Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 51


__ADS_3

Rey membuka pintu apartemen nya,lalu berjalan memasuki ruang tamu,ia menoleh kiri dan kanan mencari seseorang,namun tidak menemukan siapa pun.


Rey lalu masuk kedalam kamar,baru saja membuka pintu kamar matanya sudah di suguhi pemandangan indah di depannya,ya Delia sedang berada dalam kamar ,ia sedang memejamkan mata dengan headset di telinga sehingga Delia tidak mendengar kedatangan Rey.


Rey berjalan pelan menuju tempat tidur,ia semakin terpana melihat penampakan yang ada di atas tempat tidur,bukan karna adanya Delia tapi pakaian yang di gunakan istrinya itu nampak menggodanya.


Cup....sebuah kecupan lembut mendarat di dahi Delia,seketika Delia tersentak lalu ia membuka perlahan matanya,dan pandangannya langsung tertuju pada wajah tampan suaminya itu yang berada tepat di atas wajahnya.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Delia lalu bangkit dari tempatnya,ia menatap Rey yang sedang membuka kemeja serta dasinya.


" Aku siapkan makan malam dulu." Lanjut Delia lalu beranjak untuk menyiapkan makan malam bersama suaminya.


Baru saja akan melangkah tiba-tiba Rey memeluk tubuhnya dari belakang,untuk kesekian kalinya Delia merasakan tubuhnya meremang dan darahnya berdesir.


" Biarkan begini sebentar saja." Pinta Rey,ia begitu lelah hari ini,begitu banyak beban yang berkecamuk di fikirannya,namun setelah memeluk istrinya itu segala beban dan lelah terasa hilang begitu saja,tadinya hatinya begitu gelisah sekarang sudah kembali membaik setelah melihat senyum istrinya itu, sementara Delia hanya terdiam dengan posisinya,ia membiarkan suaminya itu melepaskan segala lelahnya, perlahan ia memutar tubuhnya menghadap ke Rey,mereka saling bertatapan dengan tangan Delia di lingkarkan pada leher Rey,lalu mengecup pipi Rey dengan menahan malu.


Rey yang mendapat suntikan vitamin secara tiba-tiba itu seketika moodnya kembali membaik dan wajah yang lesu itu hilang seketika di gantikan dengan wajah yang di penuhi kebahagiaan karna ini kali pertamanya Delia mencium nya dengan suka rela tanpa di paksa .


Wajah Delia memerah setelah menyadari kelakuannya,ia dengan cepat melepas pelukan nya dan berlari keluar kamar dengan rasa malu yang luar biasa.


Rey hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu,ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah begitu lengket.


" Wah....kamu pintar masak juga rupanya." Puji Rey saat melihat berbagai menu makan malam yang begitu menggoda .

__ADS_1


Rey menarik kursi makan lalu menduduki nya,dengan sigap Delia mengisi piring Rey dengan beberapa menu.


" Maaf ya kalau makanannya tidak cocok di lidahmu." Setelah menikah beberapa bulan, ini kali pertama Delia memasak dengan menu makan malam karna selama ini mereka hanya memesan makanan dari luar.


"Heeemmmm enak." Puji Rey sambil makan dengan lahapnya, masakan Delia benar -benar lezat,ia menyesal baru merasakan masakan buatan istrinya itu.


"Makasih,maaf karna belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk mu." Ucap Delia,ia baru menyadari kekeliruannya, seharusnya sebagai wanita yang bersuami Delia harus mengutamakan kewajibannya pada suaminya daripada kewajiban nya pada pekerjaan nya,Namun mulai hari ini ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih mengutamakan kepentingan suaminya,sejak seharian tinggal di apartemen Delia mendapatkan pencerahan tentang rumah tangga dari ustadz terkenal yang sering bertausiah di salah satu tv,tanpa sengaja saat membersihkan apartemen Delia mendengar ceramah itu,tapi untuk kewajiban yang satu itu Delia belum bisa melakukan nya,bukan tanpa alasan Delia tidak ingin melakukan kewajiban utamanya itu.


"Mulai hari ini,kita tidak perlu memesan makanan lagi,aku akan pulang sebelum jam 4 sore dan memasak untuk mu." Lanjut Delia sambil menyantap makanannya.


Rey melongoh tak percaya akhirnya istrinya itu membuka hatinya dengan sendirinya tanpa harus memaksanya,Rey menyungging kan senyum bahagianya,lalu mereka menyantap makan malam hingga habis tak bersisa.


Selesai makan malam Rey dan Delia tengah duduk bersantai di ruang tv sambil menonton,Delia menyandarkan kepalanya pada bahu Rey, sementara Rey melingkarkan satu tangannya pada pinggang Delia .


" Tadi Mona ke kantor." Ucap Rey sambil mengelus lembut rambut Delia,Delia mendongak menatap Rey yang tengah menatapnya juga.


"Ya tidak apa-apa ,aku langsung menyuruh nya pulang."


" Bohong...kamu pasti berduaan kan dengannya,enak ya semua orang sudah mengetahui hubungan kalian jadi dia bebas keluar masuk kantor tanpa ada yang melarang."titah Delia dengan nada yang berbeda tersirat kecemburuan dalam ucapan nya,ada rasa iri yang di rasakan nya, bagaimana tidak semua masyarakat mengetahui Mona dan Rey sudah bertunangan, sementara dirinya yang kini berstatus istri sah tak seorang pun mengetahui nya hanya Dion yang tahu status mereka, jangan kan orang lain keluarga nya saja belum mengetahui.


" Ya Tuhan..." Delia seketika mengingat keluarga nya,dia lupa memberi tahu akan dirinya yang sekarang sudah berganti status,tapi jika keluarga nya tahu mereka pasti akan sangat kecewa,karna orang tua nya mempunyai impian besar untuk pernikahan nya kelak, tapi sekarang ia seperti seorang simpanan dari pengusaha sukses.Tiba - tiba bulir bening membasahi pipi putih dan mulus milik Delia,Rey yang menyadari tangisan Delia seketika panik , bagaimana tidak panik baru saja mereka bermesraan tapi kenapa istri nya itu tiba- tiba saja menangis.


"Kenapa?" Tanya Rey sambil mengusap air mata Delia dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Delia menggeleng,namun air matanya semakin tak terbendung dan membuat Rey semakin panik.


" Aku merindukan keluarga ku." Ucap Delia masih dalam tangisannya.


" Mereka pasti akan sangat kecewa padaku,jika mengetahui pernikahan ku ." Lanjutnya lagi.


Rey bernafas lega,ia pikir istrinya itu tengah menahan sakit.


" Mereka sudah tahu." Ucap Rey santai.


Delia merubah posisi nya ,ia kini duduk menghadap Rey dengan wajah kebingungan.


" Saat aku ingin menikahimu,Dion ke kampung halaman mu untuk menemui mereka meminta restu serta meminta izin dan meminta penyerahan wali nikah kepada penghulu yang menikah kan kita karna ayahmu tak bisa ikut katanya,ya awalnya ayahmu menolak,tapi entah jurus apa yang di gunakan Dion sehingga dia berhasil mendapatkan izin sekaligus surat pernyataan penyerahan wali nikah." Jelas Rey tanpa merasa bersalah, sementara Delia yang mendengar ucapan Rey ,memasang wajah tak bersahabat pada suaminya itu.


" Jadi semua sudah kamu rencanakan dengan matang?" Tanya Delia kesal ia sudah mengambil ancang-ancang untuk melampiaskan kekesalannya.


" Rencana pernikahan itu memang sudah di rencanakan tapi tidak secepat itu,tapi lihatlah Tuhan ternyata sangat merestui kita hingga pernikahan ini terjadi begitu cepat tanpa persiapan tapi aku sangat bahagia karna akhirnya kamu jadi milikku untuk selamanya."


Delia begitu terkejut akan pengakuan Rey padanya.


" Jadi...."


"Ya,sejak pertemuan kita beberapa tahun lalu,saat kamu bekerja di cafe milikku,aku sudah jatuh hati pada mu.Sejak saat itu aku terus mengawasi mu dari jauh tanpa kamu ketahui.Aku mencintai mu sejak saat itu,entahlah aku juga meras bingung sendiri karna begitu cepat mencintaimu tapi itu adalah faktanya." Rey menatap Delia dengan serius ,ia kini begitu lega karna sudah mengeluarkan segala perasaannya pada wanita yang telah lama mencuri hatinya itu.

__ADS_1


Delia masih terdiam mencerna setiap kata yang di ucapkan suaminya barusan.Ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya tapi itu nyata tanpa sadar ia menyunggingkan senyum,ternyata selama ini perasaan nya tak bertepuk sebelah tangan,Rey juga ternyata telah mencintainya sejak lama.Pikir Delia rasa bahagia menyelimuti hatinya dan tanpa sadar memeluk erat tubuh Rey dan Rey pun membalas pelukannya,mereka saling berpelukan melepas segala perasaan yang tersembunyi selama ini, ternyata Meraka sama- sama saling mencintai tapi cinta itu tak tersampaikan karna segala pikiran buruk sudah lebih dulu mempengaruhi mereka.


"Aku juga mencintaimu." Ucap Delia pelan tapi masih dapat di dengar dengan jelas oleh Rey.


__ADS_2