Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 138


__ADS_3

Di rumah sakit ,dokter dan perawat sedang sibuk memeriksa kondisi Rosa yang tiba-tiba kritis,Ramon dan ibu Rey pun tak kala panik sambil menghubungi nomor ayah Rey dan Rey serta Delia namun nomor mereka tak ada yang aktif.


"Dok...pasien semakin kritis ." Ucap salah satu perawat wanita kepada Ramon yang sedang mencoba menghubungi Rey dan Delia.


Mendengar ucapan perawat itu Ramon pun bergegas masuk ke dalam kamar dan di sana terlihat seorang dokter wanita dan dua orang perawat sedang sibuk menangani kondisi Rosa.


"Sebaiknya pasien di bawa ke ruang ICU,keadaan semakin memburuk." Ujar dokter


wanita itu.


"Lakukan apa pun yang terbaik." Ucap Ramon sbil menatap tubuh lemah Rosa di atas pembaringan yang di bantu dengan berbagai alat bantu .


Perawat dan dokter kemudian membawa Rosa ke ruang ICU yang di ikuti oleh Ramon dan ibu Rey dari belakang,terlihat jelas raut wajah ibu Rey begitu cemas dan khawatir.Sedari tadi ia menghubungi nomor suaminya tapi tidak juga aktif,untunglah tadi ia bisa menghubungi sekertaris suaminya itu,tapi sampai saat ini suaminya belum juga terlihat.


"Nomor ponsel Rey dan Delia tidak bisa di hubungi." Ujar Ramon sambil mondar mandir di depan ICU, sedangkan ibu Rey dia juga sedang sibuk menghubungi nomor suaminya.


"Bagaimana keadaan Rosa?" Ucap ayah Rey saat dirinya tiba di ruang ICU dan mendapati Ramon dan istrinya berada di luar.Untung saja tadi ayah Rey berpapasan dengan salah satu perawat yang menangani Rosa tadi dan memberitahukan jika Rosa di bawa ke ruang ICU.


Mendengar suara suaminya ibu Rey menoleh ke arah suaminya berada,ia kemudian berjalan menghampiri suaminya dengan wajah menahan kesal.


"Kamu dari mana saja Pa,dari tadi akun menghubungi nomor tapi tidak bisa." Ujar ibu Rey saat sudah berada di dekat suaminya.


"Maaf ponsel ku mati,aku di kantor ."Jelas ayah Rey ,ia kemudian berjalan menuju pintu ruang ICU dan melihat Rosa sedang di tangani dokter di dalam sana,hatinya begitu perih melihat kondisi sang cucu yang sedang bertarung melawan penyakitnya.


"Apa yang terjadi?" Gumam ayah Rey tapi matanya tak lepas menatap kedalam ruangan.


"Tiba-tiba kondisinya menurun, padahal Rey baru saja mendonorkan darahnya untuk Rosa." Jelas ibu Rey sambil terisak.


Ayah Rey lalu menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya,hatinya pun ikut sesak melihat kondisi Rosa,yang sudah semakin lemah.


"Kuatkan hatimu,Rosa akan baik-baik saja." Ujar ayah Rey sambil mengelus pelan bahu sang istri.Ia pun sama terluka dan sedihnya namun ia tak ingin menampakkan nya pada istrinya.


Ramon yang sejak tadi melihat adegan pasangan suami istri itu ikut terharu,di usia yang sudah tak lagi mudah mereka justru di hapapkan pada permasalahan keluarga yang tak kunjung selesai.

__ADS_1


"Maaf..." lirih ayah Rey masih dalam posisi memeluk sang istri.


Ibu Rey lalu mengurai pelukannya dan menatap wajah sang suami,selama lebih dari tig puluh tahun hidup bersama dengan sang suami ini kali pertama dirinya mendengar kata maaf yang keluar dari mulut ayah Rey itu.


"Jangan menatap ku seperti itu,aku akan semakin semakin merasa bersalah padamu dan juga Rosa." Suami dan isteri yang sudah tak lagi muda itu kini saling berpandangan.


"Tapi maaf untuk apa?" Ibu Rey lalu memalingkan wajahnya kearah samping untuk memutus tatapannya dengan sang suami. , suami.


Ron yang tak ingin menjadi penonton pun akhirnya memutuskan untuk pergi ,ia kemudian berjalan menuju ruangannya sambil terus saja menghubungi nomor Rey dan Delia.


"Ya ampun kenapa aku begitu bodoh sih,Vio kan bersama mereka." Gumam Ramon sambil menepuk jidatnya sendiri .


"Kamu dimana?" Tanya Ramon saat telfonnya di angkat Vio dari seberang sana.


"Di hotel,lagi , nungguin kak Delia packing." Jawab Vio.


"Kalian mau kemana?"


"Dengar katakan pada Rey dan Delia ,kondisi Rosa kritis, sekarang dia berada di ruang ICU."


Mendengan ucapan Ramon,Vio begitu terkejut,saking terkejut nya ponselnya terjatuh ke lantai. Sementara Ramon terus saja memanggilnya berulang kali.


"Baiklah." Ucap Vio saat ia sudah menguasai dirinya dan kembali mengambil ponselnya yang dpat terjatuh tadi.


Vio lalu mematikan ponselnya saat Rey membuka pintu kamar hotel,ia baru saja pulang. dari pertemuan nya dengan rekan bisnisnya.


"Semua sudah selesai,ayo kita berangkat sekarang." Ajak Rey sambil mendorong koper besar yang berisi pakaian.


"Kamu duluan saja,aku mau selesai kan ini dulu." Ujar Delia sambil memasukkan sesuatu kedalam tasnya.


"Ok,aku tunggu di mobil,Vio ayo." Rey lalu menggandeng tangan Kenan dan membawanya keluar.


"Aku tunggu kak Delia kak."

__ADS_1


" Baiklah." Rey pun berjalan keluar bersama Kenan .


"Ayo." Ajak Delia setelah ia selesai memasukkan beberapa barang ke dalam tasnya, namun baru saja akan membuka pintu kamar Vio menahan tangan Delia dan seketika membuat langkah Delia terhenti.


"Kenapa?" Tanya Delia sambil memutar tubuh ke arah sofa dimana Vio masih duduk di sana sama sekali belum beranjak.


"Kita kerumah sakit kak sekarang." Ujar Vio sbil menatap ke arah Delia.


"Jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat Rey marah Vio,kamu tidak dengar apa yang di katakan nya,tidak ada lagi yang boleh membahas masalah ini." Peringat Delia,ia nampak kesal karena Vio terus saja membahas masalah itu.


"Aku tahu kak,tapi Rosa sedang kritis sekarang...di berada di ICU kondisinya tidak baik-baik saja."


"Apa kata mu?" Delia begit terkejut mendengar ucapan Vio mengenai kondisi Rosa,padahal baru tadi pagi mereka di rumah sakit bersama Rosa.


"Kak,bujuklah kak Rey agar dia mau menemui Rosa, sebentar saja kak,jangan sampai kak Rey menyesali semuanya." Mohon Vio matanya kini mulai berkaca-kaca.


"Ayo." Delia lalu menarik tangan Vio hingga Vio berdiri dari sofa dan mengikuti langkah Delia menuju area parkir di mana Rey dan Kenan sedang menunggu mereka.


Delia dan Vio langsung masuk ke dalam mobil,Delia duduk di kursi belakang bersama Rey dan Kenan,sedangkan Vio duduk di depan di samping supir. Dan Revan sudah lebih dulu pulang ke kota Berlin karna ada pekerjaan yang harus di selesaikan nya.


"Kita kerumah sakit pak." Perintah Delia saat mobil sudah melaju ke jalan raya.


"Mau apa kesana?" Tanya Rey dingin.


"Menemui Rosa ." Delia tidak ingin memberitahu kondisi Rosa,biarlah Rey mengetahui nya sendiri saat mereka sudah berada di rumah sakit nanti.


"Jangan mengatakan apa pun." Lanjut Deli saat i i melihat Rey ingin protes.


Rey pun akhirnya hanya terdiam mengikuti perkataan sang istri tercinta,lagi pula dari lubuk hatinya ia pun ingin menemui Rosa sebelumereka kembali.


"


Ramon

__ADS_1


__ADS_2