Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 52


__ADS_3

Ting...Ting...


Suara bel rumah Mona berbunyi,seorang asisten rumah tangga lari tergopoh-gopoh untuk membukakan pintu .


"Tuan Rey? mari silahkan masuk ." Sapa asisten rumah tangga Mona saat membuka pintu dan yang nampak di depan pintu adalah Rey.


Rey mengangguk,ia kemudian melangkah masuk kedalam rumah mewah itu dengan keyakinan dan tujuan yang sudah mantap,ia sudah siap menerima segala konsekwensinya.


"Hai...Rey ada angin apa yang membawa mu darang kerumah Daddy sore ini?" Sapa Ayah Mona sambil berjalan menghampiri Rey yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


Rey melirik ke arah ayah Mona lalu berdiri menjabat tangan ayah Mona kemudian mereka kembali duduk di tempat masing-masing dengan saling berhadapan.


"Daddy akan panggilkan Mona dulu." ucap ayah Mona ,ia pikir kedatangan Rey kerumahnya untuk menemui Mona.


"Saya kemari tidak untuk bertemu Mona,Dad,tapi ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Daddy."Ucap Rey


Deg.....


Tiba-tiba ayah Mona merasa kedatangan Rey untuk membahas hubungan nya dengan Mona,ia kemudian memasang wajah serius karna Rey juga terlihat begitu serius.


"Katakanlah.."


"Sebelumnya aku meminta maaf jika perkataan ku kali ini akan mengecewakan Daddy."


Ayah Mona terlihat mulai gusar dan sedikit kesal,walau Rey belum membicarakan maksud kedatangan nya,tapi ia meyakini Rey akan membuat keputusan atas hubungan nya dengan putri semata wayangnya itu.


"Aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini."

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apa kalian sedang bertengkar?"


Rey menggeleng pelan.


"Aku tidak mencintai putrimu Dad,aku mencintai wanita lain dan aku sebenarnya sudah menikah."


Kini amarah ayah Mona benar-benar sudah berada pada puncaknya,ia berdiri lalu menarik tubuh Rey dan Bogeman mentah mengenai wajahnya,Rey hanya diam tak ingin melawan karna ia sadar akan apa yang membuat ayah Mona tersulut emosi.


"Katakan jika kamu sedang bercanda Rey."Teriak ayah Mona dengan memegang kerah kemeja yang di gunakan Rey.


"Saya serius,Dad.Saya tidak pernah mencintai Mona ."


Bogeman mentah kembali mengenai wajah Rey ,kali ini pukulan itu lebih keras dari sebelumnya namun Rey tetap memilih tak melawan.


"Brengsek, Beraninya kamu mempermainkan dan mempermalukan keluargaku."


Mona berlari kearah Rey dan ayahnya,ia melihat kondisi Rey yang begitu memprihatinkan,otaknya mulai menerka-nerka dengan apa yang terjadi,mungkinkah...?tidak Rey tidak mungkin membatalkan pernikahan mereka mengingat Rey pernah mengatakan akan mengatakan yang sejujurnya pada ayahnya.Mona menggeleng tidak menerima apa yang ada dalam otaknya saat ini.


"Katakan ada apa Dad?" Tanya Mona tapi tatapannya mengarah pada Rey.


" Kamu tanya saja pada anak brengsek ini."Jawab ayah Rey kesal ,amarahnya belum redah,ia merasa harga dirinya di injak - injak oleh anak sahabat nya itu.


Mona menatap Rey dengan penuh tanya,namun Rey membuang wajahnya tidak ingin menatap Mona yang tengah berdiri di depannya dengan jarak yang sangat dekat.


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu."Ucap Rey dingin.


Air mata Mona tiba- tiba menetes begitu saja, akhirnya Rey membuktikan ucapannya dan yang semua di ucapkan Rey tempo hari benar adanya.

__ADS_1


"Kamu bohong kan Rey, katakan pada jika semua bohong..." Teriak Mona sambil menarik kerah kemeja Rey dengan derai air mata yang tak mampu lagi di bendungnya,ia tidak menerima keputusan sepihak Rey.


Baru saja Mona ingin menyusun rencana untuk membuat Rey kembali padanya,tapi Rey sudah menghancurkan segalanya,ayahnya pasti tidak ingin membantu nya lagi kali ini.


"Maaf..." Rey melepas tangan Mona yang masih menarik kerah kemejanya,lalu menatap ayah Mona yang juga menatapnya dengan penuh amarah dan kecewaa.


"Maafkan saya Dad." Rey berjalan meninggalkan Mona yang masih syok dengan apa yang terjadi,sejenak Rey berdiri di depan ayah Mona lalu berlalu meninggalkan mereka yang masih terdiam mencerna seua kejadian barusan.Rey melangkah menuju pintu utama dengan perasaan lega, keputusan nya sudah bulat ia akan menghadapi semua kemarahan orangtuanya nanti.


"Tidaaaaaakkkkk." Teriak Mona dengan menghancurkan semua barang yang ada di dekatnya,ia tidak menerima kekalahannya.


Ayah Mona hanya terduduk lemas di sofa,ia hanya menatap sendu Mona yang tengah frustasi dengan membanting semua barang yang ada,ruang tamu mewah itu kini berubah seperti kapal pecah , semua barang mahal yang terpajang hancur tak berbentuk.Mona duduk tersungkur setelah lelah melampiaskan segala amarah dan kecewanya.


"Aku kalah Dad,aku tidak menerima penghinaan ini."Lirih Mona dengan penuh air mata,ia menghapus kasar air mata yang menetes di pipinya,dengan pandangan kosong,namun tersimpan banyak rencana jahat di otaknya .


" Ada apa ini?" Tanya Ibu Mona yang baru saja masuk ke rumah dan mendapati ruang tamunya hancur dan berantakan,ia kemudian berjalan ke arah suami dan putrinya yang terlihat begitu lusuh.Ibu Mona berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang putri yang terkulai lemah di lantai dengan sesenggukan.


"Ada apa sayang,apa yang terjadi?" Tanya ibu Mona lagi sambil mengelus lembut rambut putrinya itu,ia begitu sakit melihat kondisi putri kesayangannya ini.Mona menjatuhkan tubuhnya kepelukan sang ibu dengan suara tangisan yang semakin keras,hatinya sakit,sangat sakit ia tidak bisa hidup tanpa Rey,Rey adalah hidupnya.


"Rey meninggalkan Mona ,Mom."Lirih Mona dalam pelukan sang ibu.Ibu Mona mengerutkan alisnya lalu menatap putrinya itu dengan oenuh tanya tak paham dengan apa yang terjadi.


"Rey memutuskan pertunangannya dengan Mona." Ucap ayah Mona masih dengan amarahnya.Ibu Mona yang mendengar penuturan suaminya itu, melepas pelukannya lalu berdiri menghampiri suaminya yang duduk di sofa.


"Maksudnya?" Tanya ibu Mona tak mengerti pasalnya ia baru saja ke butik bersama ibu Rey untuk memesan baju pernikahan putrinya itu yang akan mereka adakan bulan depan.


"Ray baru saja kemari dan memutuskan pertunangannya,dia juga berkata kalau dia sudah menikah." Jelas ayah Rey.


Ibu Mona menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

__ADS_1


"Me... menikah,mana mungkin?" Ucap ibu Mona tak percaya." Jika Rey benar sudah menikah,tidak mungkin kan Handoko tidak mengetahui nya,dan baru saja Mammy pergi kebutik bersama Sukma dan dia begitu antusias menyambut pernikahan ini malahan tadi Sukma tidak ada mengatakan apa pun padaku,kami bahkan sudah membeli cincin pernikahan ini." Ibu Mona mengeluarkan kotak kecil dari tas mewahnya lalu memperlihatkannya pada suaminya,sepasang cincin mewah dengan bertatahkan berlian di atasnya.


__ADS_2