
Mona berjalan begitu tergesa saat mendapat telfondari seseorang,ia yang awalnya akan ke salon kini berbalik arah.Mona membuka pintu mobilnya setelah berada di parkiran yang berada di halaman rumahnya,ia kemudian duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya pelan.
mobil berjalan membelah keramaian oleh laju kendaraan lain,kemudian membelokkan mobilnya menuju gedung pencakar langit,salah satu gedung tebesar dan tertinggi di Jakarta.
Mona menghentikan mobilnya dan turun setelah memarkir kan mobilnya di tempat parkir,ia kemudian melangkah masuk ke gedung mewah itu yang bertuliskan Pratama Group,Ya saat ini Mona tengah berada di kantor Rey,ia yang tadi mendapat telfon dari calon mertuanya untuk meminta segera ke kantor dan dengan senang hati Mona memenuhi panggilan calon mertuanya itu,pasalnya sejak kembali ke Jakarta dia begitu sulit untuk menemui Rey.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Handoko." Ucap Mona pada receptionis.
" Nona Mona?" Tanya receptionis itu untuk meyakinkan keraguannya karna sang pemilik perusahaan sudah memberitahu jika ada seorang gadis cantik yang akan datang menemuinya.
"Iya." Mona mengangguk pelan dengan di selingi senyuman.
"Anda sudah di tunggu di ruangan pak presdir."
"Baiklah." Mona berjalan meninggalkan receptionis dan menuju lalu masuk ke lift khusus pemilik perusahaan,tidak lama kemudian dia pun sampai di lantai paling atas gedung itu dan berjalan menuju ruangan yang telah di sebutkan receptionis tadi.
Ceklek pintu di buka oleh Mona ia menyembulkan setengah wajahnya lalu menyungging kan senyum saat dia melihat ada seseorang yang begitu dirindukannya.Mona berjalan gontai memasuki ruangan pemilik perusahaan itu dengan di selimuti rasa bahagia dan senyum tak lepas dari wajahnya, sementara Rey yang melihat kedatangan Mona begitu terkejut dengan memasang wajah dingin dan datarnya,baru saja akan memeluk tubuh Rey untuk melepas kerinduan nya namun ia di buat kecewa saat Rey menghindari pelukannya dan lebih memilih berpindah tempat.
"Ngapain kamu kesini ?"Tanya Rey yang tidak tahu menahu akan kedatangan Mona bahkan Dion atau sekertaris nya tidak memberitahu kannya.
"Aku di panggil papa." Jawab Mona santai lalu mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada dalam ruangan itu.
Rey menghela nafas,pantas saja papanya menyuruhnya cepat kembali ke perusahaan saat ia berada di luar kantor tadi.
" Aku sibuk,kamu tunggu papa saja di sini."Ujar Rey sambil membereskan berkas yang ada di atas mejanya dan di letakkan nya di tangannya,entah mengapa sejak menikah dengan Delia ia semakin tidak nyaman berdekatan dengan wanita lain,ia begitu risih saat dirinya berada satu ruangan dengan wanita lain.
" Kenapa selalu menghindari ku Rey?" Tanya Mona ia sudah tidak tahan lagi akan perlakuan Rey padanya.Rey menghentikan langkahnya saat ia akan memutar handle pintu,lalu berbalik dengan tersenyum kecut.
"Jika kamu sudah menyadari nya ,kenapa tetap saja mengikutiku?" Ucap Rey
__ADS_1
Mona yang mendengar ucapan Rey begitu sakit hati,ia tak menyangka Rey akan berkata seperti itu padanya,ia lalu berjalan ke arah Rey.
" Aku tunangan mu Rey, sebentar lagi kita akan menikah."
"Tapi aku tidak pernah menganggap kamu tunangan ku,dan satu lagi aku sudah menikah." Ucap Rey lalu berjalan meninggalkan Mona begitu saja.Mona tidak menyadari kepergian Rey akibat begitu terkejut dengan ucapan terakhir Rey,ia bagaikan tersengat listrik tidak percaya dengan penuturan Rey.
" Tidak mungkin,apa kamu sedang bermain -main denganku Rey." Ucap Mona pada dirinya sendiri .
Ia kemudian tersenyum kecut ada sesuatu yang tiba - tiba timbul dalam pikirannya,ia kemudian meninggalkan ruangan Rey untuk menemui seseorang.
...****************...
"Adu...maaf saya tidak sengaja." ucap Delia saat ia berjalan sambil menunduk dan tak sengaja menabrak seseorang di koridor rumah sakit.
" Tidak apa- apa saya juga salah karna terburu- buru." Balas pria itu.
Delia kemudian memandang pria tampan itu dan sepertinya pria itu bukanlah pria asli Indonesia terlihat dari postur tubuh dan garis wajahnya yang kebarat-baratan,mungkin blasteran pikir Delia.
" Aku ingin ke kamar VIP 5 apakah anda bisa menunjukkan nya pada ku." Sambung pria itu lagi.
" Oo kebetulan saya akan kesana mari ikut denganku." Ajak Delia kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan pria itu yang masih berdiri menatap punggung Delia yang mulai menjauh.
" Apakah anda akan terus berdiri di situ?" Seru Delia sambil menghentikan langkahnya saat menyadari pria itu tidak mengikutinya.
Pria itu tersadar dari lamunannya sambil tersenyum tipis menggeleng pelan lalu berjalan ke arah Delia yang sudah melanjutkan langkahnya saat terhenti sebentar.
" Ini kamar nya,mari masuk." ujar Delia sambil membuka pintu kamar pasien barunya itu.
" Daddy.." Histeris senang bocah laki-laki itu saat melihat orang yang masuk ke kamarnya,ia begitu bahagia karna Daddy nya datang menemuinya sudah sebulan ini mereka tidak bertemu dan ia begitu merindukan Daddynya.
__ADS_1
"Hallo bro..." Sapa pria itu menghampiri putra kecinya dengan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang putra.
Delia dan Oma hanya tersenyum kecil menyaksikan pemandangan di depan mereka.Delia kemudian berjalan ke arah anak dan ayah itu yang sedang melepas kerinduan mereka.
"Baiklah, pelukannya di lanjutkan nanti , sekarang waktunya pemeriksaan. Ujar Delia yang membuat kedua pria beda usia itu melepaskan pelukannya dan menatap Delia secara bersamaan,Delia yang di tatap seperti itu sedikit salah tingkah namun sedetik kemudian ia mampu menguasai keadaan.
" Oke...saya periksa dulu ya." Ucap Delia lembut memeriksa bocah itu dengan seksama,Jika Delia begitu fokus memeriksa pasiennya lain hal nya dengan ayah pasien itu matanya sedari tadi menatap lekat pada Delia,ada desiran aneh dalam tubuhnya saat bertemu dengan dokter putranya itu.
"Semua baik- baik saja,besok sudah bisa pulang." Senyum Delia sambil mengelus lembut rambut pasiennya itu.
" Hore....Kevin sudah sembuh." Teriak bocah itu dengan senang dan di angguki oleh Delia.
"Makasih,dok." Ucap Boy ayah dari anak kecil itu.
Delia hanya mengangguk pelan lalu berlalu meninggalkan kamar pasiennya untuk kembali memeriksa pasien lainnya.
" Kenapa baru datang?" Tanya Oma ibu dari Boy ia sedikit kesal karna putranya ini selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
"Maaf ma,Boy begitu sibuk akhir - akhir ini ." Boy merasa bersalah karna perhatian nya kepada sang putra mulai tersisihkan akibat begitu banyaknya pekerjaan.
Mama Boy hanya menghela nafas kecil kemudian menghampiri sang cucu yang begitu sibuk dengan gamennya.
"Untung saja dokter yang merawat Kevin begitu baik dan perhatian,mama menyukainya." Ucap ibu Boy ia begitu terkesan dengan dokter itu. "seperti nya dia wanita yang baik dan cocok untuk menjadi ibu." Sambungnya lagi dengan penuh maksud.
Boy yang mendengar ucapan ibunya itu sejenak berfikir dengan apa yang di katakan ibunya itu,walau baru saja bertemu dengan dokter yang merawat putra kecilnya itu,tapi ia sudah merasa begitu terkesan dan tertarik untuk lebih mengenal nya lebih dekat lagi.
" Mama ini ..." Ujar Boy menggeleng pelan ,namun ia bahagia karna mamanya lah yang mendukung nya untuk lebih dekat dengan Delia,biasanya setiap Boy mengenalkan seorang wanita pada mamanya ,mama nya selalu menolak dengan berbagai alasan bahkan pada Mona sekalipun saat Boy membawa Mona kerumahnya tapi mamanya tidak begitu senang akan kedatangan Mona waktu itu kerumahnya,tapi lihatlah sekarang mamanya yang justru begitu antusias mengenalkan nya pada Delia.
Ya apa salahnya,toch ia pria yang single tapi Delia apakah masih sendiri atau sudah menikah,Ach itu urusan nanti sekalipun Delia sudah menikah ia bertekad untuk merebut nya dan menjadikannya miliknya.Pikir Boy dengan seringai licik .
__ADS_1
Boy adalah pria arogan ,apa yang di inginkan nya selalu akan menjadi miliknya meski untuk mendapatkan nya dengan berbagai cara.
Tapi kali ini mungkin Boy akan berhadapan dengan orang yang salah jika tetap bersikukuh menjadikan Delia miliknya .