
Dua Minggu telah berlalu sejak kejadian di cafe,hari ini adalah jadwal control Rosa.
Rey dan Rosa sedang menunggu kedatangan Delia di ruangannya,tiga puluh menit menunggu di ruangan Delia,membuat Rey terlihat kesal ini pertama kali dirinya di buat menunggu begitu lama oleh seseorang,ia kembali melirik jam yang ada di lengan kirinya,lalu merogoh kantong jasnya untuk mengambil ponsel kemudian menekan tombol nomor.
taring....taring ...tring....
Delia yang sedang sibuk memeriksa pasien rawat inap,sedikit terkejut dengan deringan ponselnya yang berada di kantongnya,ia kemudian menghentikan kegiatannya dan memberi isyarat pada perawat untuk melanjutkan kegiatannya.
Delia meraih ponselnya dan melihat id pemanggil yang tertera di layar ponselnya,Delia menghela nafas berat saat mengetahui orang yang sedang melakukan panggilannya,perlahan ia mengusap layar hijau yang ada di ponselnya lalu melangkah keluar ruangan untuk menerima panggilan.
" Hallo.."
" Segera datang ke ruangan mu,sudah hampir 1 jam aku menunggu di sini."Seru Rey to the point.
Delia melirik jam di lengannya,kemudian menghela nafas berat.
"ini belum waktunya Rosa control,apa kamu lihat jam ini baru jam delapan pagi,jadwal control Rosa jam sepuluh,siapa yang menyuruhmu datang secepat ini." ucap Delia kesal karna Rey selalu saja mengganggu pekerjaannya.
Rey yang berada di ruangan Delia membuang nafas berat,lalu melirik jam tangannya.
"kalau begitu lakukan control-nya sekarang,aku punya banyak pekerjaan,segera lah kemari." perintah Rey lalu mematikan panggilannya begitu saja tanpa menunggu jawaban Delia.
__ADS_1
Delia membuang nafas berat,wajahnya terlihat begitu kesal menghadapi Rey yang begitu pemaksa dan tak ingin terbantahkan.
"Dasar pemaksa."Delia kembali masuk ke ruangan pasiennya lalu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda,setelah memeriksa semua pasiennya Delia keluar bersama dua orang perawat.
"Kalian lanjutkan kunjungan nya saya akan ke ruangan saya dulu pak Rey sudah menunggu untuk control Rosa." ucap Delia pada kedua perawat itu.
" baik dok." balas kedua perawat itu secara bersamaan.
Delia kemudian meninggalkan kedua perawat itu dan menuju ruangannya untuk menemui Rey dan Rosa.
Delia menarik nafas perlahan lalu membuangnya,kemudian membuka pintu ruangannya,saat pintu terbuka terlihat Rey dan Rosa sedang duduk di sofa. Rey dan Rosa tidak menyadari kedatangan Delia karna sibuk memainkan ponselnya sementara Rosa bagitu fokus membaca.
"Heemmm." Dehem Delia lalu menghampiri keduanya yang duduk di sofa,Rey dan Rosa menoleh ke sumber suara,Rosa tersenyum melihat kedatangan Delia, sementara Rey hanya terdiam menatap Delia yang sudah duduk di sofa tepat di samping Rosa.
" Maaf sayang tadi Mommy,sedang sibuk memeriksa pasien." Balas Delia lembut lalu membelai rambut Rosa dengan lembut.
"Ayo kita mulai pemeriksaannya."
Rosa mengangguk lalu berdiri mengikuti langkah Delia untuk memulai pemeriksaan,sementara Rey masih duduk terdiam di sofa.
Lima belas menit berlalu pemeriksaan Rosa telah selesai dan mereka kembali ke sofa menemui Rey.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku bicarakan." ucap Delia pada Rey saat mereka duduk di sofa,Rey mengangguk lalu berdiri,Delia menoleh ke arah Rosa yang sedang asyik membaca,ia tersenyum melihat gadis kecil yang berada di sampingnya itu.
"Sayang kamu tunggu di sini dulu ya,Mommy dan Deddy ada yang mau di bacarakan ." ujar Delia ,Rosa hanya mengangguk sebagai jawaban.
Delia kemudian berdiri meninggalkan Rosa kemudian melangkah ke mejanya untuk menemui Rey yang sudah menunggu nya.
" Apa semua baik-baik saja?" tanya Rey pada Delia saat dia melihat Delia duduk di kursinya.Delia menghela nafas berat,ada gurat kesedihan yang terlihat di wajahnya dan Rey menyadari itu.
"Sebaiknya kita melakukan kemoterapi secepatnya,sel kankernya sudah menjalar ke beberapa organ vitalnya,aku sarankan untuk merawat di Singapura,disana penanganannya sangat baik." jelas Delia
"Semua akan dilakukan sesuai saran mu,tapi kapan Rosa akan memulai kemoterapinya."
"lebih cepat lebih baik."
"baiklah Minggu depan kita akan ke Singapura untuk memulai pengobatannya."
"Hach....kita?"
"iya,kamu keberatan?"
"Bukan begitu,aku kan...."
__ADS_1
"Jangan mencari alasan,kamu kan dokter yang di tunjuk untuk menangani Rosa jadi kami harus ikut,bersiaplah semua akan di urus."