
Ibu Rey melepas pelukannya,lalu menatap suaminya dengan tak percaya,matanya memerah menahan segala rasa yang di simpannya seorang diri.
"Aku pikir kamu telah berubah pa,mengajakku berdamai dengan keadaan dan memulai segalanya lagi,aku pikir kamu telah menyadari segala kesalahanmu,dan ingin berdamai dengan Rey ,aku salah....aku salah ...aku salah mengira,aku lupa jika suamiku adalah seorang Gunawan Pratama." Air mata ibu Rey kini tumpah ia tak mengira suaminya akan berbicara jahat seperti itu,tak adakah rasa sayang lagi pada putranya,rasa sayang yang selalu ia tunjukkan dulu, sebelum rahasia besar itu terungkap.
"Aku hanya ingin keluarga ku hidup damai dan tenang,aku hanya ingin istriku tak terus-menerus di dera kesedihan yang tak berkesudahan,aku hanya ingin semuanya kembali baik-baik saja,apa itu salah Sukma...apa itu salah jika suami mu ini meminta Sukma yang dulu?"
Ibu Rey menggeleng pelan lalu mundur secara perlahan.
"Secepat itukah kasih sayang mu hilang pada Rey, padahal dulu kamulah yang begitu menyayangi nya,bukankah kamu yang membawa Rey kecil masuk kerumah ini,bukankah kamu yang memintaku untuk menerimanya,memintaku untuk memperlakukannya seperti putraku sendiri dan aku melakukan itu,aku membesarkannya dengan kedua tanganku sendiri dan sekarang kamu menyuruhku untuk melupakannya, melupakan putraku,jahat kamu. Apa dendam mu itu begitu besar hingga kamu tega ingin memisahkan seorang ibu dari anaknya ,,apa lagi yang kamu harapkan,bukankah kamu telah mendapatkan segalanya,lalu apa lagi pa, bersyukurlah Rey tidak menuntut tanggung jawab padamu.Seberapa besar api kebencianmu pada saudaramu sendiri,ingat sekalipun Rey tidak lahir dari rahimku,tapi dia adalah putraku,sekeras apa pun kamu menolaknya dia tetaplah putraku...putraku." Ucap ibu Rey dengan suara sedikit meninggi,kali ini dia tidak akan diam saja jika suaminya itu menyuruhnya melupakan Rey,ikatan nya dengan Rey begitu kuat sekalipun saat ini mereka tak bersama.
Tak ingin terlibat perdebatan yang menguras emosinya ,ibu Rey berlalu meninggalkan suaminya itu.
"Mau tidak mau,suka atau tidak aku tidak ingin di rumahku ini nama Rey masih di sebut dan di kenang." Ucap ayah Rey membuat istrinya yang baru saja turun dari tangga menghentikan langkahnya. Air matanya semakin mengucur deras,rasanya ia a ingin berteriak dan memaki suaminya itu tapi bibirnya tak mampu lagi berucap,lidahnya keluh hati suaminya begitu keras,entah apa sebabnya padahal suaminya dulu tak seperti ini.
Perubahan itu terjadi saat ketika semua rahasia kematian ayah kandung Rey terkuak.Ataukah sifat asli sang suami seperti ini.Lalu sikap manis dan penuh kasih sayang yang bertahun-tahun lalu yang ia tunjukkan apakah itu hanya untuk menutupi kesalahannya di masalalu.
Ibu Rey kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga meninggalkan suaminya yang masih berdiri mematung di tempatnya.
__ADS_1
...****************...
5 tahun telah berlalu,semua telah berubah dan menjalani hidup mereka masing-masing. Vio dan Revan pun masih tinggal di Jerman,Revan pun sudah bekerja di perusahaan milik Rey di Jerman sedangkan Vio ia sudah bekerja di salah satu rumah sakit di Jerman rumah sakit tempatnya di rawat dulu,ia kini berprofesi sebagai dokter bedah di bawah pengawasan Ramon,dan orangtua Rey pun sudah berada di Jerman ,lima tahun yang lalu ayah Rey telah memutuskan untuk tinggal di Jerman.Perusahaan miliknya yang ada di Indonesia di serahkan pada orang kepercayaan nya,sejak Rey keluar dari rumah orang tuanya,ia sudah melepas segala fasilitas termasuk perusahaan ayahnya itu.
Rey memilih mengurus perusahaan nya sendiri dan juga perusahaan ayah kandungnya yang sempat di kuasai oleh ayah Mona.
Kondisi Rosa pun mulai membaik, ia kini mulai bisa melakukan aktivitas sehari-hari tapi walau begitu dia masih harus berada di bawa pengawasan dokter.Usianya pun sudah memasuki sebelas tahun,ia mulai paham akan masalah yang menimpa keluarganya tapi ia tak bisa berbuat apa-apa sekalipun ia ingin protes opa nya tidak akan mengabulkan keinginannya untuk bertemu dengan Rey.Sudah berkali-kali Rosa meminta untuk bertemu dengan Rey tapi keinginan nya tak pernah sekalipun tercapai.Sedangkan sang Oma pun sama dengannya tak bisa berbuat apa-apa.Ibu Rey hanya bisa menangis dalam diam dan memendam rasa rindu yang begitu mendalam untuk sang putra yang sudah bertahun-tahun lamanya tak sekalipun mereka bertemu.
Ayah Rey mempunyai hotel di Jerman yang dulu di kelola oleh Rey tapi kini Rey telah melepaskan nya jadi selama berada di Jerman ayah Rey yang akan turun langsung untuk mengelolanya,dulu semua anak perusahaannya di percayakan pada Rey,dia hanya mengontrol nya saja.
Sedangkan Rey dan Vio pun kini memulai hidupnya bersama dengan keluarga kecilnya,mereka kini memiliki seorang putra berusia lima yang begitu tampan dan menggemaskan.
"Pagi Mommy and Daddy." Sapa seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun ,ia terlihat begitu tampan dan menggemaskan dengan memakai seragam TK nya ,anak laki-laki itu berjalan menuju meja makan dimana kedua orangtuanya sudah ada di sana .
"Pagi sayang,anaknya Mommy." Ucap Delia lalu mengecup pipi putra kecilnya itu.
"Ih...Mommy Kenan sudah besar..." Protes Kenan sambil mengusap pelan pipinya bekas ciuman sang ibu. Kenan yang tak lain adalah putra Delia dan Rey.
__ADS_1
Sedangkan Rey hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya pelan melihat tingkah konyol putranya itu.
"Halli Boy." sapa Rey .
Kenan lalu duduk di kursi yang berada di samping sang ibu.
Delia mengoleskan selai di selembar roti tawar lalu di taruh di piring sang putra ,setelah itu ia pun menuangkan segelas susu dan menaruhnya di samping piring milik Kenan.
" Kenan ikut Daddy dan Mommy ya pagi ini." Ucap Kenan sambil memakan rotinya.
"Boleh,tumben mau ikut dengan Mommy dan Daddy biasanya kalau di ajak nggak mau." Ucap Rey
"putra mama nggak lagi bikin kesalahan kan?" Ucap Delia,bukan tanpa alasan Delia mengatakan seperti itu, pasalnya Kenan biasanya tak ingin di antar oleh kedua orang tuanya alasan nya karena dirinya tak mau dikatakan oleh teman-temannya anak mami ia hanya di antar oleh sang sopir saja.
Sejak melahirkan Delia memang tak pernah memakai jasa baby sitter,ia membesarkan Kenan dengan kedua tangannya sendiri dan di bantu oleh sang suami,dan sejak hamil tua ia pun berhenti bekerja hingga usia Kenan tiga tahun.Setelah Rey merasa Kenan sudah bisa di tinggal ia pun membangun kan klinik untuk Delia yang dekat dengan mansion miliknya.
Meski Delia di sibukkan dengan tugasnya sebagai dokter tapi ia tak pernah mengabaikan kewajibannya sebagai istri dan ibu.Delia selalu berusaha untuk mengurus suami dan putranya dengan tangannya sendiri,jika pun ada pelayan mereka hanya membantu beres-beres rumah dan untuk urusan masak Delia yang akan turun tangan sendiri dan tentu saja ada pelayan yang membantunya.
__ADS_1
"Tidak Mom,tapi hanya sedikit ." Ucap Kenan takut -takut.
Rey dan Delia saling berpandangan dan mengerutkan kedua alisnya bingung dengan jawaban sang putra .