
"Ada apa Mon,kenapa tidak di lanjutkan?" Tanya Delia sambil menatap Ramon dan Rey bergantian.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Ramon sambil mengelus batang lehernya,hampir saja ia keceplosan.
Delia masih menatap Ramon curiga,ia masih penasaran dengan ucapan Ramon yang menggantung apa lagi itu juga menyangkut suaminya.Sementara Rey masih terdiam sambil melanjutkan makannya,ia sengaja berlama-lama menyelesaikan makannya karena ia tahu Delia tidak akan bertanya jika masih dalam keadaan makan,itu sudah menjadi kebiasaan mereka jika ada masalah apapun mereka tidak akan membahasnya di meja makan.
Setelah selesai makan mereka berencana untuk jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan di kota Hamburg.Saat sedang dalam perjalanan Ramon,Vio dan Revan satu mobil sedangkan Rey dan Delia serta Kenan di mobil yang berbeda.
Tring...trying....dering ponsel Vio berbunyi dan menyadarkan nya dari lamunannya,ia pun segera merogoh tasnya dan mengambil ponselnya.
"Hallo Bu,ibu di pusat perbelanjaan X ,oh baiklah saya akan menyusul ibu kesana,ia sama-sama Bu." Ucap Vio saat menjawab panggilan dari ibu Rey.Ibu Rey mengajaknya untuk menemaninya membelikan beberapa keperluan untuk Rosa.
"Siapa?" Tanya Ramon sambil melirik Vio yang duduk di sampingnya.
"Ibu Sukma,dia mengajakku untuk menemaninya berbelanja keperluan di pusat perbelanjaan yang akan kita datangi bersama kak Rey dan kak Delia."Ujar Vio di iringi senyum bahagia dan Ramon paham itu.
"Itu artinya ini adalah kesempatan yang baik." Gumam Ramon.Vio menoleh kearah Ramon yang sedang fokus menyetir sedangkan Revan tak berniat untuk ikut dalam pembahasan dua orang yang duduk di depannya,ia hanya fokus dengan ponselnya.
"Maksudmu?"
"Ini saatnya kita mempertemukan Rey dan ibunya,biarkan mereka bertemu tanpa sengaja di pusat perbelanjaan itu,kita tinggal mengatur saja dimana mereka dan dimana mereka bisa bertemu."
Vio mengangguk pelan ,ia setuju dengan ide dari Ramon.
__ADS_1
"Baiklah."
Tak menunggu lama akhirnya mereka tiba di area parkir salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Ketiganya pun bergegas turun,namun baru saja Vio akan membuka pintu mobil ponselnya berdering dan tanpa menunggu lama ia pun menjawabnya setelah tahu siapa yang menelfon nya.
"Ia kak." Ucap Vio setelah menjawab panggilan dari Delia, ponselnya ia tempelkan di telinganya sambil keluar dari mobil,sedangkan Ramon dan Revan sudah berdiri di luar menunggu Vio yang sedang sibuk berbicara dengan sang kakak.
"Baiklah,kita ketemu di dalam saja,aku masih di jalan." Ucap Vio saat mendengar jika Delia sudah tiba di pusat perbelanjaan dan menunggunya di lantai dasar.
"Cepatlah,kenapa kalian lambat sekali." maki Delia pasalnya ia dan Rey sudah menunggu sejak tadi.
"Maaf kak,di jalan lagi macet ini." Ucap Vio berbohong, padahal mereka sudah tiba dan masih berada di parkiran.
"Cepatlah." Delia lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Vio.
"Kakak sudah di dalam di lantai dasar,jadi bagaimana selanjutnya?"
"Telfon Tante Sukma,dia ada dimana sekarang." Ucap Ramon.
"Bukankah itu ibunya kak Rey?" Seru Revan saat matanya tanpa sengaja melihat seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik dan elegan di usianya yang sudah tak muda lagi.Wanita itu berjalan masuk kedalam pusat perbelanjaan bersama seorang pria yang usia nya pun tak lagi muda,ya pria itu adalah ayah Rey yang sedang berjalan bersisian bersama sang istri .
Mata Vio membelalak tak percaya sebuah kejadian di luar rencana mereka,tapi semua sudah terlanjur ,entah apa yang akan terjadi jika ayah Rey bertemu dengan Rey.
__ADS_1
Ramon ,Vio dan Revan pun bergegas masuk ke dalam,mereka berjalan dengan pelan,agar orang tua Rey tak menyadari kedatangan mereka.
Baru saja menginjakkan kakinya ke pintu masuk mall itu,hati ibu Rey bergetar hebat,sebuah getara yang begitu menghujam hatinya,detak jantungnya seakan merasakan jika sang putra sedang berada di dekatnya,karna hal ini akan terjadi jika Rey berada dekat dengannya.Langkah ibu Rey terhenti tepat di pintu masuk,ia ingin merilekskan hati dan pikirannya yang tiba-tiba tertuju pada putra yang begitu di rindukan nya.
"Rey..." Lirih pelan ibu Rey sambil memegang dadanya, merasakan detakan jantungnya .
"Kenapa?" Suara ayah Rey menyadarkannya dari lamunannya ,ia kemudian menoleh ke arah suaminya yang berada di sampingnya.
"Tidak,tidak apa-apa." Ibu Rey menggeleng pelan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Keduanya pun masuk kedalam mall,sedangkan ketiga orang yang sedari tadi berdiri di belakang orang tua Rey dengan sedikit bersembunyi di balik pintu kaca pun kembali berjalan mengikut langkah kaki orang tua Rey.
Mereka pun manaiki tangga eskalator saat melihat orang tua Rey sedang berada di tangga itu,namu dengan jarak yang cukup jauh.
Sementara di lantai dua mall itu ,terlihat Rey sedang menunggu sang istri dan putranya yang sedang berada di dalam salah satu toko dengan merk ternama itu,Delia sedang memilih-milih pakaian anak untuk sang putra,dan Rey hanya berdiri di dekat pintu dengan tangan terlipat di dada.
"Ayo ke toko itu sebentar." Ajak ayah Rey sambil menunjuk sebuah toko buku yang ada di depan mereka,toko itu berhadapan dengan toko pakaian anak yang di masuki oleh Rey dan Delia, keduanya pun tak menyadari jika ada Rey dan Delia di dalam toko itu karena posisi mereka membelakangi toko pakaian anak itu.
"Aku di sini saja,kamu masuk saja." Tolak ibu Rey ,entah mengapa ia begitu berat untuk beranjak dari tempatnya,hatinya pun masih bergetar.
"Hhmmmm,baiklah." Ayah Rey pun berjalan meninggalkan sang istri menuju toko buku yang berada di depan.
Ibu Rey masih berdiri di tempatnya sambil matanya melirik ke kiri dan kanan mencari Vio yang sudah di telfonnya tadi, mereka janjian di tempat itu,tapi sepertinya tanda-tanda Vio datang pun belum terlihat,ibu Rey menghela nafas berat.Sementara Delia yang sudah membayar belanjaannya pun berjalan menghampiri Rey yang masih berdiri di dekat pintu,ia menggandeng tangan Kenan dan tersenyum saat melihat Rey sedang menatap ke arahnya.
__ADS_1
sudah selesai belanjanya ,
Vsudah selesai belanja sudah ayo kita pulang sekarang ini. mereka pun keluar dari toko pakaian anak-anak Rei berjalan menggandeng tangan Delia dan kenang kan pintu kaca untuk istri dan putranya itu saat akan melangkah keluar dari toko pakaian anak-anak mata-mata sengaja melihat seorang wanita yang sedang berdiri membelakanginya hatinya hatinya bergetar begitu kuat saat melihat postur tubuh wanita tersebut yang begitu familiar di matanya dengan langkah pelan Rei berjalan menghampiri wanita itu matanya mulai berkaca-kaca dan hatinya mengatakan jika wanita itu adalah ibunya wanita yang begitu sangat dirindukannya selama 5 tahun ini wanita yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang sementara Delia dan Kinan masih berdiri terpaku melihat tingkah Rey yang berjalan mendahului mereka Delia pun merasa bahwa wanita yang berdiri membelakangi mereka adalah wanita yang begitu dekat dengan mereka .