
Rey masih termenung memandang gundukan tanah merah yang baru saja di timbun.Duka yang mendalam terlihat jelas di raut wajahnya.Matanya masih memandang nisan yang baru saja di tancapkan di tanah pekuburan yang masih basah.Ini sudah satu minggu sejak meninggalnya sang pendiri Pratama Group dan keluarga masih dalam suasana berkabung.
Ingatan Rey kembali pada ucapan sang kakek untuk segera melepas masa lajangnya,di saat detik-detik kematiaannya kakek meminta Rey untuk segera menikah.
Sekelebat Rey teringat seseorang yang selalu dirindukannya dan selalu mengganggu fikirannya.Delia.Wajahnya cantik dan teramat menyenangkan.Tapi sangat disayangkan,Delia tidak pernah mengetahui apa yang dirasakan oleh Rey,bahkan Delia sudah tak pernah lagi menyebut bahkan mengingat namanya.Bukan tanpa alasan,Delia cukup sadar diri untuk tidak melewati batas perasaannya.Status sosial tentu adalah penyebab utamanya.Meski kedua anak manusia itu saling menyadari perasaan masing mereka,namun tak ada diantara mereka yang mengutarakannya.Cukup perasaan itu disimpan dalam diam saja.
"Apa yang kamu pikirkan,Rey....?"Tegur seorang wanita yang tak lain adalah Mona.
Rey menoleh ke sumber suara itu,ditatapnyaMona yang berada di sampingnya,kemudian tatapan itu kembali lagi pada pemandangan yang sedari tadi di lihatnya.Rey masih membisu,tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Mona.
Mona yang meras didiamkan menghela nafas kasar."Aku turut bersedih atas meninggalnya kakek,Rey...maaf aku tidak berada di sampingmu waktu itu."lanjut Mona.
"Tidak masalah."Rey masih pada posisinya.
"Maaf Rey saat kabar meninggalnya kakek sampai di telingaku,aku tidak segera datang,sebenarnya aku sangat ingin secepatnya kemari tapi jadwal pekerjaanku sangat bamyak dan itu tidak bisa di tinggalkan begitu saja,sekali lagi maafkan aku."
"Sudahlah,itu tidak masalah.Lagi pula semua terjadi."
"Kapan kamu kembali ke Indonesia?"
__ADS_1
"Besok pagi."
"Baiklah aku akan ikut denganmu."
**********
Saat pertama kali Rey menginjakkan kakinya di bamdara kota Jakarta,Rey melangkah keluar bersama seorang wanita disisinya.Dengan kacamata bertengger di kedua matanya,setelan jas lengkap membuatnya semakin tampan sempurna.Sepanjang bandara semua pasang mata tertuju padanya,Rey berjalan santai tanpa mempedulikan mata yang memandangnya dengan penuh kekaguman ,Namun seorang wanita yang menyadari tatapan mata itu orang-orang semakin mempererat genggaman tangannya,seakan ingin mengatakan bahwa pria ini miliknya.
"Kita berpisah di sini, Mona..."Ucal Rey saat mereka sudah berada di luar bandara.Aku ada pekerjaan penting,kamu pulanglah."Perintahnya lagi
"Tidak Rey ,aku akan ikut denganmu."Jawab Mona manja.
"Ba....baiklah..."Kata Mona terbata.
"Hhhhmmmm..."Rey melenggang pergi meninggalkan Mona,dia kemuadian masuk ke dalam mobil dan mobil pun pergi meninggalkan Mona ya g berdiri mematung.
"Bagaimana kabarnya,Dion...?"Ujar Rey pada asistennya saat mobil sudah melaju jauh meninggalkan bamdara,yang di tanya paham apa yang di maksud tuannya.
"Sesuai perintah anda bos,semua berjalan sesuai keinginan anda."jawab sang asisten.
__ADS_1
"Apa dia menyukai pekerjaannya?"Pertanyaan bodoh apa yang di ucapkan Rey seharusnya dia tau bahwa pekerjaan itu adalah cita-cita sang pujaan tentu saja dia menyukainya.
"Tampaknya seperti itu bos.Dokter Delia juga sudah menjadi dokter favorit dirumah sakit X.Namun...."Dion menggantung perkataannya,ada keraguan untuk melanjutkan perkataannya.
"Namun apa? cepat katakan apa ada yang mengganggunya?"
"Bukan itu bos,beberapa hari yang lalu dokter Delia mendapatkan tawaran kerja di salah satu rumah sakit di Dubai..."jelas Dion.
Mendengar itu Rey pun sangat terkejut,Dia tidak akan membiarkan wanita yang selalu mengisi fikirannya selama ini.Bukan Rey tidak menyadari perasaannya pada Delia.Hanya saja dia belum sanggup menerima penolakan gadis itu jika dia berkata jujur mengenai perasaannya dan juga dia membicarakannya pada keluarganya.Banyak hati yang harus dia jaga sebelum mengakui perasaannya pada sang pujaan.Rey menyadari jika menjalin hubungan dengan Delia,sudah pasti akan mendapatkan tentangan besar dalam keluarganya mengingat ayahnya sudah memilihkannya seorang wanita meski Rey belum menyetujui itu.Rey harus mengatur strategi agar hubungannya tidak melukai sang pujaan dia tau betul seperti apa wataj ayahnya jika keinginannya tidak di penuhi dan juga pandangan tentang status sosial masih sangat di junjung tinggi dan untuk menerima Delia itu tidak mungkin melihat perbedaan status yang sangat jauh berbeda.
Namun Rey pun tak bisa melepaskan Delia begitu saja hati nya sudah tertambat pada dokter cantik itu,maka untuk tetap memantau gadis itu,dengan mengatasnamakan rumah sakit tempat Delia bekerja,malalui manegemen rumah sakit Rey mengajukan kontrak yang memberatkan jika Delia ingin mengundurkan diri,Rey melakukan itu hanya untuk dapat tetap melihat Delia meski dari kejauhan dan Delia tidak menyadari bahwa dirinya dalam pengawasan Rey,jadi apa pu yang di lakukan Delia semua dapat di lihat oleh Rey.
"Bukankah dia sudah menandatangani kontrak kerja dengan managemen rumah sakit,bagaimana bisa ada rumah sakit yang bisa menawarkan pekerjaan padanya."
"Pemilik rumah sakit ith bersedia mengganti ganti rugi dan pinalti pada rumah sakit kita jika dokter Delia bersedia menerima tawaran mereka".
"Apa mereka tidak bis menemukan dokter terbaik di negaranya,sehingga mereka harus mengganggu dokter yang sudah terikat kontrak,tidak akan ku biarkan,cari tau pemilik rumah sakit dan alasan mereka menginginkan dokter Delia".perintah Rey
"baik bos."
__ADS_1
Mobil terus melaju kencang menuju perusahaa.Rey memandang kosong kedepan,masih berfikir tentang Delia.Seorang wanita yang diam-diam mencuri hatinya.