Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 28


__ADS_3

**Rey ,Delia dan Rosa telah tiba di Singapura Changi airport salah satu bandara tersibuk di dunia,mereka berjalan keluar bandara menuju rumah sakit tempat Rosa akan dirawat,sebelum meninggalkan Indonesia Rey sudah menghubungi rumah sakit terbaik di Singapura untuk pengobatan Rosa sang ponakan satu-satunya.


Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan mereka akhirnya tiba di rumah sakit,tampak wajah kelelahan tergambar jelas di wajah ke tiganya bahkan Rosa sudah berada dalam gendongan Rey yang terlelap begitu nyamannya dalam gendongan sang paman.


Setelah mengurus beberapa proses administrasi ketiganya pun masuk ke ruang rawat Rosa , ruangan VVIP yang begitu mewah dan nyaman.Rosa sudah terbaring di ranjang pasien dengan mata masih terlelap,sedangkan Rey dan Delia terduduk bersandar di sofa untuk sekedar melepas lelah.


Malam telah tiba jarum jam telah menunjukkan pukul delapan malam namun ketiga orang yang berada ruangan itu masih terlelap.


Rey yang membuka matanya perlahan,matanya menoleh pada sosok yang cantik yang begitu lelap dan tenang dalam tidurnya tersenyum tipis,ia lalu melihat jam yang melingkar di lengannya.


"Sudah malam rupanya."Lirih Rey kemudian beranjak dari sofa ,kemudian masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya,setelah itu ia kemudian keluar dari kamar mandi , tanpa sengaja matanya menangkap sosok wanita cantik yang masih terlelap lalu menoleh ke arah ranjang tempat gadis kecilnya juga masih terlelap,ia kemudian berjalan menuju pintu.Ia ingin keluar membeli makan malam untuk ke tiganya,mengingat mereka belum sempat mengisi perut setelah tiba di negara yang berjulukan Negeri Singa itu.


Setelah membeli berbagai menu makan malam Rey kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


Ceklek......


Rey membuka pintu kamar Rosa dan pemandangan pertama yang di lihatnya adalah dua sosok wanita yang usia itu sedang mengobrol dan tertawa tanpa menyadari kehadiran Rey.Rey tersenyum melihat keakraban kedua gadis yang telah mengisi hati dan hari-harinya.


" Wah lagi ngobrol apa nich?" ujar Rey saat memasuki kamar inap Rosa dan berjalan menuju tempat kedua gadis itu yang sedang mengobrol,Mendengar sapaan Rey keduanya menghentikan obrolan lalu menoleh ke sumber suara yang begitu familiar di telinga keduanya .


" Deddy dari mana saja sich?"


" Dari beli ini." Rey mengangkat tas plastik di kedua tangannya untuk menunjukan pada kedua orang yang berada dalam satu ruangan dengannya.


"Makan malam kita,dan juga beberapa keperluan lainnya." Rey menjelaskan sambil menata barang yang telah di belinya tadi.


" Kenapa tidak membangunkan ku,aku kan bisa ikut membantu juga." Sela Delia lalu beranjak dari duduknya menuju sofa tempat Rey menata beberapa barang diatas meja.

__ADS_1


"Mari aku bantu." sambungnya lagi,lalu mengambil alih pekerjaan Rey.


...----------------...


"Bos, target sedang menyebrang jalan...apa ya ng harus kami lakukan sekarang?" Tanya seorang pria yang berada di dalam mobil sambil memegang ponsel sedang berbicara dengan seseorang di seberang telfon namun matanya tetap tertuju pada wanita yang sudah beberapa hari ini di awasinya atas perintah seseorang.


"Tunggu apa lagi,tabrak dan pastikan dia celaka ,dan ingat jangan sekali-kali meninggalkan jejak,buat seolah tabrakan itu adalah kecelakaan murni."Perintah seseorang itu dengan penuh penekanan dan amarah kebencian yang begitu mendalam.


" Baik bos,anggap semua telah selesai." ucap pria itu kemudian mematikan ponselnya lalu bersiap mengambil ancang-ancang saat targetnya sudah berada di depan mata yang hendak menyeberang.


Sementara itu Delia yang tak menyadari akan bahaya yang akan menghampirinya,terlihat begitu santainya berjalan ia yang ingin menyeberang jalan menuju mobil Rey yang terparkir di seberang jalan tempatnya berbelanja tanpa sadar ada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya,tepat saat Delia berada di tengah jalan khusus penyeberangan jalan kaki seketika syok saat melihat mobil yang sangat kencang kearahnya dan sepersekian detik kecelakaan pun terjadi,Delia yang tak sempat menghindar terpelentang jauh saat tubuhnya ditabrak begitu kencang nya bahkan semua belanjaan yang berada di tangannya sudah beterbangan dan berserakan ke jalan,Semua orang yang menyaksikan kecelakaan itu berlarian kearah Delia yang sudah berlumuran darah dan sudah tak sadarkan diri,sementara mobil yang menabraknya dengan sengaja berlalu begitu saja tanpa menghiraukan teriakan orang-orang yang berada di sekitar tragedi berdarah itu.


Rey yang baru saja keluar toko jam tangan,melihat kerumunan yang berada tepat di depannya ,Rey hanya melihat sekilas kerumunan itu kemudian berjalan menuju parkiran tempat mobilnya di parkir,namun saat tiba di parkiran ia tidak melihat Delia,Rey yang tiba- tiba merasa gelisah dan jantungnya seakan berdetak begitu kencang seakan menandakan sesuatu telah terjadi tapi apa,ia menoleh kiri kanan mencari sosok yang di tungguinya namun tak juga di temukan nya,ia melangkah menuju kerumunan entah mengapa kakinya seolah diarahkan ke kerumunan itu,ia berjalan menyusur orang -orang yang berkerumun itu entah apa yang mereka lihat,namun saat kakinya berada di depan betapa syok dan dunianya seakan berhenti pandangannya seolah tak lagi berada jauh entah kemana dan telinga seakan tak lagi mendengar ocehan-ocehan yang berada di sekitarnya.

__ADS_1


"Delia...."ujar Rey kesetanan saat alam sadarnya kembali pada kenyataan yang ada didepannya,wanita yang sedari tadi di tungguinya dan dicarinya ternyata kini berada didepan matanya dengan kondisi yang begitu parah dan menyayat hati**.


__ADS_2