Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 15


__ADS_3

Sudah 1 minggu Rosa keluar dari rumah sakit.Hari ini Delia berjanji akan mengunjungi Rosa di kediaman keluarga pratama.


***


Di tempat yang berbeda Rey sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya,dia ingin cepat pulang ke rumah mengingat Delia akan berkunjung ke rumah orang tuanya.Setelah Rosa keluar dari rumah sakit intensitas pertemuan Rey dan Delia tidak ada.


Tiba- tiba mobil hitam mewah berhenti tepat di depan Delia yang sedang menunggu taksi,Delia yang semula cuek dengan mobil yang berhenti di depannya terkejut setelah melihat sang pemilik mobil tersebut keluar dari mobil dengan langkah gontai dia menghampiri Delia.


"Masuklah."ucap orang itu yang tak lain adalah Rey dia memang sengaja pulang lebih cepat karna ingin menjemput Delia,dengan senyum yang ramah Rey mempersilahkan Delia masuk ke mobilnya.Delia yang melihat sikap Rey mengerutkan dahinya lalu tersenyum tipis membuat jantung Rey berdetak begitu kencang.Wanita yang di cintainya secara diam- diam itu membuatnya semakin terpesona ada sesuatu didalam diri Delia yang membuat Rey seketika jatuh hati pada pandangan pertamanya dengan Delia.Delia yang masih berdiri di samping Rey semakin bingung melihat Rey yang melamun Delia kemudian menggoyangkan tangannya di depan wajah Rey yang membuat lamunan Rey seketika buyar..


"Apa anda baik-baik saja?" tanya Delia dengan sedikit khawatir.


"i...iiya aku baik-baik saja".jawab Rey sedikit salah tingkah ini pertama kali dalam hidup seorang Rey Pratama di buat salah tingkah oleh seseorang terlebih seseorang itu adalah seorang wanita,dalam hati ia merutuki tingkah konyolnya di depan sang pujaan hati.


"Maaf kebetulan tadi saya lewat dan melihat kamu berdiri,saya pikir kamu menunggu sesuatu jadi saya menghampiri mungkin saja saya bisa membantu." lanjut Rey lagi


"Ia pak saya sedang menunggu taksi,mobil saya sedang di bengkel."

__ADS_1


"Kalau tidak keberatan biar saya antar saja kebetulan hari ini saya tidak ada kerjaan jadi pulang cepat".tawar Rey berharap tawarannya langsung di terima Delia karna memang itulah alasan Rey pulang kantor.


"hhhmmm tapi saya bisa sendiri,takutnya nanti merepotkan pak Rey".


"tidak merepotkan sama sekali."lirih Rey sedikit kecewa,melihat sikap Rey membuat Delia tidak enak hati,Delia berfikir sejenak kemudian tersenyum ke arah Rey."Baiklah saya akan ikut pak Rey."


Rey yang tadinya cemberut seketika tersenyum bahagia dengan cepat Rey membuka pintu mobilnya untuk Delia."Silahkan masuk..."


Delia segera masuk ke mobil dan tersenyum lebar yang memperlihatkan barisan gigi putihnya membuat Rey terpesona lagi."Terimakasih."ucap Delia saat sudah berada di dalam mobil.Rey kemudian menutup pintu mobilnya dan mengitari mobilnya untuk masuk ke mobil melalui pintu sebelahnya.


Dalam perjalanan hanya keheningan yang tercipta,tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka fokus pada pikiran masing-masing.Untuk beberapa saat keheningan masih menemani Rey yang fokus menyetir dan Delia fokus melihat pemandangan yang di laluinya.


"O ia hari ini saya ada janji dengan Rosa,saya akan menemuinya di kediaman anda".jawab Delia namun fokus nya tetap pada pemandangan yang sedari tadi di lihatnya.


"Baiklah,jadi tujuan kita sama."


Delia mengangguk lalu tersenyum."jam segini anda sudah pulang kerja?tanya Delia,pertanyaan yang konyol sejenak Delia merutuki kebodohannya.Anda kan bos nya jadi pulang kapan pun tidak masalah." lanjut Delia lagi sambil sedikit tertawa,Rey yang mendengar ucapan Delia membuatnya juga ikut tertawa.

__ADS_1


"Bukan begitu,hari ini saya sedikit tidak enak badan ,jadi saya berfikir untuk pulang lebih cepat ." ucap Rey menjelaskan.Delia merasa tidak enak dengan perkataannya tadi."maaf saya tidak bermaksud."


"Tidak masalah,itu bukan apa-apa jangan khawatir".Sela Rey...


"Saya merasa tidak enak hati, sekali lagi saya minta maaf pak Rey."


"Apa wajah saya terlihat begitu tua." Rey menatap Delia tajam lalu kembali fokus menyetir.


Delia menggeleng pelan.


"usia saya masih 27 tahun dan belum menikah apa lagi punya anak,kenapa memanggilku pak..."Sambung Rey,dia tidak senang dengan panggilan Delia padanya yang seakan panggilan itu memberikan jarak yang terlalu jauh untuknya dan Delia.


"Maaf,kalau tidak di panggil pak saya harus panggil anda apa,tidak mungkin kan saya memanggil anda hanya dengan nama saja itu tidak sopan."


"panggil saya apa saja asal jangan pak itu membuat saya seperti bapak-bapak yang sudah berumur."


Delia terkekeh mendengar ucapan Rey."baiklah tuan Rey."Delia semakin terkekeh dengan ucapannya sendiri,membuat Rey juga ikut terkekeh satu hal yang di tangkap Rey pada Delia ada sifat kemanjaan yang tanpa sadar Delia perlihatkan padanya dan membuat Rey semakin terpikat.

__ADS_1


"Apa saya tuanmu?".seru Rey pura-pura merajuk dan itu membuat Delia semakin terkekeh dan tanpa sadar memegang lengan Rey yang memegang setir mobil,dan sentuhan itu membuat sesuatu yang tertidur tiba-tiba bangun dan membuat sesak.Rey yang menyadari sesuatu pada tubuhnya berdehem dan menyadarkan Delia dengan tingkahnya.Delia yang menyadari sikapnya menjadi salah tingkah dan segera melepaskan tangannya dari lengan Rey.Seketika suasana kembali hening dan bersamaan itu mobil berhenti tepat di hadapan rumah yang berdiri kokoh dan megah."Kita sudah sampai."ucap Rey dan dengan segera dia membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil,sementara Delia masih duduk di mobil dia masih sungkan dengan Rey karna sikapnya di mobil tadi,dia berfikir Rey marah dan salah paham padanya.


tok...tok....tok...ketukan pintu mobil menyadarkan Delia dari lamunannya,ia kemudian menoleh dan mendapati Rey sudah berada di luar mengetuk kaca pintu mobil,segera Delia membuka pintu mobil dan keluar lalu mengikuti langkah Rey memasuki rumah.


__ADS_2