
"Ada ingin aku bicarakan,ikutlah denganku." bujuk Rey lembut dan penuh pengharapan.
Delia yang melihatnya menghentikan pukulannya dan menatap mata Rey.
Rey yang melihat Delia menghentikan pukulan-pukulan kecilnya perlahan melepas tangannya dari bekapan mulut Delia.
Delia bernafas lega dan menetralkan pernapasannya yang sedikit sesak akibat bekapan tangan Rey.Ia menghela nafas lalu mencebik, terlihat jelas kekesalan di wajahnya.
" Tidak bisakah kamu berbicara baik-baik?" ucap Delia masih kesal.
" Dari tadi aku ingin bicara baik-baik,tapi kamu selalu memotong pembicaraan."
" Baiklah kita bicara disana." tunjuk Delia pada cafe yang berada di depan rumah sakit . Cafe itu terlihat cukup ramai pengunjung.
" Hemm,baiklah....ayo naiklah ke mobilku." ajak Rey pada Delia untuk masuk ke mobilnya,Rey berjalan lebih dulu menuju mobilnya yang terparkir tepat di belakang mobil Delia.
Delia mendengus kesal karena niatnya yang ingin beristirahat gagal total.
" Aku naik mobilku saja , lagian aku punya kendaraan sendiri,tidak mungkin aku meninggalkannya di sini."
__ADS_1
Rey menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Delia yang berada di belakangnya,lalu ia menoleh ke arah mobil Delia dan menatap ban mobil belakang dan depan yang sebelah kanan . Delia yang melihat Rey menatap mobilnya ikut menoleh ke arah mobilnya ,sedetik kemudian kedua bola mata Rey membola lebar dan mulutnya ternganga karena syok ,bagaimana tidak syok kedua ban ban mobilnya kempes ,Delia menunduk untuk memperjelas penglihatannya .
" Bagaimana bisa,tadi pagi baik-baik saja.Tidak mungkin kan kempes dengan sendirinya." lirih Delia masih menatap kedua ban mobilnya secara bergantian.Rey yang melihat Delia di depan terkekeh
"Kamu masih mau memakai mobil itu?" tanya Rey sedikit terkekeh.Delia menoleh menatap Rey sejenak lalu kembali melihat kedua ban mobilnya.Ia membuang nafas kasar .
" Bagaimana bisa ban mobil ini kempes,tidak mungkinkan kempes dengan sendirinya?" tanyanya lagi dengan pertanyaan yang sama namun kali ini dengan suara yang keras ,seolah pertanyaan itu di tujukan pada Rey,ia menatap pria yang yang ada di depannya dengan penuh rasa curiga. Rey yang menyadari tatapan kecurigaan Delia yang di tujukan padanya,hanya mengangkat kedua bahunya
" Aku punya begitu banyak pekerjaan,aku tidak ada waktu untuk mengempeskan ban mobilmu." ucap Rey sarkas.
" cih....aku tidak mengatakan mencurigai mu,tapi dari perkataan mu aku jadi curiga." ujar Delia menatap mata Rey kali ini dia benar- benar mencurigainya.
Delia memutar bola matanya malas mendengar ucapan Rey yang menurutnya kepedean.
" dasar narsis." lirih Delia namun, masih bisa di dengar Rey.
Rey tersenyum tipis mendengar ucapan Delia.Dan jangan lupa jantungnya yang semakin berdetak tak terkendali.
Rey berjalan menghampiri Delia yang masih berjongkok menatap kedua ban mobilnya.
__ADS_1
" Ayo..!" Rey mengulurkan tangan nya pada wanita yang duduk dengan berjongkok itu. Delia mengingatkan wajahnya ,menatap Rey yang tertunduk juga menatap nya,sejenak kedua mata mereka saling bertemu.
" Ayo .." ulangnya lagi. Delia mendengus,namun tangannya terulur memegang uluran tangan Rey untuk membantunya berdiri.
Baru saja Delia bangun dari duduknya,namun karena berjongkok sedikit lama membuat kakinya kram dan kehilangan keseimbangan yang membuatnya menubruk badan Rey.
Rey yang tidak siap dengan keadaan yang terjadi membuat keduanya jatuh dengan posisi Delia berada tepat diatas tubuh Rey,mata mereka saling menatap dan masih syok belum menyadari posisi mereka.Rey yang berada di bawah Kungkungan Delia kini dapat melihat wajah cantik alami Delia dari jarak yang begitu dekat. Sadar dengan posisi mereka yang berada di tempat umum membuat Rey berdehem untuk mengalihkan ke gugupannya sekaligus menyadarkan Delia yang masih menatap Rey.
"Aku memang tampan,tapi kamu juga lihat tempat dong." ucap Rey narsis danasih dengan posisi yang sama.Sejenak Delia sadar dengan posisinya dan keduanya berjalan menuju mobil Rey.
" Mobilmu akan aman ,aku sudah menghubungi montir,sebentar lagi akan datang ."
ucap Rey saat mereka sudah berada di dalam mobil.Delia mendengus ia masih memikirkan ban mobilnya yang tiba-tiba kempes.
"Jangan terlalu memikirkannya ." Ucap Rey seolah tahu isi pikiran Delia . Delia hanya diam tak berminat untuk menanggapi ucapan Rey.
Rey melajukan mobilnya keluar halaman rumah sakit menuju cafe yang berada di seberang .
Delia melepaskan pelukannya yang menindih Rey,Delia berdiri sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangannya untuk membersihkannya dari kotoran . Rey pun juga berdiri dari posisinya
__ADS_1