
Terbesit rasa cemburu karna melihat Delia tersenyum lepas saat bersama orang lain terlebih senyum itu iya berikan pada pria yang ingin merebut Delia darinya.
Dengan hati yang di selimuti kemarahan dan kecemburuan,Rey meninggalkan kantin dimana Delia dan Boy tak menyadari kehadirannya.Rey berjalan keluar rumah sakit tempat Delia bekerja ,ia tidak peduli dengan beberapa orang yang menyapanya karna Rey adalah pemilik rumah sakit ini walau ia tidak turun tangan secara langsung untuk mengelolanya karna Rey lebih fokus pada perusahaan nya yang bergerak di bidang properti dan ekspor import.Rey hanya menunjuk dokter kepercayaan nya untuk menangani rumah sakit yang berada di bawah naungan PRATAMA GROUP .
Rey masuk ke dalam mobilnya ,lalu duduk di kursi pengemudi kemudian melajukan mobilnya dengan tak tentu arah.
Sementara itu Delia sudah kembali ke ruangannya setelah menghabiskan waktu berbincang dengan Boy,bahkan Boy menawarkan untuk mengantarkan Delia pulang,tapi Delia menolaknya dengan halus,ia tak ingin membuat masalah baru saat masalah yang satu belum selesai dan juga tidak ingin membuat suaminya itu marah dan cemburu jika mengetahui,namun tanpa sadar Delia telah membuka amarah Rey kembali.
Saat ini Rey sudah begitu kehilangan kesadarannya akibat minum minuman beralkohol di sebuah club terbesar di Jakarta,ia melampiaskan segala perasaannya pada minuman yang mengandung alkohol itu.
"Satu lagi.." Pinta Rey pada seorang bartender yang sedang meracik minuman dan tentu saja bartender itu mengenal seorang Rey yang dulunya adalah pelanggan tetap di club ini,tapi sudah beberapa tahun ini Rey tak pernah lagi berkunjung ke tempat ini dan ini kali pertamanya Rey menginjakkan kakinya di club ini lagi.Sebagai bartender yang sudah berpengalaman menghadapi orang seperti Rey ,ia yakin Rey kini mempunyai masalah yang berat sehingga bersikap seperti itu.
Bartender itu tidak menggubris permintaan Rey,ia justru hanya memberika Rey minuman dingin tanpa alkohol,lalu menelfon Dion menggunakan ponsel Rey yang tergeletak di meja begitu saja.
Setelah berbicara dengan Dion dan mengabari keadaan Rey, bartender itu mematikan ponsel Rey dan menaruhnya di kantongnya untuk Diamankan,ia akan memberikan ponsel Rey itu nanti setelah orang yang baru saja di hubunginya datang menjemput Rey.
Tak berselang lama,Dion telah tiba di club itu,dan menerima Rey yang sudah sangat mabuk berat,bahkan pakaian yang dia gunakan sudah tak lagi rapi seperti semula,Rey juga mengoceh yang tidak jelas,membuat Dion geleng kepala melihat perilaku bosnya itu yang ia yakini sedang ada masalah dengan istrinya ,karna beberapa kali Rey menyebutkan nama Delia.
Dion yang di bantu bartender itu memapah tubuh Rey dengan bersusah payah akhirnya mereka berhasil memasukkan Rey ke dalam mobil.
"Makasih..." Ucap Dion pada bartender itu setelah mereka memasukkan Rey kedalam mobi,lalu Dion memberikan beberapa lembar uang kepada bartender itu sebagai tip dan terimakasih nya karna sudah menjaga Rey selama berad di club.
"Sama - sama tuan."Balas bartender itu sambil menerima uang tip dari Dion.
Dion lalu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan club,ia melirik ke arah belakang untuk melihat keadaan Rey yang sudah begitu sangat berantakan.
__ADS_1
Kurang dari tiga puluh menit , akhirnya Dion tiba di apartemen milik Rey,ia lalu membuka mobil dan membantu Rey keluar dari mobil,kemudian memapah Rey masuk kedalam lift menuju apartemen.
Ting....tong....suara bel berbunyi,membuat Delia yang sedari tadi menunggu kepulangan suaminya itu berlari kecil menuju pintu untuk membuka kan pintu .
Delia begitu terkejut akan penampilan kedua pria yang sedang berdiri di depan pintu,ia ternganga melihat suaminya yang tak sadarkan diri sambil mengoceh tidak jelas.
"Bisa bantu saya nona?"Tanya Dion yang kesusahan menahan beban tubuh bosnya itu,Delia yang syok melihat suaminya dengan segera membantu Dion memapah Rey menuju kamar mereka.
"Huuuuu...." Dion mengambil nafas saat Rey sudah di baringkan di atas tempat tidurnya.
"Baiklah nona,tugas saya selesai, sekarang giliran anda ." Ucap Dion sambil berlalu meninggalkan Mona dan Rey didalam kamar,Delia kemudian mengikuti langkah Dion keluar kamar untuk mengantarkan nya ke depan pintu.
"Terimakasih." Ujar Delia saat Dion sudah berada di ambang pintu,Dion hanya mengangguk sebagai jawaban lalu menghilang di balik pintu .
Delia segera menutup pintu kemudian masuk ke kamar untuk mengurus suaminya itu.
Dengan sedikit ragu Delia membuka ikat pinggang Rey dan membuka kancing celana bahlannya dengan mata tertutup,setelah selesai Delia beralih membuka kancing kemejanya tapi baru saja akan membuka kancingnya tangan Rey tiba - tiba menarik tubuh Delia dan membuat Delia terjatuh menimpa tubuh Rey.
Delia yang berusaha memberontak untuk lepas dari dekapan Rey semakin tak bisa lepas karna Rey juga semakin memperkuat dekapannya,lalu terjadilah sesuatu yang selama ini mereka coba tahan,tapi akhirnya malam ini mereka melakukan malam pertama secara dadakan itu.
Pagi menjelang,Rey membuka perlahan matanya,ia mengucek pelan matanya saat menyadari ada seorang wanita yang tertidur pulas dalam pelukan nya.
Rey menatap Delia dengan senyum bahagia saat mengingat kejadian semalam ,yang akhirnya membuatnya berbuka puasa selama berbulan -bulan mereka menikah.
"Apakah aku harus mabuk dulu baru kamu melakukan kewajibanmu, hach." Lirih Rey sambil mengecup lembut dahi Delia,lalu menatap wajah cantik natural itu begitu lekat.
__ADS_1
"Cantik...." sambungnya lagi sambil mengecup bibir istrinya yang kini menjadi candunya.
"Eeuuuuu..." Lenguhan pelan Delia karna Rey terus saja mengecup bibir merah alami milik istrinya.
Sebenarnya Rey tak benar-benar mabuk semalam,ia sudah sedikit sadar saat Dion mengantarkan nya ke apartemen,Rey yang masih kesal dan cemburu pada apa yang di lakukan Delia itu akhirnya memutuskan untuk tetap terlihat seprti orang yang tengah mabuk berat,ia sudah memutuskan untuk mengambil haknya malam ini ,ia ingin memiliki Delia seutuhnya agar tak ada yang bisa merebutnya lagi dari tangan nya.
Delia membuka matanya lalu menatap Rey yang langsung kembali menutup matanya saat menyadari Delia sudah terbangun.Rey ingin melihat reaksi istrinya itu setelah mereka menjalani malam yang panjang semalam.
Delia menatap Rey yang masih terpejam,kemudian bangun dari tidurnya dan duduk bersandar dengan mata menatap kearah suaminya.
"Menyebalkan,kamu harus tanggung jawab,dasar pemabuk...hach..."Omel Delia yang kesal karena Rey mengingkari janjinya.
"Awas saja jika kamu meninggalkan ku,aku akan menghantui mu." Lanjut Delia lagi yang membuat Rey menahan tawa mendengar Omelan istrinya itu.
"Tentu aku akan bertanggung jawab dan tak akan meninggalkan mu ,karna kini kamu adalah milikku, milik Rey seorang." Ucap Rey sambil membuka matanya lalu mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Delia,Delia yang sedari tadi mengomel **di buat terkejut oleh perkataan Rey yang di kiranya masih tertidur pulas.
"Kau...." Delia menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya selain terkejut ia juga malu karna kini dirinya hanya berbalut selimut saja tanpa sehelai benang pun.
Rey mendekat kan wajah ke wajah Delia, lalu menatap nya dengan penuh cinta.
"Tidak akan ada yang bisa mengambil mu dariku,dan aku tidak akan pernah melepaskan mu." Ucap Rey lalu mengecup pelan dahi,kedua pipi dan bibir Delia.
"Terimakasih..." Lanjutnya lagi dengan raut wajah bahagia.
Delia hanya mengangguk pelan,ia tidak marah dan juga kesal,walau mereka melakukan nya disaat mereka tak merencanakannya tapi Delia bahagia bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri,kini ia sudah menjadi istri Rey seutuhnya.
__ADS_1
Delia beranjak dari duduknya untuk membersihkan dirinya ,walau masih lelah tapi Delia merasa gerah dengan tubuhnya yang lengket akibat melayani suaminya itu untuk pertama kalinya.
"Auuuu..." Delia merasa ada yang mengganjal dan sakit pada selangkangannya,ia kembali duduk untuk menetralisir rasa sakit pada bagian intimnya itu**.