
Hening .... kedua manusia berbeda genre itu masih terdiam dengan pikiran masing - masing , sejak meninggalkan kediaman orang tua Rey keduanya belum membuka percakapan .
" Hhhhmmmm ." Dehem Rey memecah keheningan .
" Apa kamu tinggal seorang diri di kota ini..?" ujar Rey , namun tatapannya tetap fokus kedepan .
Delia yang di tanya pun melirik kearah Rey sebentar lalu kembali menatap pemandangan di depannya .
"Anda bertanya pada saya ?" Tanya Delia menunjuk dirinya sendiri .
Mendengar pertanyaan Delia Rey menoleh ke arah Delia , sementara orang yang di tatap tengah asyik memandang pemandangan yang ada di depannya seolah pertanyaannya tidak ada yang salah . Rey masih menatap Delia dengan sedikit kesal di dalam mobil ini hanya ada dirinya dan Delia saja lalu kenapa gadis ini bertanya apakah dia bertanya padanya ,jika bukan padanya lalu pada siapa Rey bertanya apakah pada setir yang sedang di pegangnya .
" Tidak... aku bertanya pada setir ini ." jawab Rey asal.
"oohhh..." singkat Delia .
" hach....." kedua mata Rey membola seakan ingin keluar dari tempatnya . Apakah gadis ini benar - benar seorang dokter yang tidak mempunyai kepekaan sedikit pun dengan sekitarnya .
" Tentu saja aku bertanya pada mu , apakah kamu melihat ada orang lain selain kita di mobil ini ?" ujar Rey kesal dan sedikit frustasi .
" kenapa tidak mengatakan jika kamu bertanya pada ku,aku kan tadi bertanya apa kamu bertanya padaku , tapi kamu bilang tidak, malah mengatakan bertanya pada setir itu ".tunjuk Delia pada setir yang di kemudikan Rey . Rey yang mendengar pernyataan Delia melongo tak percaya .
" Apa kah kamu punya otak ".
Delia yang mendengar itu kesal dan memukul lengan Rey dengan keras . Dia tidak terima di katakan apakah dia punya otak .
"auhg.....sakit ." Ringis Rey sambil memegang lengannya yang tadi di pukuli Delia .
"Kenapa kamu memukulku ?" bingung Rey yang terkejut mendapat serangan tiba - tiba dari Delia .
" Apakah kamu pikir jadi dokter itu tidak menggunakan otak ." kesal Delia yang tidak terima dengan perkataan Rey .
" Aku tidak akan mendapat beasiswa dan menjadi dokter jika aku tidak punya otak ." lanjut Delia lagi. Mendengar ocehan Delia padanya Rey hanya terkekeh gadis di sampingnya ini benar - benar tingkat kepekaannya sangat rendah , gadis ini sangat polos pikirnya , dan itu membuat Rey semakin tertarik padanya .
" Baiklah , ibu dokter yang pintar . Sekarang jawab pertanyaanku tadi ."
__ADS_1
" Pertanyaan yang mana ?"
driiiiitttttt ...... tiba - tiba saja Rey mengerem mobilnya secara tiba - tiba yang membuat Delia hampir saja mencium dasboard di depannya untung saja dia memakai seatbealt .
" jika ingin berhenti jangan mendadak , bagaimana kalau tadi aku terbentur ?" kesal Delia pada Rey sementara Rey masih melongo tak percaya pada gadis di sampingnya yang terus saja berbicara sendiri . Delia bahkan tidak merasa bersalah yang karna kata - katanyalah yang membuat Rey tiba - tiba mengerem mobilnya secara tiba - tiba ,ada rasa kesal ,sebal dan juga lucu yang Rey rasakan saat ini ,baru beberapa jam bersama gadis ini dirinya sudah dia buat frustasi .
hhuuuuggg hhaaaachh Rey menghirup udara sejenak dan merilekskan pikirannya kemudian kembali menjalankan mobilnya .
"Apa kamu tinggal sendiri di kota ini ?" tanya Rey lagi mengulang pertanyaannya."Saya bertanya pada mu sekarang jawab ."
" iya..." singkat Delia
1 2 3 4 ......Hening Rey yang sedari tadi terdiam menunggu kelanjutan jawaban Delia tak punya tanda - tanda jawaban itu akan berlanjut yang membuat Rey memegang pelipisnya menahan kesal .
"iya apa ?"
"iya "
Rey sudah tak sabar lagi menghadapi gadis ini .
" iya....iya ..." jawab Delia kesal karna Rey terus saja mengulang pertanyaannya .
Rey terkekeh melihat reaksi Delia yang kesal," kita imbang ." bisik Rey dalam hatinya yang senang membuat Delia kesal juga .
" orang tuamu dan keluargamu tinggal dimana ?" tanya Rey lagi .
"Di kampung ."
Sudah lama di kota ini ?"
" iya ."
Rey kembali kesal dengan jawaban Delia yang singkat tanpa embel - embel .
" Apa jawaban mu bisa panjang sedikit , kenapa jawabanmu sangat singkat sekali . Padahal berbicara itu gratis lho , tidak perlu bayar ."
__ADS_1
Delia terkekeh mendengar ocehan Rey yang menurutnya seperti anak kecil yang sedang merajuk .
" Lalu aku harus jawab apa , pertanyaanmu kan memang hanya membutuhkan jawaban singkat saja ."
" Setidaknya jawablah sedikit menjelaskan ."
" Contohnya ?"
" Saya jadi ragu kamu tidak lulus murni waktu kuliah dulu ."
" Maksudnya..?"
" Bagaimana bisa seorang dokter yang katanya pintar itu , untuk menjawab pertanyaan seperti itu saja perlu penjelasan dan contoh ." kesal Rey gemas pada Delia , ingin rasanya dia mencubit kedua pipi cubby Delia saking gemasnya .
" Tidak ada pelajaran seperti itu saat saya menempuh pendidikan kedokteran ." jelas Delia tak kalah kesalnya karna gelar kedokterannya diragukan Rey .
" Memang tidak ada , tapi setidaknya kamu menjawab pertanyaan dengan benar . Apa selama ini kamu melakukan interaksi dengan teman - temannmu , atau dosen mu atau pasien mu."
" Tidak..."
"Tidak bisakah kamu menjawab dengan sedikit panjang panjang ."
" Ti.......da........kkkkkkkkkkkk....."
" Kenapa kamu berteriak panjang sekali ?" Seru Rey kesal sambil mengelus daun telingannya yang berdengung akibat teriakn Delia .
" Bukankah kamu meminta jawaban yang panjang ." santai Delia tanpa rasa bersalah pada orang yang duduk di sebelahnya sudah mengeluarkan tanduk di kepalanya .
" Kalimatnya yang di perpanjang , bukan suaranya ." Kesal Rey penuh penekanan , kekesalannya sudah naik di ubun - ubun .
k
.
.
__ADS_1