelah tiba di pintu keluar mobil sudah terparkir tepat di depan mereka,Dion dengan segera berlari kecil membuka pintu untuk bisnya dan juga untuk Delia,setelah memastikan kedua orang itu duduk di mobil,Dion kemudian mengambil koper yang berisi barang-barang milik sang bos Daan memasukkannya ke bagasi mobil,lalu ia pun masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi dan membawanya keluar membelah jalan raya yang begitu ramai.
"Antar aku ke apartemen ku saja." Ucap Delia saat mereka sudah berada di tengah jalan ,Dion dan Rey melirik ke arah Delia kemudian Rey menarik tangan Delia dan menyimpan nya di pangkuannya.
" Dion...." Ucap Rey ,Dion yang namanya di sebut kemudian melirik ke arah Rey melalui kaca depan ia kemudian mengangguk pelan seakan memahami keinginan sang bos.
" Kita mau kemana,ini bukan arah ke apartemen ku?" Tanya Delia terkejut karna arah ke apartemennya tidak melalui jalan yang mereka lalui sekarang.
" Kita akan ke apartemen ku."
"Hachhhh...tidak sebaiknya aku ke apartemen ku saja dulu,aku akan tinggal di sana saja." Tolak Delia akan rencana Rey,ia belum siap untuk tinggal berdua dengan Rey dan dia tidak ingin segalanya akan semakin rumit.
Rey yang mendengar penolakan Delia menatap tajam dan dingin,ia tidak suka di bantah apalagi di tolak,tiba-tiba suasana dalam mobil itu mencekam,Dion yang sedari tadi hanya diam mendengarkan tiba-tiba merasa merinding dan Delia yang di tatap seperti itu nyalinya seketika menciut.
" Baiklah...." Lirih pelan Delia yang masih bisa di dengar oleh Rey,Delia kini pasrah akan keputusan suaminya itu.
Rey tersenyum tipis melihat tingkah Delia yang sedikit takut padanya,namun ia juga bahagia karna perlahan Delia mulai menurut dan tak lagi sering membantahnya.
__ADS_1
Sementara Delia hanya mampu mengeluarkan uneg-uneg nya di dalam hati saja.
" Dasar pemaksa ,arogan dan pemarah...bisa-bisanya aku terlibat dengan orang seperti ini sich,huchhhh.... menyebalkan.Lihat saja Delia kedepannya hidup mu akan di atur oleh pria egois ini." Batin Delia ia tidak mungkin kan mengatakan itu kepada pria yang duduk di sampingnya ini.
" Jangan mengatai ku seperti itu ." Ucap Rey pelan sambil mengelus helaian rambut hitam Delia dengan lembut,entah mengapa ia begitu suka menyentuh rambut Delia.
" Kenapa sich pria ini suka sekali memegang rambutku,apa rambutku ini begitu menarik...membuat jantungku berdebar saja." batin Delia lagi ia tidak punya cukup nyali untuk protes akan kelakuan suaminya itu pada rambutnya .
Baru saja akan membuka mulut,mobil tiba -tiba berhenti di depan sebuah gedung mewah yang menjulang tinggi.Delia terpaksa mengatupkan mulutnya yang tadi sempat terbuka.
"Turunlah.." Ajak Rey sambil membuka pintu mobil, sementara Delia yang hendak membuka pintu tapi di dahului oleh Dion,ia kemudian turun dari mobil dan menyusul Rey yang tengah berdiri menunggunya .
Delia begitu tercengang menatap gedung tinggi nan mewah itu,bahkan bila di bandingkan dengan apartemen miliknya,itu sangat berbeda dan tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan gedung apartemen milik Rey ini.
Rey dan Delia memasuki lobi gedung apartemen, sementara Dion sudah pamit pergi tadi untuk menjalankan tugasnya yang tak pernah habis itu.
"Untuk sementara kita akan tinggal di sini dulu." Ucap Rey saat mereka sudah berada di dalam apartemen yang tak kalah mewah dan berkelas itu,meski tidak begitu luas tapi cukup untuk mereka berdua tinggali.
"Dimana kamarku?" Tanya Delia sambil berjalan pelan menatap isi apartemen itu,ia tak pernah berfikir akan tinggal di tempat semewah ini.
" Disana." Tunjuk Rey pada salah satu ruangan yang berada di dekat ruang tv ,Delia kemudian berjalan ke arah yang di tunjuk Rey ia kemudian memutar handle pintu kamar dan betapa terkejut dan terkesima nya dia melihat pemandangan yang ada dalam kamar yang luas itu bahkan kamarnya di di apartemen nya tidak ada apa-apanya,Delia kemudian berjalan memasuki amar itu dan pandangan pertama yang di lihatnya adalah sebuah tempat tidur king size kemudian di sisi kiri dan kanannya terdapat meja bufet yang di hiasi lampu kamar,di sebelah kiri terdapat sebuah tv dengan ukuran besar yang menempel di dinding,lalu terdapat dua buah sofa tepat di depan tempat tidur samping pintu kamar,Delia kemudian berpindah kesisi kanan terdapat meja rias dan dua pintu yang saling bersisian dan di yakini oleh Delia adalah kamar mandi dan walk in closet.
"Bagaimana,kamu suka?" Tanya Rey sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Delia dari belakang lalu menyandarkan wajahnya di bahu Delia tepat di sebelah leher sebelah kirinya.
__ADS_1
Delia yang mendapat serangan tiba-tiba itu seketika mematung dengan degup jantung yang begitu berdebar.
Melihat reaksi Delia yang berdiri mematung membuatnya semakin gemas dan Achhhh dia tidak akan mampu menahannya.
Delia hanya mengangguk pelan,lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya itu,kemudian tersenyum lalu mengangguk kembali dengan begitu malunya terlihat dari wajahnya yang berubah jadi merah seperti kepiting rebus dan Rey semakin gemas melihat itu,dengan pelan Rey mecubut pipi cubby Delia kemudian mencium keningnya sedikit lama dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
" kalau ini kamarku,lalu kamar mu dimana?" Tanya Delia masih dengan posisi yang sama.
" Hhhmmmm." Rey kemudian melepaskan tangan nya dari pinggang Delia kemudian melangkah ke tempat tidur dan membating tubuhnya.
" Tentu saja di sini,mau dimana lagi."Jawab Rey dengan tubuh telentang dan menatap langit -langit kamar.
Seketika mata Delia membola,ia kemudian menyusul Rey ke tempat tidur dan duduk di sampingnya dengan tangan bersedekap dada.
" Kalau begitu aku akan tidur di kamar lain saja"
"Tidak bisa."
"Kenapa, bukankah kita sudah membicarakan nya?"
"Ia tapi apartemen ini hanya mempunyai satu kamar saja dan....." Rey menggantungkan ucapannya yang diselingi dengan kekehan kecil karna melihat Delia yang kesal dengan memanyunkan bibirnya yang membuat Rey semakin gemas lalu membaringkan tubuh Delia di sampingnya dengan cara menarik tangan nya sontak Delia terkejut akan kelakuan Rey yang menyerangnya tiba-tiba.
Keduanya saling bertatapan,Rey memajukan wajahnya dengan wajah Delia,ia kemudian melirik ke arah bibir istrinya,lalu.......!!!!!!
__ADS_1