
"Ada angin apa yang membawa mu tiba-tiba kerumah ini,papa pikir kamu sudah tidak memerlukan kami lagi." Ucap ayah Rey sambil duduk di sofa.
"Pa..." Tegur ibu Rey pada suaminya karna sudah berbicara yang tidak-tidak,namun ibu Rey juga memaklumi akan ucapan suaminya itu karna begitu kecewa pada Rey,putra kebanggaannya.
"Duduk...Rey,mama kangen kamu kemana saja sayang,tidak memberi kabar pada kami." Lanjut ibu Rey lagi,ia lalu menarik pelan tangan Rey dan membawanya duduk di sofa.
"Maaf ma pa,Rey saat itu ada pekerjaan penting."
"Benarkah,kok papa merasa ada yang kamu sembunyikan dari kami."
Rey menghela nafas berat, seharusnya Rey sadar siapa ayahnya itu,dengan informan - informan terpercaya ayahnya, seharusnya ayah sudah tahu kabarnya saat ini,tapi mengapa ayahnya itu tetap diam saja .Rey lalu menunduk memikirkan kata yang cocok untuk di pakainya memulai obrolan dengan kedua orang tuanya.
"Apa benar kamu memutuskan pertunangan mu dengan Mona?" Tanya ibu Rey ,Rey yang mendengar pertanyaan ibunya itu tidak terkejut,ia sudah menebak kalau orang tuanya sudah tahu,tapi kenapa mereka masih diam saja itu yang membuat Rey tak mengerti.
"Iya."
Ada kekecewaan yang di rasakan kedua orang tua Rey saat mendengar jawaban langsung putranya.
" Kenapa?" Tanya ibu Rey lagi, sementara ayahnya hanya diam mendengarkan saja.
"Rey tidak mencintainya ma."
"Tapi kenapa baru sekarang kamu mengatakan nya, kenapa tidak menolak nya sejak awal?" Ibu Rey menyayangkan atas tindakan Rey yang menurutnya sudah terlambat.
" Kamu tahukan, nama baik keluarga kita dan keluarga Mona sedang di pertaruhkan saat ini,dan semua itu berada di tanganmu."
__ADS_1
"Tapi Rey tidak mencintainya ma,Rey sudah mencoba tapi Rey tak bisa."
Mendengar ucapan Rey,ayah Rey tiba - tiba saja menggebrak meja dengan tangan nya,ia begitu menahan amarah dan kecewa nya saat ini.
Rey dan ibunya yang sedang berbincang terlonjak kaget di buatnya.Rey menyadari saat ini ayahnya sedang di selimuti amarah yang sangat besar .
"Siapa wanita itu?" Tanya ayah Delia to the point,ia bukan orang yang pandai berbasa-basi.
Rey menoleh ke arah ayah nya.
"Delia..." Jawab Rey penuh keyakinan.
"Maaf jika Rey mengecewakan kalian,tapi kali ini Rey tidak akan melepaskan nya,Rey sangat mencintainya."
" Jadi dia dokter itu?" Lirih ibu Rey ,ia teringat saat Rey mencurahkan segala isi hatinya padanya saat itu .
Ayah Rey lalu berdiri dari duduknya.
"Akhirnya kamu membuktikan jika kamu bukan darah dagingku." Ucap ayah Rey ,yang membuat ibu Rey seketika menggeleng tak percaya akan ucapannya, sementara Rey hanya terdiam membisu dengan tatapan kosong dan perasaan yang tak bisa di tebak,ia begitu terluka mendengar ucapan ayah nya itu.
"Pa...apa yang kamu katakan,jangan berkata seperti itu." Lirih ibu Rey,ini yang dia takutkan dan hari ini ketakutan nya itu menjadi nyata.
Rey masih terdiam,ia kehilangan kata- kata walau hanya sekedar membalas ucapan ayahnya, sementara ayah Rey masih menahan amarah dan juga kesedihan.
"Apakah itu artinya papa sudah tak mengakui Rey lagi?" Tanya Rey sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati ayahnya.
__ADS_1
"Apakah saat ini aku bukan lagi putramu?" Lanjut Rey lagi,air matanya kini tak dapat di tahannya lagi.
Flash back on
Tiga puluh tahun Rey hidup di dunia ini,dan di umur 3 tahun Rey di adopsi orang tuanya saat ini,saat orang tua kandung Rey meninggal karna kecelakaan.Rey yang saat itu sudah yatim piatu di ambil oleh tuan Handoko dan nyonya Sukma.Sebenarnya ayah kandung Rey adalah kakak tuan Handoko,yaitu Bramantyo Pratama tapi Bramantyo Pratama tinggal di Singapura bersama anak dan istrinya, sementara Handoko Pratama tinggal di Indonesia,walau bersaudara tapi hubungan mereka tidak sedekat seperti layaknya saudara kandung.
Namun saat ayah kandung Rey berkunjung ke Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya sebuah kecelakaan menimpanya dan juga istrinya beserta putra kecil mereka yaitu Rey kecil,saat itu mereka dalam perjalanan dari bandara menuju ke perusahaan yang akan mereka resmikan tapi di tengah jalan entah mengapa mobil yang mereka tumpangi tiba+tiba kehilangan kendali dan terjadilah kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua Rey sementara Rey sendiri selamat karna berada dalam dekapan sang ibu .
Dan saat itu juga Handoko dan istrinya membawa Rey kerumah mereka dan tinggal bersama mereka, sementara perusahaan yang tak sempat di resmikan itu ,Handoko lah yang meresmikan nya dan kini di kembangkan oleh Rey.
Handoko sendiri mempunyai seorang putra yang telah menikah,namun sayang putra dan menantunya itu meninggal,menantu Handoko meninggal saat berjuang melahirkan Rosa ke dunia,tapi saat Rosa lahir kedunia ,ibu Rosa tak bisa bertahan akibat pendarahan hebat pasca melahirkan yang kemudian membawanya pada kematian, sementara itu putra tuan Handoko berubah jadi tak waras saat kehilangan istri yang sangat di cintainya itu,hidupnya hanya di habiskan untuk minum- minum hingga sebuah tragedi menimpanya,ia mengakhiri hidupnya dengan cara menjatuhkan dirinya dari apartemen nya yang berada di lantai 20 dan meninggalkan sebuah surat untuk Rey agar Rey menjaga dan menyayangi putrinya ,itulah mengapa Rey begitu mencintai Rosa dan mencurahkan segala kasih sayangnya pada Rosa.
Flashback off
"Apa kamu tahu,siapa wanita itu,darimana asal usulnya, keluarga nya apa kamu mengetahui semua ini,apa kamu juga memikirkan bisa tidak wanita itu menyesuaikan diri dengan keluarga kita,menjaga nama baik keluarga kita apa kamu memikirkan itu?" ujar ayah Rey dengan suara sedikit tinggi.
Sementara Rey yang mendengar kan semua ucapan ayahnya hanya terdiam.
"Aku tidak tahu semua itu,aku hanya tahu aku mencintai nya dan menikahinya."
"Kami sudah menikah."
Plaaaaakkkkk sebuah tamparan keras mendarat di wajah Rey,untuk pertama kali dalam hidupnya ayahnya menjatuhkan tangannya pada tubuhnya,dan itu membuat Rey semakin terluka, sementara ibunya hanya terdiam sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya di iringi dengan derai air mata,tak menyangka jika suaminya itu akan menampar Rey.
Ayah Rey yang menyadari tindakan nya ,segera berlalu meninggalkan Rey dan istrinya yang masih mematung.
__ADS_1
Ibu Rey berjalan mendekati Rey sambil mengusap pipi Rey bekas tamparan suaminya itu.
" Maafkan papamu,dia hanya kecewa.. percayalah semua akan baik - baik saja,mama akan berbicara dengan papa mu." Bujuk ibu Rey pada putranya itu,lalu Rey menjatuhkan tubuhnya kepelukan sang ibu untuk mengeluarkan segala isi hatinya,air matanya pun tumpah di bahu sang ibu.