
Rey dan Dion kini mengatur strategi untuk melawan ayah Mona,ia dan dan orang-orangnya kini berkumpul di markas mereka ,tempat yang sangat jarang Rey datangi,Karna ia hanya berperang di balik layar,tapi kini ia yang akan turun tangan langsung,berbagai laporan sudah di dapatkannya mengenai ayah Mona, ternyata selain mengambil alih perusahaan milik ayahnya yang dimana ia dulu hanya lah seorang karyawan biasa yang di percayai ayah kandung Rey untuk mengurus nya Karna ayah Rey tingg dan menetap di Singapura.
"Dia juga ternyata terlibat penyelundupan obat terlarang dan beberapa tempat perjudian ilegal dan minuman keras,selain itu dia sulit tersentuh hukum karna banyak orang-orang besar di belakangnya." Lapor Dion pada Rey sambil memberikan beberapa dokumen bukti kejahatan ayah Mona.
"Apa papa terlibat dengan semua kejahatan nya?" Tanya Rey sambil membuka perlahan-lahan dokumen yang di berikan Dion padanya.
"Kenapa polisi tidak meringkusnya,jika dia sudah begitu banyak melakukan kejahatan." Lanjutnya lagi.
"Sulit bos,sudah banyak yang melaporkan kasusnya tapi ya begitu bos jalan di tempat Karna dia punya bekingan orang yang berpengaruh di dalam dan mengenai tuan Handoko dia sama sekali tidak terlibat dengan semua ini bos hanya kasus kecelakaan itu beliau terlibat."
"Cari tahu kenapa papa ingin mencelakai papa kandungku,padahal mereka bersaudara apakah ini Karna perebutan harta semata atau ada hal lain,dan masukkan beberapa anak buah mu untuk masuk bekerja di perusahaan milik ayah Mona dan juga di beberapa pabrik haramnya.Kita akan menghancurkan nya dari dalam terlebih dahulu." Perintah Rey dingin dengan sorot mata tajam yamg membuat semua yang hadir di tempat itu tertunduk .
Rey berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama namun langkahnya terhenti saat berada di depan pintu.
"Aku ingin semuanya beres sebelum aku kembali dari Jerman dan kita akan menghancurkan nya bersama,jangan ada yang tersisa." Ucapnya lalu melanjutkan kembali langkahnya ,hari ini ia akan terbang ke Jerman untuk menyelesaikan segala kesalah pahaman yamg terjadi antara dirinya dan Delia,setelah itu ia akan bisa lebih fokus untuk menghadapi ayah Mona , musuh yang sebenarnya.
Dion dan beberapa anak buahnya yang masih berada di markasnya,kembali mengatur rencana yang matang,beberapa orang di tunjuk untuk masuk ke perusahaan dan pabrik ayah Mona.
"Rendi...tugasmu adalah menyamar sebagai investor di pabrik nya,aku sudah menyiapkan segalanya kalian Tinggal mengeksekusi nya,semua berkasnya sudah ada tunjukkan saja pada orang-orang nya,o ya ingat jangan sampai mereka mencurigai kalian.Untuk itu kalian ambil ini." Dion memberikan sebuah pena tapi bukan sembarang pena .Pena itu di lengkapi kamera tapi tidak dapat terlihat dengan mata telanjang jadi jika di lihat ,orang hanya beranggapan bahwa itu hanyalah pena biasa, beberapa orang yang di tunjuk mengambil penanya masing-masing dengan tampilan dan warna yang berbeda sesuai fungsinya masing-masing.
"Dan disana sudah ada beberapa orang yang sudah siap membantu kalian untuk bergabung di perusahaan dan pabrik itu,kalian tinggal memperlihatkan pena itu pada mereka ." Lanjut Dion lagi sambil berdiri dari duduknya ia akan menyusul Rey yang masih berada di dalam mobil untuk menunggunya.
__ADS_1
"Aku mempercayakan semua tanggung jawab ini padamu." Tunjuk Dion pada Rendy yang duduk di depannya.
"Baik bos,semua akan sesuai dengan rencana kita." Ucap Rendy dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah,aku pergi dulu menemani bos Rey ke bandara." Dion lalu melangkah ke luar ruangan dengan di iringi tatapan hormat anak buahnya.
...****************...
Hari ini Delia mulai bekerja sebagai dokter anak di sebuah klinik milik sepupu teman nya yang ada di Jerman.
Sedangkan Revan tengah sibuk mengikuti ujian yang di laksanakan salah satu perusahaan besar di Jerman , perusahaan itu bergerak di bidang pertambangan dan produksinya di lakukan di Indonesia,mereka mencari bakal bibit unggul untuk menunjang kemajuan perusahaan itu,maka itu mereka akan merekrut beberapa anak muda berprestasi yang sedang dalam masa pendidikan untuk mereka biayai pendidikan nya dan setelah itu jika di anggap mampu ,anak yang terpilih akan bisa langsung bergabung dengan perusahaan tersebut dengan posisi yang telah di pilih sewaktu dalam masa pendidikan,dan Revan adalah salah satu anak yang beruntung itu.
Sementara Rey telah tiba di Jerman tiga hari yang lalu,kini dirinya berada di apartemen miliknya,dan sekama berada di Jerman dia akan mengurus salah satu perusahaan nya yang berada di negara ini.
Rey berangkat ke Jerman seorang diri,sedangkan Dion di beri tanggung jawab untuk mengurus perusahaan miliknya yang ada di Indonesia dan juga untuk mengurus segala rencana untuk menghadapi ayah Mona .
Delia berjalan melewati beberapa ruangan yang berjejer di klinik tempatnya bekerja,klinik itu cukup besar dengan bangunan tinggi menjulang entah ada berapa lantai di dalam bangunan itu,dan halaman serta bangunan yang cukup luas dan mewah,Perlahan Delia berjalan memasuki halaman klinik itu setelah dirinya di sambut oleh seorang security yang berada di depan gerbang,mata Delia menatap dengan takjub bangunan klinik tempat dirinya akan memulai pekerjaan nya,saat baru memasuki halaman klinik Delia sudah di suguhkan dengan beberapa pohon Pinus yang berjejer rapi,dengan taman yang hijau di hiasi beberapa pohon kecil dan bunga yang berwarna warni,di taman itu juga terdapat sebuah jembatan kecil yang di bawahnya di aliri air kolam ikan,dan beberapa kursi sebagai tempat bersantai sangat cocok bagi pasien atau pengunjung untuk sekedar melepas penat dan jenuh.Sedangkan di sebelah kiri bangunan itu terdapat tempat parkir yang cukup luas, beberapa kendaraan juga telah berjejer rapi.Sungguh klinik itu sangat bersih dan terawat terlihat tak ada satu pun sampah yang berceceran di atas tanah dan rumput,meski di sana terlihat beberapa pasien anak sedang bermain atau sekedar melepas kebosanan mereka.Delia tersenyum bahagia melihat anak-anak itu meski sakit mereka masih bisa tertawa bahagia.
Delia memasuki pintu utama klinik tempatnya akan bekerja,saat pintu kaca itu terbuka otomatis saat dirinya akan masuk,Delia langsung di suguhi pemandangan yang begitu indah dan sejuk karna terpaan ac yang berjejer di dinding.Matanya melirik ke kanan dan ke kiri mencari meja resepsionis yang ternyata berada di samping pintu utama,saat sudah menemukan meja receptionis itu Delia kemudian berjalan mendekati meja resepsionis itu dan di sana terlihat dua orang wanita sedang sibuk menatap layar komputernya yang berada di depan mereka.
" Maaf permisi ada yang bisa kami bantu?"(anggap saja ya mereka sedang bercakap bahasa Jerman😁). Ucap salah satu receptionis itu dengan ramah.Untunglah Delia sedikit paham berbahasa Jerman dan dengan itu ia akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di negara itu meski mereka juga ada yang berbahasa Inggris
__ADS_1
"Saya dokter baru yang akan bekerja di sini." Ucap Delia takkala ramahnya sambil menyerahkan sebuah dokumen pengantar untuk sebagai bukti jika ia benar-benar dokter yang akan bekerja di klinik itu.
Receptionis itu lalu membuka dokumen yang di berikan oleh Delia dan membacanya dengan seksama,setelah itu resepsionis itu menutup nya kembali dan tersenyum.
"OOO anda nona Delia yang dari Indonesia?" Tanya receptionis itu.
"Iya."
"Baiklah,anda sudah di tunggu di ruangan direktur,mari saya antar." Ucap Receptionis itu lagi lalu beranjak dari tempatnya dan berjalan lebih dulu ke ruangan direktur sekaligus pemilik salah satu klinik terbesar di Jerman dan Delia pun mengikuti dari belakang.
Mereka melewati beberapa ruangan dan menuju lift untuk mengantarkan mereka ke lantai paling atas untuk bertemu sang pemilik klinik.
Ting lift pun berhenti di lantai yang di tuju keduanya keluar dari dalam lift tanpa ada obrolan apa pun Karna sejujurnya Delia akan begitu pendiam jika baru saja bertemu dengan orang asing.
"Ini dokter Delia,dokter anak yang baru." Ucap Receptionis itu kepada sekertaris pemilik klinik yang sedang sibuk menatap penampilan Delia, sepertinya sekertaris itu terlihat sedikit judes dan angkuh , pikir Delia.
"Baiklah saya hanya mengantar sampai di sini, selanjutnya nona ini Jeny yang akan mengantarkan anda bertemu dengan direktur." Ucap Receptionis itu dengan senyum tak lepas dari wajah ke barat-baratannya,Delia hanya mengangguk pelan.
"Ikut saya." Seru Jeny dengan angkuh,ia pergi begitu saja meninggalkan Delia yang masih berdiri di depan mejanya,melihat tingkah Jeny yang judes Delia hanya menggeleng pelan sambil mengikuti langkah Jeny.
Jeny membuka pintu setelah dirinya mengetuknya dan mendengar suara pria dari dalam untuk mempersilahkan nya masuk,Jeny membuka lebar pintu itu agar Delia bisa masuk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Maaf pak,dokter baru yang akan bekerja sudah ada di sini." Ucap Jeny dengan suara yang di buat semanja dan semerdu mungkin,pria pemilik rumah sakit itu memutar kursinya untuk menghadap ke depan dimana Jeny dan Delia sedang berdiri.Dan saat pria itu sudah memutar kursinya bertepatan dengan arah mata Delia,dan Delia begitu terkejut saat melihat siapa pria yang berada di depannya itu, sedangkan pria yang membuat Delia begitu terkejut hanya tersenyum tipis.
"Kau..."