Dokter Cinta Sang CEO

Dokter Cinta Sang CEO
Episode 107


__ADS_3

Delia sedang memandang foto-foto masa kecil Rey yang menggantung di dinding kamar milik nya,ia tersenyum geli melihat pose-pose Rey kecil yang begitu menggemaskan di matanya.Saat sedang begitu asyik melihat-lihat tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah bingkai foto yang ada di sebuah rak di sudut kamar,di rak itu terlihat ada dua bingkai foto dan beberapa piala yang berjejer rapi memenuhi rak panjang itu.


Merasa penasaran Delia pun berjalan mendekati rak itu,lalu mengambil salah satu foto di mana di dalam foto itu terlihat Rey sedang memasang wajah datar dan dingin tanpa ekspresi sedangkan teman-temannya yang lain melakukan berbagai pose yang lucu dengan senyum sumringah.


"Dia memang sudah dingin dan datar sejak kecil." Gumam Delia masih menatap foto itu dengan menggeleng pelan.


Setelah merasa puas melihatnya,ia pun menyimpan kembali foto itu di tempatnya,lalu beralih menatap foto yang ada di sebelahnya,di dalam foto itu terlihat Rey kecil sedang di gendong sambil tersenyum ,Rey di gendong oleh seorang pria dewasa yang tampan Delia meyakini pria itu adalah ayah kandung suaminya karena wajah mereka begitu mirip,hanya bibirnya yang berbeda ,bibir Rey lebih mirip dengan seorang wanita yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu pria yang menggendong Rey,wanita itu juga begitu cantik dengan senyum yang indah,nampak dari foto itu menggambarkan jika keluarga itu begitu bahagia saat itu.


"Mereka orang tuaku." Ucap Rey saat memeluk tubuh Delia dari belakang, sedangkan Delia yang tadinya begitu terkejut karena sepasang tangan telah melingkar di pinggangnya kini tersenyum lebar saat menyadari ternyata suaminya lah yang memeluknya.


"Kalian terlihat begitu bahagia." Ucap Delia masih menatap bingkai foto yang ada ditangannya.


"Ya,sangat bahagia.Tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama,karena orang- orang jahat itu telah merenggutnya." Ujar Rey sendu.


Menyadari suaminya kembali bersedih,Delia memutar tubuhnya menghadap Rey.


"Kita yang akan melanjutkan kebahagiaan itu,membangun dan menjaga nya,dan kebahagiaan itu akan semakin lengkap jika Rey junior sudah ada di dalam sini." Ujar Delia sambil mengusap pelan perutnya.Ia tidak menyadari jika ucapannya barusan telah membangunkan Rey junior yang sedang tertidur,dengan senyum seringai Rey menatap wajah Delia yang baru saja menyadari ucapannya,tapi sudah terlambat tubuhnya sudah melayang di atas gendongan Rey yang membawanya menuju tempat tidur king size miliknya.


Delia yang sudah tak bisa lagi menolak terpaksa pasrah saja ketika suaminya itu mulai menggerayangi tubuhnya,hingga akhirnya mereka tenggelam dalam lautan penuh cinta.


Rey yang tadinya ingin mengajak Delia ke makam orang tuanya terpaksa harus gagal karena ia sudah lupa waktu ,bahkan mereka baru selesai berlayar di samudara kenikmatan itu saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Makasih sayang,sudah menemaniku dan memaafkan semua kesalahanku dulu, terimakasih sudah mau menerima ku kembali.Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika tidak ada kamu di sampingku." Ujar Rey saat mereka sedang berbaring di atas kasur melepas lelah setelah menjelajahi hutan rimba yang subur tapi begitu indah.

__ADS_1


Rey lalu mencium kening Delia dan mengecup bibir istrinya,baru saja akan memulai pertarungan kedua,suara ketukan pintu dari luar menghentikan aktivitas nya.


"Buka pintunya gih...dari tadi di ketuk mungkin saja ada yang penting." Ujar Delia menghentikan bibir Rey dengan menggunakan jarinya saat Rey baru saja akan kembali ******* bibir Delia yang kini menjadi candunya.


Rey menghela nafas berat serta menahan kesal karena kesenangannya di ganggu.Rey lalu bangun dan berdiri memakai bajunya lalu berjalan menuju pintu, sedangkan Delia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos,lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia tidak ingin tinggal berlama-lama di tempat tidur karena Rey pasti akan memangsanya lagi,padahal tubuhnya sudah begitu lelah melayani ke ganasan suaminya itu di tempat tidur.


"Ada apa?" Tanya Rey sedikit kesal saat membuka pintu kamarnya,di luar di depan pintu terlihat pak Bian sedang berdiri dengan wajah yang tak takut karena menggangu tuannya.


"Maaf tuan muda,apakah anda dan nyonya muda tidak makan malam?" Tanya pak Bian sang kepala pelayan di mansion milik orang tua Rey.


Rey mengerutkan alisnya,ia merasa bingung sekarang.


"Memang sudah jam berapa sekarang?" Tanya Rey tanpa menjawab pertanyaan kepala pelayan nya itu.


Rey yang mendengar jawaban kepala pelayan nya itu kini tercengang.


"Benarkah?" Lirih Rey tak percaya.


"Oya tuan."


Rey tak menyangka ternyata ia begitu lama bersenang senang dengan istrinya hingga ia lupa waktu,bahkan istrinya itu belum makan malam.


"Keterlaluan." kesal Rey pada dirinya sendiri karena sudah membiarkan istri nya melewatkan makan malam.

__ADS_1


Sedangkan pak Bian yang mendengar ucapan Rey tadi semakin ketakutan,ia pikir Rey marah kepadanya karena membiarkan tuannya itu tidak makan malam.Padahal Rey kesal pada dirinya sendiri.


" Ya sudah,suruh pelayan menyiapkan makan malam,istriku pasti sudah kelaparan,aku dan Delia akan segera turun.Ucap Rey.


"Baik tuan."Pak Bian pun pamit undur diri.


Setelah kepergian pak Bian,Rey kembali menutup pintu kamar nya.Matanya menyapu setiap sudut kamar nya mencari istrinya,karena ia tak melihat Delia di tempat tidur.Rey lalu melangkah menuju kamar mandi,ia kemudian menyunggingkan senyum saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi yang menandakan jika sang istri sedang berada di dalam .


Sambil menunggu Delia menyelesaikan mandinya,Rey duduk di sofa sambil memainkan ponselnya memeriksa beberapa email yang masuk.


Brakkk suara pintu kamar mandi di buka dan Rey langsung mengalihkan tatapannya menuju kamar mandi, di lihatnya sang istri sedang berdiri di ambang pintu hanya menggunakan kimono dengan rambut yang basah di bungkus handuk kecil.


"Siapa tadi?"Tanya Delia sambil berjalan menuju wardrobe untuk memakai baju.


"Pak Bian."Jawab Rey lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya juga.


Setelah keduanya selesai,mereka pun turun ke lantai bawah untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan.


"Maaf sayang,karena membuatmu melewatkan makan malam."Ucap Rey saat mereka sudah berada di meja makan dan memulai menyantap hidangan makan malam.


"Tidak apa-apa,tapi jangan di ulangi lagi."Ucap Delia sambil tersenyum menatap wajah Rey yang penuh rasa bersalah.


"Makanlah,kau tidak akan kenyang hanya karena memandangku saja."Lanjut Delia lagi karna sedari tadi Rey hanya menatapnya tanpa menyentuh makanannya.

__ADS_1


Rey terkekeh mendengar ucapan istrinya itu,ia pun melahap , makanannya hingga habis.


__ADS_2