
Rey berbalik ke arah Mona lalu menatap dingin dan datar tidak ada senyum apalagi kata mesra seperti yang di tunjukkan nya pada Delia.
" Kalau kamu bosan,kamu bisa pergi jalan-jalan,aku akan menelfon Dion untuk menemanimu." Ucap Rey
Mona yang semula menyungging senyum seketika senyumnya hilang di ganti dengan wajah yang kesal ,ia merasa Rey memperlakukan nya seperti orang lain tidak ada manis-manisnya.
" Aku ini calon istrimu Rey,dan kamu menyuruh orang lain untuk menemani ku pergi,aku mau ikut denganmu."
" Aku akan ke kantor , jika kamu tidak ingin pergi bersama dengan Dion,ya sudah...pergilah sendiri." Rey menarik tangan Delia keluar dari apartemen nya meninggalkan Mona yang sedang menahan amarahnya,ia tidak bisa menerima perlakuan Rey padanya,apa lagi di Depan Delia orang yang paling di bencinya .
Rey memasuki lift bersama Delia di sisinya dan tangannya masih menggenggam tangan Delia,.
Delia yang masih mencerna dengan apa yang terjadi tiba -tiba di kagetkan oleh perlakuan Rey yang tiba -tiba saja mencium kening nya,ada rasa hangat dan nyaman saat Rey memperlakukan nya dengan lembut,ia kemudian tertunduk menyembunyikan semburat merah yang timbul di wajahnya.Belum hilang rasa kagetnya ia kembali di kejutkan saat Rey menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.
" Maaf...." bisik Rey tepat di telinga Delia saat ia masih memeluk Delia, Delia mengerutkan kedua alisnya.
" Maaf karna mebuatmu sedih dan kesal , karna suami ini di sentuh oleh wanita lain." sambung Rey seolah paham dengan keterkejutan Delia.
Delia menghela nafas lalu merenggang kan pelukan nya dari Rey ia kemudian menggeser tubuhnya kesamping untuk menghindari tatapan Rey yang membuat nya terhanyut begitu dalam.
" Itu bukan masalah,bukankah dia calon istrimu?itu haknya." Ucap Mona pelan namun berat,meski ia mengatakan seperti itu tapi percayalah jauh di lubuk hatinya, ia begitu sakit menyaksikan suaminya di sentuh oleh wanita lain,tapi apa yang bisa dia lakukan bukankah dirinyalah yang menjadi orang ketiga di antara Rey dan Mona.
"Apa kamu merelakan suami mu ini ,di sentuh wanita lain?" Tanya Rey dengan sedikit di tekan ada kekesalan dan kemarahan yang di pendam nya mendengar penuturan Delia yang seolah biasa saja,sedangkan dirinya sendiri semalam begitu gelisah karna merasa menyakiti Delia tanpa sengaja,tapi apa ini istrinya itu justru bersikap biasa saja.
__ADS_1
Rey kembali menarik tubuh Delia ke dalam pelukannya namun baru saja ingin membuka mulutnya pintu lift terbuka,Delia segera mendorong pelan tubuh Rey dan keluar dari lift meninggal kan Rey yang masih mematung.
Rey meninju dinding lift karna menahan kesal,ia kemudian menendang dinding lift itu kembali melampiaskan kemarahannya lalu berlalu meninggalkan lift yang menjadi korban kemarahannya.
Rey menoleh mencari istrinya,ia kemudian tersenyum saat melihat sang istri sudah berada di samping mobilnya menunggu dirinya karna pintu mobil tidak bisa ia buka.Rey berjalan gontai menyusul Delia yang berdiri tertunduk ia tidak menyadari kehadiran Rey yang sudah berdiri di hadapan nya.
"Naiklah..." Rey membuka pintu untuk Delia,Delia mengangkat wajahnya dan melihat Rey sudah berada di sampingnya dengan masih memegang pintu mobil yang di bukanya untuk istrinya,Delia mengangguk lalu masuk ke mobil,setelah memastikan Delia sudah duduk di dengan nyaman,Rey kemudian memutari mobilnya dan menyusul Delia masuk ke mobil,ia mengemudi kan mobilnya meninggalkan area gedung apartemen dan meninggalkan Mona yang tengah mengamuk di apartemen Rey ia tidak menerima di perlakukan seperti ini,Rey seolah menganggap nya tak ada dan tak sedikitpun Rey melirik kehadiran nya ,Rey justru lebih memilih pergi dengan Delia.
" Brengsek......aku tidak akan memaafkan mu gadis kampung." Mona mengacak rambutnya frustasi karna merasa di kalahkan oleh Delia .
...****************...
"Kita mau kemana?" Tanya Delia saat ia menyadari arah mobil yang di tumpanginya mengarah ke arah jalan yang berbeda dengan jalan menuju rumah sakit,Delia kemudian melirik Rey yang masih fokus menyetir itu, kemudian kembali mengarahkan pandangan nya kearah jalan,ia semakin yakin bahwa jalan yang mereka lalui bukanlah ke arah rumah sakit.
" Apa dia akan melenyapkan ku lalu membuang mayat ku ke hutan,karna tunangannya sudah datang? tapi kenapa ingin melenyapkan ku,dia bisa kan menyuruh ku pulang saja,aku pasti akan senang." Lirih Delia yang bertanya dan di jawab oleh dirinya sendiri,pikiran nya kini di penuhi oleh bayang-bayang buruk yang akan di lakukan oleh suaminya itu.
Rey yang mendengar ocehan Delia hanya menggeleng pelan melihat tingkah aneh yang selalu di tunjukkan oleh istrinya itu,ia tidak habis pikir bisa-bisa nya Delia berfikir ia akan membunuh dirinya dan membuangnya ke hutan.
"Apa kamu tuli ?apa kamu tidak mendengar ku?kamu mau membawaku kemana?" Teriak Delia,ia sudah kehabisan kesabaran nya karna terus di abaikan oleh Rey, sementara jalan yang mereka lalui semakin menjauh keluar dari pusat kota.
Rey terus mengemudikan mobilnya tanpa mempedulikan kemarahan Delia,ia justru menikmati kemarahan itu karna menurutnya istrinya itu semakin menggemaskan saat ia marah-marah.
Rey memasuki kawasan taman yang terlihat sudah mulai sepi karna malam sudah semakin larut,ia terus melewati jalan-jalan yang di kedua sisinya di penuhi dengan jejeran pohon pinus yang indah,semakin lama jalan semakin terlihat sunyi dan sedikit temaram,seakan kawasan yang ingin di kunjungi Rey itu berada di sebuah daerah yang jauh dari keramaian,terbukti dengan tidak adanya bangunan -bangunan.Rey kemudian membelokkan mobilnya kearah kiri dan memasuki gerbang yang bertuliskan Rey's fam,Delia yang sedari tadi tidak berhenti mengoceh seketika menghentikan ocehan nya saat di depan nya berdiri sebuah bangunan mewah bak istana di negri dongeng ia begitu terkesima melihat pemandangan yang ada di depannya itu bahkan ia tidak menyadari Rey sudah berdiri di sampingnya membuka pintu mobil untuknya .
__ADS_1
" Turunlah..."ujar Rey mengagetkan Delia yang hanyut dalam keterpesonaan bangunan mewah di depannya.
Delia turun dari mobil lalu mengikuti langkah Rey yang sudah berada di depannya,Delia begitu kesusahan untuk menyamai langkah cepat Rey dan akhirnya ia tertinggal,Rey menghentikan langkahnya saat menyadari Delia tidak berada di dekatnya ia lalu membalikkan tubuhnya dan matanya langsung tertuju pada wanita cantik yang sedang terduduk di sebuah bangku yang memang di sediakan di sepanjang jalan yang mereka lalui,memang bangunan mewah itu cukup jauh dari tempat parkiran dan untuk menuju ke bangunan utama harus berjalan kaki karna jalan yang di lalui hanya untuk jalan saja bukan untuk kendaraan,hal itu dirancang agar suara deru kendaraan tidak menggangu penghuni bangunan itu.
Rey Kembali berjalan ke balakang untuk menyusul Delia yang sedang duduk untuk melepas lelah.
" Kenapa?" Tanya Rey pura-pura tidak tahu akan keadaan Delia yang tampak kelelahan akibat berjalan kaki,Delia kemudian mendongakkan wajahnya menatap Rey yang sudah berdiri di depannya dengan kedua tangannya di masukkan ke kantong celana bahan yang di pakainya.
" Apa kamu tidak melihat ku,aku kelelahan karna mengejar mu,apa kamu hantu kenapa berjalan begitu cepat ?" Kesal Delia sambil memijit pelan betisnya.
Rey menundukkan tubuhnya lalu duduk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Delia yang duduk di bangku,ia kemudian mengambil alih betis Delia lalu memijitnya pelan,yang membuat Delia tersontak kaget akan perlakuan Rey pada nya.
"Apa yang kamu lakukan? sudahlah aku bisa sendiri." Ucap Delia yang menahan tangan Rey yang hendak memijit kakinya itu,ia merasa tidak enak sekaligus malu karna Rey akan menyentuh kulitnya yang tentu saja membuat Delia sedikit panik.
" Tenanglah aku hanya ingin memijitnya."
"Aku bisa sendiri."
" Aku ini suami mu kalau kamu lupa." ucap Rey memperingati Delia akan statusnya karna Delia selalu saja menolak untuk di bantu Rey . Delia yang mendapat jawaban telak seketika terdiam dan membiarkan Rey melanjutkan pekerjaannya.
" Ini istana,siapa?" Tanya Delia,ia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.
" Istana kita." jawab Rey santai tapi membuat Delia melongo dengan mulut sedikit ternganga mendengar jawaban Rey .
__ADS_1