
"hhhmmm." Dehem Rey untuk memecah keheningan setelah mereka selesai makan malam.
Delia yang tengah sibuk dengan ponselnya seketika menoleh ke arah Rey,ia kemudian meletakkan ponselnya yang sedari tadi mengalihkannya.
" Kenapa?" Tanya Delia,ia mengerutkan alisnya melihat tingkah Rey yang duduk begitu gelisah,Rey tersenyum lebar menampakkan gigi putih yang tersusun rapi.
" hheeemmm." Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal cengingiran sambil melangkah mendekati Delia yang tengah duduk di sofa,ia kemudian menghempaskan tubuhnya di samping Delia yang menatapnya dengan penuh tanya.
" Aku.....aku...." Rey terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.
" Apa sih,gak jelas kamu..."
" Aku mau susu." Lirih Rey pelan namun masih bisa di dengar oleh Delia, seketika Delia memukul kepala Rey menggunakan bantal sofa yang ada di pangkuannya dan menatap Rey Dangan sorot mata tajam dengan dada naik turun yang menunjukkan gejolak amarah yang timbul akibat ucapan Rey yang tak punya rem itu .
" Jaga mulut mu,dasar mesum kamu ya." Kesal Delia seketika berdiri dari duduknya dengan menyilang kan kedua tangannya didada bentuk perlindungan diri tepat di depan Rey yang sedang duduk menatapnya heran dengan tingkah aneh Delia yang tiba- tiba saja marah padanya.
"Kamu kenapa?" Tanya Rey yang keheranan,ia kemudian berdiri ingin mendekati Delia.
__ADS_1
Delia yang melihat pergerakan Rey seketika mundur perlahan dengan masih menyilangkan kedua tangannya didada.
" A....pa,ka....mu mau apa?" Gugup Delia yang di liputi rasa khawatir takut jika Rey bertindak di luar batas,ia kemudian menutup kedua matanya dengan keringat dingin yang mulai menetes di dahi, sementara Rey yang melihat tingkah konyol Delia semakin gemas dan menahan tawa karna ia baru menyadari ucapannya yang membuat Delia salah paham,ia semakin ingin menggoda Delia ia perlahan maju mendekati Delia yang sudah mentok di dinding tidak ada jalan lagi untuk menghindari,Rey melekatkan wajahnya tepat di depan wajah Delia dan mengungkungnya,hampir saja tawanya meledak saat ia mendengar Delia merapalkan berbagai doa untuk terbebas darinya.
Rey memegang dagu Delia dan mengangkatnya perlahan mensejajarkan wajahnya,namun Delia masih menutup mata sambil menggeleng pelan.
" Jangan....jangan menyentuhku." Teriak Delia tiba-tiba yang membuat Rey sedikit terperanjat dengan teriakan Delia yang membuat gendang telinganya berdengung,Delia kemudian membuka matanya dan menatap Rey dengan tajam sekaligus mendorong Rey namun dorongan Delia tidak berarti apa-apa bagi Rey karna tubuhnya tidak bergeser sama sekali, Rey tersenyum tipis membuat Delia semakin panik dan menggeleng,Rey semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Delia,kemudian matanya menatap ke arah bibir sensual Delia yang mungil membuat darah Rey berdesir,tiba-tiba tubuhnya terasa panas ,bibir merah yang natural milik Delia semakin menggodanya,ia yang larut dengan pikirannya sendiri tanpa sadar mengecup bibir Delia yang membuat Delia sontak membelalakkan matanya karna serangan Rey yang tiba-tiba ia kemudian memukul-mukul dada Rey agar Rey menghentikan aksi nya tapi bukannya berhenti Rey justru semakin memperdalam dan menekan tengkuk Delia dengan sebelah tangan nya .
Delia yang di perlakukan seperti itu sejenak terlena dengan perlakuan lembut Rey padanya , tangannya yang tadi merontah- rontah perlahan berhenti secara teratur menikmati perlakuan Rey yang seumur hidupnya baru ia rasakan,Rey yang merasa mendapatkan lampu hijau dari sang istri semakin memperdalam aksinya dan tak lupa dengan tangan nya yang begitu nakal meraba tubuh sang istri.
"huuuuuaaahhhhhh." ******* itu akhirnya keluar setelah keduanya hampir kahabisan oksigen akibat pagutan yang awalnya hanya untuk menggoda saja yang akhirnya jadi keterusan.
" Tapi kamu menikmati nya kan." Balas Rey sambil mengelap sudut bibir Delia yang basah akibat perbuatannya.Ia kemudian tersenyum tipis penuh bahagia karna tanpa Delia sadari ia mulai membuka diri untuk Rey.
"CK.." Delia membuang muka kesal,ia begitu malu karna Rey berhasil membuatnya kehilangan pertahanan yang sedari awal di bangunnya untuk tetap menjaga batasan perasaannya agar suatu hari jika ia terluka tidak begitu sakit,tapi pertahanan itu seketika runtuh begitu saja.
cup....cup kecupan di kening dan kedua pipinya menyadarkan Delia dari lamunannya,ia kemudian berpaling dan mendorong pelan tubuh Rey yang masih di posisinya semula,tubuh Rey yang di dorong pelan sedikit bergeser yang membuat ruang untuk Delia melepaskan dirinya dari Kungkungan suami menyebalkannya itu.Delia kemudian berjalan pelan menuju sofa dengan hati yang masih kesal,ia duduk kemudian menatap Rey yang masih berdiri bersandar di dinding dengan tangan di lipat ke dadanya, sejenak tatapan mereka bertemu lalu Delia membuang wajahnya kesamping untuk memutus tatapan elang suaminya itu .
__ADS_1
" Tidurlah,ini sudah larut." Ucap Rey lembut ia kemudian berjalan ke arah sofa tempat Delia duduk.
Delia hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian merebahkan tubuhnya di sofa,walau tidur di sofa tapi tempat itu cukup nyaman untuk di tiduri karna ukuran nya yang cukup besar mampu membuat tubuhnya tidur denga nyaman.
Tidak membutuhkan waktu yang lama keduanya sudah berada di alam mimpi masing-masing.
...****************...
Mobil Rey memasuki halaman apartemen nya , ia kemudian memarkirkan mobilnya di tempat parkir,kemudian keluar dari mobil bersama dengan Delia untuk menuju ke apartemen nya.
Keduanya berjalan gontai memasuki lobi dan menuju lift untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan di lantai 20, sepanjang perjalanan tidak ada satupun di antara mereka yang membuka pembicaraan,Delia masih begitu malu dengan apa yang terjadi di rumah sakit malam tadi,lalu Rey entah apa yang ada dalam benaknya yang jelas ia begitu gelisah hari ini.
Ceklek....pintu apartemen di buka Rey setelah memasukkan kartu nya,ia kemudiaan berjalan pelan memasuki apartemen nya yang di susul oleh Delia dari belakang,tampak ruangan itu gelap karna tidak di huni oleh mereka ,baru saja Rey menyalakan lampu ia justru di kejutkan oleh seseorang yang duduk manis di sofa dengan pakaian yang begitu seksi,Delia yang melihatnya pun sama terkejutnya dengan Rey, sementara orang yang memberi kejutan pada keduanya tersenyum kecut karna kehadiran Delia.
" Mona...?" Ucap Rey yang tersadar akan kehadiran tunangannya itu secara mendadak.
" Surprise...." Seru Mona sambil berdiri menghampiri Rey yang masih berdiri mematung karna masih syok dengan kedatangan orang yang tidak di harapkan nya itu,Mona kemudian merentangkan kan kedua tangannya untuk memeluk Rey namun di buat kecewa saat Rey menghindari pelukannya,ia kemudian menatap sinis pada Delia yang masih setia berdiri tepat di belakang Rey.
__ADS_1
" Kapan kamu datang?kenapa tidak mengabariku dulu?" Tanya Rey sedikit kesal karna rencana yang sudah di susun rapi sejak semalam untuk menghabiskan waktu berdua dengan Delia terancam gagal total,bukan terancam gagal tapi sudah gagal total sebelum di mulai.