Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 59


__ADS_3

Di apartemen Delia begitu mondar mandir begitu gelisah karna sang suami belum juga pulang sejak tadi sore hingga larut malam ini.


Delia juga telah mencoba menghubungi Rey berkali kali tapi telfonnya tidak aktif,entah mengapa hati Delia begitu gelisah memikirkan Rey.


Ting ...tong....suara bel mengagetkan Delia,dengan segera Delia berjalan ke arah pintu dan membukanya,dan tampaklah pria yang sedari tadi begitu di khawatir kannya berdiri di ambang pintu dengan dengan kondisi yang lesu dan berantakan.


"Rey...." Seru Delia lalu dengan cepat dia mengambil tas kerja Rey dan tangan satunya memegang tangan suaminya lalu mengajaknya masuk kedalam.


"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu." Delia dengan sigap berlari kecil masuk ke kamar dan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air mandi suaminya,Delia melakukan nya dengan baik meski di pikirannya tersimpan banyak pertanyaan untuk suaminya itu,tapi Delia lebih memilih menyimpan semua pertanyaan itu sampai suaminya sendiri yang menceritakan nya tanpa ia harus bertanya.


Setelah air mandi Rey siap,Delia keluar untuk memanggil suaminya itu yang tengah duduk termenung di sofa .


"Airnya sudah siap." Ucap Delia yang membuat Rey terkejut dan tersadar dari lamunannya.


Rey lalu menarik tubuh istrinya kepangkuan kemudian memeluk nya dari samping sambil menyandarkan kepalanya pada bahu sang istri.


"Hari ini aku sangat lelah." Lirih Rey sambil memejamkan matanya .


Delia hanya terdiam, membiarkan suaminya itu menenangkan pikirannya dahulu.


Setelah di rasa sudah membaik dan moodnya sudah kembali membaik lagi setelah melepas segala kepenatan dalam pelukan sang istri,Rey melepas pelukannya lalu mencium pipi Delia kemudian beranjak meninggalkan Delia sendirian di sofa untuk membersihkan dirinya.


Delia menyiapkan segala kebutuhan suaminya itudengan telaten,setelah semua sudah siap Delia lalu keluar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam meski sekarang jam makan malam telah lewat karna sekarang waktu menunjukkan pukul dua dini hari.


Rey yang keluar dari kamar mandi tersenyum lebar saat melihat semua kebutuhannya sudah siap di tempat tidur ia tinggal memakai nya saja.


Setelah rapi dan segar Rey menyusul sang istri kedapur karna ia yakin saat ini istrinya itu tengah berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam yang kebetulan dirinya juga sangat kelaparan karna belum makan malam.


Rey memeluk Delia dari belakang saat Delia tengah sibuk menyajikan makan malam di atas meja.


"Hheemmmm kelihatan nya sangat lezat." Ucap Rey masih pada posisinya.


Delia lalu menoleh kebelakang dimana Rey tengah memeluknya,ia lalu tersenyum melihat tingkah manja suaminya itu.


"Duduklah,aku sudah sangat lapar."

__ADS_1


"Kamu belum makan." Tanya Rey.


"Belum,aku menunggu mu." Jawab Delia di iringi dengan senyuman manisnya.


" Maaf,karna membuat mu menuggu." ucap Rey merasa bersalah karna tanpa sengaja dirinya telah membuat istrinya itu kelaparan.


"Sudahlah,ayo duduk."


"Oke bos." Rey melepas pelukannya lalu memberi hormat pada istrinya itu yang membuat Delia mengukir senyum karna tingkah aneh Rey.


Rey kemudian menarik kursi dan mempersilahkan Delia duduk di kursi itu,membuat Delia tersanjung di perlakukan seperti itu oleh suaminya, kemudian Rey menarik lagi kursi yang berada di samping Delia lalu menduduki nya.


Rey dan Delia kemudian menyantap makan malam mereka.


Setelah semua pekerjaan nya selesai,Delia menyusul Rey ke kamar,ia melihat suaminya itu sudah tertidur pulas,ialu menyusul sang suami ke alam mimpi.


*


*


*


"Maaf aku tidak bisa ikut denganmu hari ini,tapi aku janji setelah semua pekerjaan ku selesai aku akan menyusulmu." Ucap Rey saat duduk di kursi berhadapan dengan Delia.


Hari ini Delia akan pulang ke desa untuk mengunjungi keluarga nya karna ayahnya sedang sakit,rencana Delia dan Rey akan berangkat bersama tapi tiba- tiba Rey ada meeting dadakan yang tak bisa di wakilkan jadi Rey dengan terpaksa membatalkan rencana mereka.


"Tidak apa-apa,kamu punya tanggung jawab lain,jadi kamu harus menyelesaikan semua pekerjaan mu,aku tidak ingin kamu lalai dalam tanggung jawabku ksrna ribuan orang menggantungkan hidup padamu." Ucap Delia bijak dan itu membuat Rey semakin jatuh hati.


"Aku akan mengantarmu ke bandara."


Delia hanya mengangguk pelan,Delia menggunakan alat transportasi udara untuk terbang ke Surabaya biar lebih cepat .


Setelah sarapan Rey dan Delia meninggalkan apartemen untuk menuju ke bandara.


"Sering - sering memberiku kabar,aku akan sangat merindukan mu." Ucap Rey untuk kesekian kalinya dengan ucapan yang sama.

__ADS_1


"Iya..."


Setelah menempuh perjalanan kurang dari 20 menit akhirnya mereka tiba bandara dan menunggu waktu jadwal terbang pesawat yang akan di tumpangi Delia.


...----------------...


Delia kini tiba di Surabaya,dan sedang menunggu taksil untuk mengantarkan nya ke terminal untuk memakai bis menuju desa tempat tinggal nya .


Butuh waktu tiga jam untuk sampai ke desa tempat tinggal Delia,dan kini tibalah Delia di sebuah rumah yang cukup besar berlantai dua itu,rumah Delia terbilang mewah untuk ukuran orang desa,karna sejak Delia bekerja sebagai dokter ia merenovasi rumah orang tuanya agar nyaman untuk di tinggali oleh orang tuanya dan adik- adiknya.


"Delia...." Seru ibu Delia yang melihat Delia turun dari taksi tepat di depan rumah mereka,ibu Delia kemudian berlari kearah Delia,ia sudah sangat begitu rindu pada putri dulungnya itu.


"Ibu...." Delia lalu memeluk ibunya dengan erat untuk melepas kerinduan nya selama ini.


Ibu Delia celingukan seakan mencari seseorang tapi tak ada siapapun selain putrinya itu,tiba-tiba ada rasa kecewa di hatinya jarna seseorang yang dia kira akan ikut bersama putrinya ternyata tidak nampak.


"Mas Rey tidak jadi ikut,Bu..tiba-tiba ada pekerjaan penting yang tak bisa di tinggalkan." Jelas Delia seolah tahu kegelisahan ibunya.


Ya beberapa hari yang lalu Delia menelfon ibunya yang pada saat itu juga Rey berada di samping Delia dan Rey sempat berbicara dengan ibu mertua nya itu dan berjanji akan pulang bersama Delia,tapi nyatanya janji itu tinggallah janji.


"Mas Rey akan menyusul Delia,jika pekerjaannya sudah selesai." Lanjut Delia lagi dan kini ibu Delia terlihat lebih tenang dari sebelumnya.


", Bagaimana keadaan ayah Bu?" Tanya Delia sambil berjalan menuju rumahnya dengan mendorong sebuah koper kecil yang berisi pakaian.


"Ya sudah agak mendingan,hanya saja ayahmu selalu menanyakan keadaanmu."


"Mungkin ayah rindu, Bu."


'Tentu saja,ayahmu sangat merindukanmu,Vio juga hari ini akan datang."


"Benarkah,wah Delia kangen sama anak itu."


"Katanya dia lagi libur semester,jadi dia ingin pulang saja, sebentar lagi adikmu itu menyesuaikan kuliahnya,semoga saja dia lulus ."


Delia menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tamu rumahnya,di tatapnya rumah itu,begitu banyak kenangan yang ia lalui di rumah ini.

__ADS_1


Sementara di Jakarta seseorang menelfon orang suruhannya yang berada di desa tempat tinggal Delia.


"Lenyapkan mereka semuamya." Perintah orang itu pada orang suruhannya dengan seringai jahat .


__ADS_2