Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 40


__ADS_3

" Kalau aku mengabari mu dulu,itu bukan surprise namanya Rey,aku mau memberikan kejutan padamu." Jawabnya dengan bergelayut manja pada Rey yang membuat Rey menahan kesal dan amarah, ia tidak ingin Delia salah paham padanya dan akan semakin menjauh di saat hubungan mereka yang semakin baik,ia tidak mau Mona merusak segala kebahagiaan yang telah di rancangnya untuk Delia.


Ada rasa sesak yang tiba-tiba timbul di hati Delia melihat kemesraan dua orang di depannya itu,bukan dua orang tapi hanya Mona yang berusaha bermesraan dengan Rey,meski Rey tidak menanggapi kelakuan Mona bahkan Rey terlihat berusaha menghindari pelukan dan pegangan Mona pada tubuhnya.


Delia berjalan memasuki kamarnya tak peduli lagi dengan dua orang itu,ia membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan sedikit keras membuat kedua orang yang di tinggali sedikit terperanjat dan Rey mengambil kesempatan itu untuk berlalu dari hadapan Mona yang sudah melepas tangannya di lengan Rey.


Rey menoleh ke kamar Delia yang sudah tertutup rapat,ada sedikit senyum yang timbul dari bibirnya,lalu melanjutkan masuk ke kamarnya sendiri.Ya walau sudah berstatus suami istri Rey dan Delia tidak tidur dalam satu kamar selama mereka berada di apartemen,Rey yang semula menolak keputusan Delia yang tidak ingin sekamar dengannya terpaksa harus mengalah dan menerima keputusan Delia setelah Delia mengancam untuk kembali ke Indonesia dan tentu saja itu membuat Rey sangat keberatan dan tak akan membiarkan istrinya itu pulang ke Indonesia seorang diri jadi terpaksa lah mereka tidur terpisah.


Baru saja akan menutup pintu kamarnya,Mona tiba- tiba saja menghadang dengan memegang daun pintu kamar Rey yang membuat Rey terpaksa melepas handle pintu kamarnya.


" Mau ngapain kamu?" Kesal Rey karna Mona ingin menyusulnya masuk kamar untung saja Rey segera berdiri di tengah pintu untuk menutupi jalan Mona yang ingin menyelinap masuk ke kamarnya.


" Tentu saja aku ingin masuk ke kamar kita, harusnya kamu itu menyambut ku dengan bahagia Rey karna aku telah meluangkan waktu ku untuk menyusul mu."


" Aku tidak mengharapkan kedatangan mu,lagian siapa yang menyuruhmu menyusul?"

__ADS_1


" Rey aku ini tunangan mu dan aku berhak untuk melakukan apa saja padamu." Mona terlihat kesal karna bayangannya untuk memberikan kejutan pada Rey justru tidak di terima oleh Rey bahkan Rey terkesan tak bahagia seperti yang ada di bayangannya sebelum berangkat ke Singapura.


" Sudahlah,aku mau istirahat..."Rey kemudian membanting pintu kamarnya yang membuat Mona terperanjat akibat bantingan pintu yang di lakukan Rey,ia kemudian berbalik dan berjalan ke sofa dengan menghentakkan kakinya kesal karna ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada justru dirinya di tinggal seorang diri di ruang tamu.Dengan kesal Mona menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu menekan kontak seseorang di ponselnya .


" Lakukan apa pun.." Perintah Mona pada seseorang di seberang telfonnya . Ia kemudian mematikan ponselnya lalu tersenyum kecut .


Sementara itu Rey yang ada di dalam kamarnya mondar-mandir penuh gelisah,ia terlihat begitu menahan amarahnya karna orang -orangnya tidak ada yang mengabarinya akan ke datangan Mona,ia kemudian menelfon Dion sang asisten setia sekaligus kaki tangan nya.


" Lakukan rencana B." Ucap Rey pada orang kepercayaan nya itu.


"Baik bos." Jawab Dion sambil mengangguk meski anggukan itu tidak akan di lihat Rey karna mereka berada di tempat yang berbeda.


Sementara di kamar lainnya,Delia sedang terbaring telentang diatas kasur,ia menatap plafon kamar nya ada ke gelisahan dan ketakutan yang menyelimuti hatinya, perasaan yang ia kubur dalam - dalam perlahan terbuka,namun ia juga sadar akan keadaan yang di alaminya,ia merasa bersalah karna sudah menjadi penghalang untuk hubungan Rey dan Mona,rasa bersalah nya semakin besar saat dirinya menyadari kalau dirinya adalah wanita perebut milik wanita lain dan itu membuatnya semakin sesak .


Tak terasa siang berganti senja,malam mulai menampakkan dirinya, sementara di apartemen mewah milik Rey yang kini di huni oleh tiga orang masih enggan untuk keluar dari kamar mereka,ya di apartemen Rey terdapat tiga kamar.

__ADS_1


Delia menggeliat kala telinganya mendengar suara adzan magrib,ia tertidur begitu nyenyak saat merenungi jalan hidupnya.


Sementara Rey ,ia sedari tadi begitu gelisah di dalam kamarnya memikirkan Delia ,Rey ingin keluar dari kamar tapi mengingat di apartemen nya itu ada Mona ia mengurungkan niatnya untuk menemui sang istri padahal ia sudah sangat merindukan istrinya padahal baru beberapa menit mereka terpisah tapi Rey sudah begitu merindukan nya.


Dan Mona yang berada di kamar tepat sebelah kamar Rey tarlihat begitu kesal karna rencana untuk bersama Rey gagal dan yang semakin membuatnya kesal adalah kehadiran Delia di antara mereka di apartemen ini.


Ceklek....suara pintu kamar ketiganya terbuka secara bersamaan,ke tiga penghuni kamar itu keluar dari kamar mereka masing-masing dan masih dalam mode diam ,Rey melirik ke arah Delia dan melihat barang bawaan Delia yang berada di tangannya .


" Kamu mau kemana?" Tanya Rey saat ia melihat Delia menjinjing tas kecil dan sebuah koper yang berisi pakaian di sampingnya,jika saja saat ini Mona tidak ada di antara mereka,sudah pasti Rey akan mengambil barang bawaan Delia dan membawanya masuk ke kamarnya,tapi sayang semua tidak akan terjadi.


" saya akan kembali ke rumah sakit,pak Rey..." Jawab Delia dengan gaya bahasa yang berbeda terkesan mereka berbicara hanya sebatas dokter dan keluarga pasien nya.Rey terlihat kesal dan menahan amarahnya,ia begitu membenci ucapan Delia yang terkesan formal.Mona yang masih berdiri pada posisinya di depan pintu kamarnya berjalan ke arah Delia dan menatap Delia dari atas sampai bawah lalu tersenyum kecut.


" Seharusnya begitu,bukankah tempat kamu memang di rumah sakit untuk mengurusi Rosa,lalu untuk apa kamu ke apartemen ini?" Sinis Mona yang berdiri tepat di depan Delia dengan mengacak pinggang.


" Kalau begitu,saya permisi." Pamit Delia dan melangkah keluar menuju pintu utama,ia tidak ingin berlama-lama di tempat ini dan membuang waktunya untuk berdebat yang tidak penting,selain itu tentu keputusan nya untuk meninggalkan apartemen Rey adalah untuk menata hatinya yang seakan tercabik,meski sampai detik ini Delia belum bisa menerima pernikahan nya tapi tak bisa ia pungkiri ada rasa sesak,cemburu dan sakit yang ia rasakan saat pria yang kini berstatus sebagai suami nya di dekati oleh wanita lain terlebih itu adalah wanita yang mencintai suaminya.

__ADS_1


" Tunggu...." Rey menghentikan langkah Delia saat Delia akan memutar handle pintu,Rey kemudian mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja ." Biar aku antar, kebetulan aku mau ke kantor ." Ucap Rey saat ia sudah berada di samping Delia.


" Kamu akan meninggalkan aku di sini sendirian?" Mona terlihat kesal dan marah saat kehadiran nya seakan tak di anggap,jika saja ia tidak sedang dalam misi menaklukan hati Rey sudah pasti ia akan menyerang Delia karna sudah mengusik nya.


__ADS_2