Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 47


__ADS_3

" Bos,hari ini kita ada pertemuan dengan klien." Ucap Dion yang kesekian kalinya mengingat kan ,pasalnya sejak bos nya itu menikah,dia sudah tidak mengutamakan pekerjaannya lagi ,bahkan Dion yang selalu turun tangan jika bosnya itupergi meski pekerjaannya bertumpuk.


" Iya,Dion saya ingat itu,kamu tidak perlu mengulangnya terus menerus."


Dion menghela nafas kasar." Di ulang berkali kali saja bos selalu mengabaikan pertemuan dengan rekan bisnisnya,apalagi tidak di ingatkan." Bathin Dion.


" O ya , aku mau ke rumah sakit sebentar menemui istriku." Rey beranjak dari duduknya,ia sudah begitu merindukan istrinya padahal baru saja mereka berpisah dan sore nanti pasti akan bertemu.Tapi bagi Rey ia selalu merindukan istrinya itu.


Dion hanya bisa terdiam menahan kesal karna tingkah bosnya yang semakin aneh ini.


" Tapi bos , lima belas menit lagi pertemuan kita,mereka sudah menuju ke restoran tempat yang sudah kita sepakati." Kali ini Dion tidak akan membiarkan bos nya itu meninggalkan pertemuan penting ini.


Rey menatap Dion dengan wajah yang masam karna Dion menggagalkan rencananya,ia kemudian kembali duduk di kursi kebesarannya itu.


" Akhir - akhir ini aku perhatikan sepertinya kamu sudah mulai sering membantahku."


Dion yang mendengar ucapan bos nya itu hanya berdiri terdiam,ia tidak ingin membantah bos nya lagi.


"Siapkan semua berkasnya."


"Semua sudah siap bos,kita tinggal berangkat saja."


" CK...kamu selalu saja membuatku kesal." Rey beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruangannya Dion yang masih setia berdiri di posisinya,ia hanya menatap bosnya yang sedang merajuk itu,lalu ikut melangkah mengikuti sang bos .


Dion masuk kedalam mobil dan duduk di bagian kemudi, sejenak ia melirik sang bos yang sudah duduk di bagian belakang dengan wajah yang di tekuk.


"Bos ini kalau sedang merajuk seperti anak kecil saja." Batin Dion lalu kembali menatap ke arah depan dan menjalankan mobilnya.


Mobil memasuki halaman restoran mewah yang akan di kunjungi Rey dan Dion untuk bertemu dengan rekan bisnis mereka.

__ADS_1


Dion dan Rey berjalan memasuki restoran mewah itu yang terlihat ramai pengunjung,saat berada di pintu masuk Rey menatap isi keseluruhan restoran itu,ia agak risih dengan keadaan sekitar lalu menoleh kearah Dion yang juga tengah menatap para pengunjung yang sedang bersantap siang.


Dion yang menyadari tatapan Rey kemudian tersenyum kikuk karna suasana hati bosnya terlihat tidak baik-baik saja,Dion menyadari jika bos nya itu tidak menyukai keramaian dalam bentuk apa pun.


" Kita akan rapat di ruang VIP bos." Ujar Dion cepat sebelum bis nya itu mengeluarkan protes dan memgomelinya sepanjang hari.


Rey lalu meninggalkan Dion begitu saja menuju ruang VIP yang di tunjuk Dion tadi,Dion hanya menggeleng pelan melihat tingkah aneh bos nya itu.


Dion dengan cepat membukakan pintu ruang VIP bos itu untuk bosnya,saat pintu terbuka terlihat beberapa orang yang sudah duduk di sana menunggu mereka,terlihat seorang wanita cantik nan seksi serta dua orang pria yang satu sekitar seumuran Dion dan yang satunya seumuran ayahnya.


Rey berjalan menuju kursi kosong yang telah di sediakan lalu di ikuti oleh Dion yang duduk di sisinya.


"Langsung saja."Ujar Dion tidak ingin berbasa basi saat melihat rekan bisnisnya itu ingin mengucapkan sesuatu,Dion yang sudah hafal betul kelakuan para relasi nya itu tidak ingin membuang waktu untuk basa basi.


Tanpa basa basi akhirnya mereka membahas proyek yang akan mereka kerjakan , waktu terus berjalan akhirnya meeting mereka selesai, Rey dan Dion segera beranjak dari duduknya meninggalkan ruang meeting mereka namun,baru saja Dion ingin membukakan pintu untuk Rey suara seorang wanita menghentikan mereka.


" Apa kah anda tidak ingin menghabiskan makan siang bersama kami?" Ujar wanita yang bernama Tania itu,suaranya terdengar begitu manja.


Baru saja melangkah keluar ,Rey yang masih kesal kembali di buat terkejut dan kali ini ia tidak bisa lagi menahan amarahnya saat melihat seseorang yang begitu ia kenal tengah duduk makan siang bersama seorang pria yang tidak begitu asing dalam pandangan nya,dengan tangan yang terkepal dan amarah yang menguasai hatinya ia melangkah menuju tempat dua orang yang berlawan jenis itu di sertai dengan tawa yang menghiasi keduanya .


" Delia...." Ujar Rey saat sudah berada di sisi Delia yang tengah duduk menghadap lawan jenisnya itu.


Delia yang mendengar suara yang begitu familiar di telinganya menoleh ke samping tempat Rey berdiri dengan tangan di masukkan ke kantong celana bahan yang di pakainya.


Seketika Delia membelalakkan matanya saat melihat suaminya dengan wajah yang tidak bersahabat lalu matanya melihat Dion yang berdiri di belakang suaminya,Delia kembali menatap suaminya lalu tersenyum kikuk tiba - tiba ia merasa merinding


"Ka.....kau..." ucap Delia terbata lalu berdiri dari duduknya .


" Ngapain kamu?" Tanya Rey,dia belum melihat wajah pria yang duduk bersama Delia tadi karna fokusnya hanya pada istrinya itu.

__ADS_1


"Rey....?" Ucap pria itu ,Rey yang mendengar suara itu menoleh ke sumber suara yang menyebut namanya dan dengan sedikit terkejut ia meihat pria yang tengah duduk bersama istrinya itu.


" OOO....kamu rupanya." Seru Rey dengan tatapan tajam seakan ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.


" Akhirnya kamu keluar juga dari persembunyianmu,apa kamu sudah lelah bersembunyi?" Lanjut Rey sambil mengitari kursi yang di duduki oleh pria yang bersama Delia .


"Aku tidak bersembunyi." Ucap Boy dengan menahan kesal ,ya pria yang bersama Delia itu adalah Boy musuh bebuyutan Rey saat masih kuliah dulu bahkan hingga saat ini mereka masih bermusuhan.


Melihat Boy, Rey yang masih di landa amarah semakin marah karna ternyata pria yang bersama dengan istri nya itu adalah pria yang sangat ia benci .


Rey kembali menatap Delia yang masih duduk yang di liputi keheranan,dis tidak berani mengucapkan sepatah kata apalagi ingin bertanya,melihat raut wajah Rey yang sedang tidak bersahabat itu dia cukup tahu diri,Delia sudah begitu mengenal karakter suaminya itu saat berada dalam mode tak bersahabat seperti saat ini,ia cukup Diam dan mendengarkan saja .


Rey berjalan ke arah Delia lalu menarik tangan Delia dengan sedikit kasar yang membuat Delia sedikit meringis akibat tarikan suaminya .


"Berhenti." Ucap Boy saat melihat Delia berdiri akibat tarikan tangan Rey,Boy yang terpancing tidak terima akan perlakuan Rey pada Delia , menahan tangan Rey lalu melepaskan genggaman Rey pada lengan Delia .


Rey semakin tidak bisa menahan amarahnya, akhirnya menghantam Boy dengan memukul perutnya,seketika Delia panik dengan apa yang terjadi di depan matanya,sedangkan Dion dengan segera menahan tubuh Rey yang hendak memukul perut Boy lagi .


Delia begitu ketakutan melihat perilaku Rey ,is tidak pernah melihat Rey semarah ini sampai memukul seseorang dan membuat keributan di tempat umum .


manager restoran itu berlari untuk melerai keributan,ia tentu tahu dua orang pria yang tengah beradu otot itu.


" Lepas Dion..." Teriak Rey yang tak terima tubuhnya di tahsn oleh Dion.


Sementara Boy hanya tersenyum kecut sambil mengelus pelan perut nya .


"Bahkan kamu masih sama Rey." Ucap Boy lalu mendekat pada Delia dan mengajaknya untuk pergi .


Delia kini merasa bingung ,ia tidak tahu harus melakukan apa,di satu sisi dia tidak mungkin meninggalkan Rey yang tengah di selimuti amarah,dan di kain sisi ia juga tidak bisa meninggalkan Boy yang sedari tadi bersama nya .

__ADS_1


.


__ADS_2