
Rey memarkirkan mobil di halaman parkir cafe yang berada di seberang rumah sakit,Delia turun dari mobil kemudian di susul oleh Rey,mereka memasuki cafe yang terlihat ramai pengunjung,Delia dan Rey masih berdiri di pintu masuk sambil mencari meja kosong.
"Ayo ,kesana...!"ajak Rey saat matanya melihat meja yang masih kosong di sudut cafe,Delia mengangguk dan mengikuti langkah kaki Rey.
Rey menarik kursi untuk Delia,lalu dia menarik kursi yang berada di depan Delia duduk.Keduanya masih saling berdiam diri dengan fikiran masing-masing.
3 menit berlalu mereka habiskan hanya dengan berdiam diri tanpa ada yang membuka pembicaraan.
" mau pesan apa pak/Bu?" Tanya seorang pelayan cafe pada Rey dan Delia,pelayan itu lalu memberikan buku menu pada Rey dan Delia.
" Kamu mau pesan apa?" tanya Rey pada Delia.
"samakan saja dengan pesananmu."
"baiklah,saya pesan ini...ini..dan ini." Rey memilih beberapa menu untuk dua orang.
"baiklah,silahkan di tunggu pak,kami akan segera mengantar pesanan anda." ujar Pelayan itu lalu berlalu meninggalkan meja Rey dan Delia.
" Kamu mengajakku hanya untuk duduk dan makan di sini?" Tanya Delia sedikit kesal karna Rey hanya membuang waktu istirahatnya.
"hemmm,itu..."
"itu apa hach,kau membuang waktu istirahatku saja,jika tidak ada yang penting sebaiknya aku pulang saja ,aku ingin istirahat aku benar-benar lelah." sambungnya lagi dan ingin beranjak dari kursinya.
"Duduklah,ada yang ingin aku bicarakan dan sangat penting." ucap Rey dan mempersilahkan Delia duduk kembali di kursinya,Delia menghela nafas kasar pria di depannya ini benar-benar menyebalkan dan pemaksa pikir Delia.
"Bicaralah." seru Delia setelah duduk kembali di kursinya
"kita makan dulu."
"kau..."
__ADS_1
"kamu pasti lapar,seharian mengurus banyak pasien."
"Aku tidak lapar,bicaralah aku lelah mau istirahat."
"Baiklah,heemmm..."
"Silahkan pak/Bu."ucap pramusaji yang datang membawa pesanan mereka,Rey dan Delia mengangguk bersamaan.
"terimakasih."ucap mereka bersamaan.
Pramusaji berlalu meninggalkan keduanya dengan hidangan pesanan Rey.Delia yang melihat makanan yang di pesan Rey mengerutkan keningnya menatap makanan yang tersaji.
"Apa kita makan makanan ini saja."lirih Delia namun masih bisa di dengar oleh Rey.
Rey menatap makanan yang tersaji di depannya lalu menatap ke arah Delia yang terlihat tidak berselera.
"Katanya samakan saja dengan ku."
iya,tapi bukan daun-daunan seperti ini juga kan,memangnya kita kambing."
"kamu dokter kan."ucap Rey penuh penekanan.
"iya."
"Apa kamu tidak mengetahui makanan di depan mu itu adalah makanan sehat."
"Iya sehat,tapi ini bukan seleraku,aku tidak menyukai daun-daunan ini."
Rey menghela nafas berat mendengar ucapan Delia,ia tak pernah berfikir Delia tidak menyukai salad yang ia pesan,karna menurut pengetahuan nya makanan yang tersaji di meja mereka adalah makanan favorit semua wanita tapi wanita yang duduk di depannya ini berbeda.
"Kalau kamu tidak menyukainya,kenapa menyuruhku memesannya."
__ADS_1
"Aku tidak menyuruh mu memesan makanan seperti itu."
"Lalu tadi kenapa mengatakan samakan saja dengan pesananmu."
" Mana aku tahu kamu pesan makanan kambing seperti ini,aku pikir kamu pesan makanan berat."
Rey menghela nafas berat menghadapi kelakuan Delia,bisa-bisanya dia mengatakan makanan kambing.
"ya,sudah kamu pesan yang lain saja."
"baiklah."
Delia memanggil pelayan yang kebetulan lewat dekat dari mejanya.
"iya Bu,ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan tersebut saat sudah berada di sisi Delia.
"saya mau pesan ini,ini,ini..ini...dan ini." Seru Delia menunjuk beberapa porsi menu yang ada di buku menu.
" baiklah,silahkan di tunggu,segera pesanan ibu kami antar." pelayan itu berlalu meninggalkan meja Delia.
" Kamu vegetarian." tanya Delia saat melihat Rey tengah asyik memakan makanannya.Rey sejenak menghentikan suapannya lalu beralih menatap Delia kemudian kembali melanjutkan makannya.
"Tidak juga,tapi kalau waktu menjelang sore saya tidak suka makan berat,saya lebih suka makan seperti ini." jelas Rey sambil mengunyah makanannya.
"ooo." Delia hanya bero riah.
"ini pesanannya Bu." Pelayan meletakkan beberapa menu yang di pesan Delia tadi di atas meja.Rey tersedak melihat pesana Delia yang tertata diatas meja,bagaimana tidak tersedak kalau makanan yang di pesan Delia ada banyak,ada ayam bakar,ayam goreng,ikan bakar ,cumi dan udang,tak lupa nasi dan lalapannya.Rey tak percaya dengan apa yang di lihatnya,sementara Delia sudah asyik sendiri memakan semua pesanannya dengan lahap.Rey merasa tiba-tiba kenyang melihat Delia.
" Kamu memakan semua ini,kamu bisa menghabiskannya?" ucap Rey tak percaya dengan porsi makan Delia.
"Kenapa? kamu tidak sanggup membayar ini,aku akan membayar nya sendiri." Ujar Delia dengan mulut menggembun karna mulutnya penuh dengan makanan.
__ADS_1
Rey mendesah kasar,sepertinya Delia tidak mengenal Rey dengan baik...bisa-bisanya dia mengatakan Rey tak bisa membayar pesanannya,jangankan makanan,cafe dan seisinya saja Rey sanggup membelinya dengan sangat mudah. Doa hanya tak habis fikir bagaimana bisa porsi makan Delia sebanyak ini karna tubuhnya yang mungil tidak menampakkan bahwa wanita di depannya ini sangat suka makan.
Rey tersenyum sendiri melihat tingkah Delia yang makan begitu lahap.