Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 25


__ADS_3

Rey berbicara dengan Mona tapi tatapannya tak lepas dari Delia,dia tersenyum melihat kekesalan yang tampak jelas di wajahnya cantiknya.


" Katanya tidak mencintainya tapi senag-senang saja melihat wanita itu bermanja-manja padanya,dasar laki'laki lain di mulut lain di hati." bathin Delia kesal.


" Aku mau makan tadinya,tapi aku lihat kamu jadi aku menghampiri mu,aku tidak menggangu mu kan." ujar Mona manja,sengaja memperlihatkan nya pada Delia agar wanita itu sadar dengan bahwa pria yang bersama nya telah menjadi miliknya.


" Heemmm." dehem Delia,dia merasa kehadirannya tidak di hiraukan.Mona yang yang sedang bermesraan pada Rey menoleh ke sumber suara lalu menatap Delia dengan senyum yang sulit di artikan.sementara Rey hanya duduk santai menunggu adegan selanjutnya.


". ooo maaf aku begitu bahagia jadi aku tidak melihat mu,maaf ya." ucap Mona sinis dengan senyum yang agak di paksakan dan Delia merasakan itu


"oo,itu bukan Masalah,aku paham jika dengan orang yang sedang jatuh cinta,akan melupakan segala yang ada di dekatnya.jadi santai saja." balas Delia santai namun dalam hatinya sangatlah kesal dan Rey merasakan itu.


"Kalau tidak salah bukankah Anda dokternya Rosa." tanya Mona lagi namun kali ini tidak lagi bergelayut manja pada Rey.

__ADS_1


Delia hanya mengangguk sebagai jawaban.


"o ya Rey, ngapain kalian makan berduaan di sini." tanya Mona pada Rey namun tatapan pada Delia,Delia yang merasa di singgung hanya mengangkat kedua bahunya. Rey melongos dengan pertanyaan Mona yang menurut tidak penting.Mona terus saja mengoceh tanpa henti membuat kedua orang yang berada di dekat nya hanya terdiam mendengarkan tanpa berminat membalas ocehan Mona.


Delia melirik jam yang berada di lengannya,kemudian menatap Rey dan Mona bergantian.


" Baiklah karna sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi,aku permisi saja...silahkan melanjutkan." ucap Delia bergegas ingin meninggalkan kedua orang yang bersamanya.


Mona yang merasa di cuekin mencebik kesal,menatap Delia penuh dengan kebencian.


" Aku ikut denganmu Rey." ucap Mona manja.


" lalu mobil mu kamu mau tinggalkan di sini?"

__ADS_1


" Lagi pula arah kita berbeda Mon,kamu pulang sendiri saja ya." tolak Rey secara halus.


Delia melangkahkan kakinya meninggalkan kedua orang yang masih berbicara itu,kepalanya pusing menghadapi keduanya. Rey yang menyadari Delia telah keluar menuju parkiran segera menghampiri Delia tanpa mempedulikan teriakan Mona padanya,ia meninggalkan Mona begitu saja.


" Awas saja kamu Delia,aku akan memberi pelajaran berharga karna telah menggangu milikku " bathin Mona lalu bergegas meninggalkan cafe itu meninggalkan pesanannya begitu saja.


Mona terlihat sangat marah ketika melihat Rey dan Delia memasuki mobil dan berlalu pergi meninggalkan halaman cafe.Mona merogoh tas nya mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang,wajah terlihat sangat marah dan penuh kebencian.


" Ikuti kemanapun mereka pergi,lalu laporkan kepadaku." ucap Mona pada seseorang yang di telfonnya.


Mona memasuki mobilnya lalu pergi meninggalkan halaman parkir cafe,hatinya begitu di penuhi kemarahan karna semua tidak sesuai keinginannya.Ini kali pertama dalam hidupnya di abaikan seorang pria dan lebih memilih wanita lain yang menurutnya tidak pantas untuk berada di sisi Rey.


"Hanya aku yang akan mendampingi Rey,tidak ada yang bisa merebutnya dariku,apa lagi wanita miskin itu tidak akan ku biarkan dia merebut Rey dariku." bathin Mona penuh dengan kebencian.

__ADS_1


__ADS_2