
Sudah seminggu Delia masih belum sadar juga,ia masih betah bermimpi di tempat yang lain.Raganya terbaring lemah sedang jiwanya berpetualang entah kemana.
Rey menjalani hari-hari nya hanya di rumah sakit berganti kamar satu ke kamar lainnya.Sungguh hal terberat yang di lewati nya untung saja ada sang asisten yang begitu setia berada di sampingnya.Seharusnya pengantin baru melewati hari-hari indah nan bahagia namun sungguh dirinya sangat berbeda hari yang seharusnya menjadi hari terindah nya justru ia habiskan di rumah sakit menemani Delia yang baru seminggu ini berganti status menjadi nyonya Rey Pratama.
"Sudah kamu temukan pengemudi nya." Tanya Rey pada sang asisten yang bertugas menyelidiki kronologi kecelakaan yang menimpa sang istri.
Dion menghela nafas berat,ada sedikit keraguan untuk menyampaikan sebuah fakta yang bisa membuat darah Rey berdesir hebat.Menyelidiki suatu kasus bukanlah hal sulit bagi Dion,ia mempunyai orang - orang kepercayaan nya yang menyebar di dalam mau pun di luar negeri.
" Anak buah kita mengatakan bahwa kecelakaan yang menimpa nona Delia di sengaja seseorang sudah mengatur kecelakaan itu untuk....." Dion menggantungkan ucapannya,ia takut kabar buruk ini akan membangunkan jiwa psikopat Rey yang telah lama padam,ya Rey dan Dion selain seorang CEO muda sukses dan asisten sekaligus tangan kanan Rey.mereka adalah mafia yang di takuti di penjuru negeri dan luar negeri hanya saja Rey dan Dion tidak menampakkan diri mereka secara terang-terangan,mereka hanya mempercayakan oroang-orang mereka untuk mengurus geng mafia mereka,namun kali ini seseorang telah sengaja membuka permusuhan secara terbuka kepada mereka terbukti dengan sengaja mencelakai orang terdekat sang bos mafia.
" Lanjutkan,kenapa menjeda ucapanmu." ujar Rey saat Dion tidak melanjutkan ucapannya,dari pengucapan dan ekspresi Rey Dion dapat melihat dengan jelas perubahan pada sang bos,jiwa kejam dan tak manusiawi nya kini perlahan muncul kembali..
__ADS_1
"Ada yang sengaja ingin melenyapkan nona bis."
Rey yang mendengar penuturan Dion menoleh menatap Dion dengan tatapan yang tajam dan dingin seolah ingin menerkamnya hidup-hidup.Jiwa lembut dan hangat perlahan lenyap dan berganti dingin dan datar,sorot matanya begitu tajam seperti mata elang.
" Ada sedang ingin bermain-main denganku rupanya." Lirih Rey penuh penekanan dan intimidasi,Dion yang mendengar merasakan aura negatif pada diri sang bos,walau ucapannya pelan namun penuh maksud dan Dion paham langkah yang harus diambilnya tanpa harus di jelaskan.
" Dion....."
"Baik bos."
"Accchhhhhh...." Teriak Rey frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri,sorot mata yang tajam dengan dada naik turun seolah sesuatu akan meledak dalam dirinya,kemarahan yang mendalam karna telah menyentuh orang yang di cintainya.
__ADS_1
kreeeekkkkk.
Suara pintu kamar terbuka dan muncul lah sosok pria dengan seragam dokternya dan dua orang perawat wanita di sisinya, dan membuat kesadaran Rey kembali dari pikiran nya yang berat.Rey menoleh kearah pintu dan dengan seketika wajah nya berubah seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.
Dokter dan kedua perawat berjalan masuk menuju tempat Delia terbaring selama seminggu ini,Dokter kemudian memeriksa perkembangan Delia dan kedua perawatnya mencatat hal -hal mengenai perkembangan pasien.
"Bagaiman keadaannya, Dok?" Tanya Rey pada Dokter yang menangani Delia.
"Syukurlah,sejauh ini perkembangan nya semakin baik."
"Tapi kenapa istri saya belum sadar juga?"
__ADS_1
"Karna benturan yang begitu keras memengaruhi alam bawa sadar saja,ini normal tidak usah khawatir semua akan baik-baik saja " Jelas Dokter sambil menepuk pelan pundak Rey.
" Terus ajak dia mengobrol,itu akan merangsang alam bawah sadarnya." Lanjut dokter lagi.Rey hanya mengangguk sebagai jawaban.