
Sudah tiga hari Rosa di rawat di rumah sakit keadaannya semakin membaik di bawah perawatan Delia,seperti hari ini Delia selalu menemani Rosa saat pulang kerja atau di waktu luangnya karna Rosa tidak ingin di tinggalkan Delia lagi.Rey juga setiap hari datang menemui Rosa saat pulang bekerja.Saat ini di ruangan Rosa terlihat Delia menyuapi Rosa karna anak itu hanya ingin makan jika Delia yang menyuapinya.
"Maaf dok,kami sangat merepotkan anda?" ujar nyonya Sukma pada Delia yang sedang menyuapi cucunya dia merasa tidak enak karna sudah begitu mengganggu waktu Delia.
"Saya merasa tidak direpotkan kok nyonya,saya senang bisa di beri kesempatan bersama Rosa".jawab Delia sambil tersenyum kemudian melirik Rosa lalu tersenyum."
ceklek suara pintu kamar Rosa di buka seseorang."Hay sayang bagaimana keadaanmu?"tanya Mona yang baru saja masuk di ruangan Rosa,membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menoleh pada sumber suara.Mona melangkah masuk menuju ranjang Rosa sambil menenteng beberapa kantong plastik.Mona kemudian menyimpan kantong plastik di atas meja dan duduk di samping Rosa sambil mengelus rambut Rosa Mona berkata pada Delia."Biar saya yang menyuapinya dok."
"Rosa mau di suapin Mommy saja." ujar Rosa.Mona yang mendengar terlihat kesal dan menatap Delia dengan wajah penuh permusuhan.
"Sayang...dia bukan...."
"Biarkan Mona di suapi mommy nya Mon."Sahut Rey memotong pembicaraan Mona.
__ADS_1
"Tapi Rey..dia...."protes Mona sambil melirik ke arah Rey yang duduk di sofa."Saya yang lebih..."perkataan Mona terpotong saat melihat tatapan Rey yang tajam,melihat itu Mona segera berdiri dan berlalu meninggalkan Rosa dan Delia,dia kearah sofa tempat dimana Rey duduk.
Delia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Mona."Sayang setelah ini Mommy keluar sebentar ya mommy ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Delia sambil menyuapi Rosa.
"Mommy mau kemana?"
"Mommy harus memeriksa pasien lain sayang,Mommy janji setelah pekerjaan Mommy selesai mommy akan kemari lagi menemui Rosa."
"Rosa biarkan mommy menyelesaikan pekerjaan nya dulu,ok." sahut Rey kemudian berdiri menghampiri Rosa dan Delia."Mommy punya banyak pekerjaan sayang,dia juga harus merawat anak- anak yang lain yang ada di rumah sakit ini." bujuk Rey lagi.
"Tapi Rosa mau sama mommy,mommy jangan tinggalkan Rosa lagi." rengek Rosa dengan mata berkaca -kaca.
"Mommy tidak meninggalkan Rosa sayang, mommy hanya pergi sebentar setelah itu mommy kembali lagi."bujuk Delia lagi sambil mengusap lembut rambut Rosa.
__ADS_1
"janji."ucap Rosa sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
"janji."balas Delia dan mengulurkan jari kelingki gnya juga yang kini berkaitan dengan jati krlingking Rosa.
Mihat adegan di depannya membuat Mona jengah dan semakin membenci Delia,seakan Delua adalah musuh bebuyutannya.Dia tidak rela Delia dekat dengan Rosa yang juga artinya akan le ih dekat dengan Rey karna Mona tau seberapa sayangnya Rey pada Rosa.
"Baiklah karna buburnya sudah habis sekarang Rosa istirahat dan mommy keluar sebentar ya." ucap Delia sambil menyimpan mangkok kosong di atas meja samping ranjang Rosa.Delia kemudian berdiri dan hendak pergi namun baru saja ingin melangkah tangannya di tarik Rosa.
"Jangan lama-lama..Rosa akan menunggu mommy." ujar Rosa
Delia menatap wajah Rosa dan menangkupkan kedua tangannya pads waja Rosa kemudian mencium dahi Rosa entah kenapa ada perasaan aneh di hatinya,perasaan yang tak bisa di ungkapkan,namun rasa sayang tulus itu menyeruak begitu saja pada Rosa.
"Baiklah.."Delia melepas ciumannya dan beralih mencium kedua pipi Rosa,kemudian setelah itu dia berdiri dan menatap Rey yang berdiri di depan." saya permisi dulu,hubungi saya segera jika terjadi sesuatu.Mendengar titah Delia Rey hanya mengangguk dan tersenyum tipis.Delia kemudian melangkah keluar namun saat di depan sofa langkahnya terhenti dan menatap Mona yang duduk di sofa dengan wajah tak bersahabat." Permisi nona." ucap Delia namun Mona hanya menatapnya dengan sinis,Delia kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan Rosa.
__ADS_1