Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Jangan tinggalkan aku Faris ~ Misteri villa nenek #9


__ADS_3

Setelah selesai mandi Tazkia menatap dirinya dengan intens di cermin sambil memikirkan bayangan semalam tentang Faris yang mengatakannya wanita rendah serta segala amarah Faris yang Tazkia tak mengerti apapun penyebab pastinya, Tazkia terus berusaha mencoba memutar otak kembali mencari tahu apa yang sebenarnya salah, namun semakin dipikir dan diingat entah mengapa tetap saja ia tak menemukan apapun alasannya.


"Apa aku harus kembali ke waktu semalam, agar tahu kejadian yang sebenarnya?" tanya Tazkia pada diri sendiri. "Tidak, mana bisa aku menggunakan liontin itu hanya untuk masalah seperti ini, aku harus bisa mengatasinya sendiri." ucapnya lagi berubah pikiran dan menyemangati dirinya.


Tazkia menyisir rambutnya perlahan kemudian mengikatnya menjadi satu ke atas ala ala kunciran kuda, namun ketika seluruh rambutnya terangkat naik, pandangan Tazkia lantas terhenti pada area leher miliknya, di mana ia mendapati tanda merah keunguan di sana yang sontak saja membuat Tazkia terkejut ketika mendapatinya.


Mengetahui tanda itu Tazkia berusaha untuk menggosoknya secara berulang pada area yang terdapat tanda merah itu, Tazkia pikir itu hanyalah sebuah noda lipstik, blush on atau semacamnya, namun jika dipikirkan secara logika bukankah itu tidak mungkin?


Tazkia kemudian mengambil kapas dan micellar water lalu menggosoknya lagi dan lagi kali ini dengan gerakan yang sedikit kasar, namun tetap saja tidak hilang malah membuat area leher Tazkia menjadi kemerahan karena gosokan yang terlalu kuat.


"Tanda apa sebenarnya ini? kenapa tidak bisa hilang? sialan pantas saja Faris terlihat marah padaku semalam, pasti ia menganggap aku sudah melakukan yang tidak tidak." ucap Tazkia dengan kesal sambil masih terus berusaha menghilangkan tanda itu.


Tepat setelah Tazkia meluapkan emosinya terdengar tawa berat menggema memenuhi ruangan kamar Tazkia. Tazkia yang mendengar hal itu tentu saja langsung bangkit dan mencari sumber tawa tersebut, namun ia tak kunjung menemui siapa pun di kamarnya, sampai kemudian pandangannya terhenti pada standing cermin di sebelah lemari yang biasanya ia gunakan untuk melihat gaya pakaian kesehariannya.


Pada cermin itu tepat di belakangnya, Tazkia melihat sosok yang menyerupai Faris namun dengan manik mata merah menyala nampak berdiri dan tersenyum menyeringai menatap ke arahnya. Secara spontan Tazkia menoleh mencari sosok itu namun di belakangnya tidak ada siapapun yang ia temui di sana, Tazkia kemudian kembali menghadap depan dan lagi lagi ia melihat sosok itu di belakangnya yang kali ini dengan jarak yang semakin mendekat. Merasa ada yang tidak benar Tazkia perlahan kembali menoleh ke belakang dan sosok yang menyerupai Faris lagi lagi tidak ada di belakangnya. Antara rasa penasaran dan takut yang memuncak Tazkia perlahan memutar kepalanya dan kembali melihat ke arah cermin, dan benar saja sosok itu berada tepat di belakang Tazkia dengan jarak hanya tersisa satu langkah lagi sampai ke tempat dirinya berada.


Lampu kamarnya mendadak berkelap kelip mati kemudian hidup lagi, Tazkia hanya menatap sekeliling diam mematung tanpa ingin kembali menatap ke belakang, karena dapat di pastikan sosok itu akan sampai pada tempatnya berdiri sekarang dan kemungkinan akan menerkamnya.


Angin berhembus cukup kencang menerbangkan tirai tirai kamar Tazkia membuatnya dalam keadaan yang sulit untuk bergerak dan lari.

__ADS_1


"Aku sudah sering melihat mereka! tenang Kia derajat mu lebih tinggi darinya." ucap Tazkia dalam hati mencoba untuk memantapkan hatinya agar tidak takut dan tetap berani menghadapi sosok berwujud mirip Faris tersebut.


Hahahaha


"Siapapun kamu, sebaiknya kamu pergi dan jangan ganggu aku! aku tidak takut dengan mu!" ucap Tazkia setengah berteriak membuat tawa sosok itu semakin kuat menggema di setiap sudut ruang kamar.


Kamu milikku dan hanya milikku!


Ucap sebuah suara berat yang terdengar tepat di telinga sebelah kiri Tazkia, membuatnya dengan spontan menengok ke arah sebelah kiri namun sayangnya kemudian terdengar suara pintu terbuka dan keadaan kembali seperti semula, bersih dan rapi membuat Tazkia semakin heran dan penasaran akan apa yang diinginkan makhluk itu sebenarnya.


"Nona sedang apa?" tanya Rita yang berdiri di ambang pintu kamar Tazkia.


"...."


******


Di ruang makan.


Tazkia melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja makan namun tak mendapati siapapun di sana, seperti hari hari sebelumnya nenek Tazkia tak pernah mengikuti kegiatan sarapan dan hanya akan muncul ketika makan malam tiba, jika Tazkia hendak mengunjungi nenek di kamar pasti jawaban Rita nenek sedang istirahat dan selalu mengatakan bahwa nanti malam nenek akan mengunjungi Tazkia setelah makan malam, selalu saja seperti itu rasanya ada yang aneh dengan neneknya namun Tazkia tidak tahu apa itu.

__ADS_1


"Apa iya nenek adalah vampir yang hanya keluar pas malam hari? tentu bukan kan? itu sangat terdengar gila dan tidak masuk akal." ucap Tazkia dalam hati sambil tersenyum simpul.


Tazkia menarik kursi tempatnya biasa duduk dan mulai membuka piring, Hari ini rasanya sangat sepi sekali ada yang berbeda dengan meja makan dan Tazkia tidak menyadari hal itu, sampai kemudian ia baru teringat akan Faris yang tidak terlihat sejak tadi.


"Kemana Faris?" tanya Tazkia kepada Rita yang sedang menuang jus jambu ke gelas Tazkia.


"Saya tidak melihatnya sejak semalam nona, terakhir kali saya melihatnya ketika makan malam." ucap Rita sambil mengingat ingat.


Tazkia terdiam mendengar ucapan Rita barusan, pikirannya seakan melayang jauh pada kejadian semalam di mana Faris sangat marah dan mengira dirinya melakukan hal yang tidak tidak.


Tazkia bangkit dan bergegas berlari menuju ke kamar yang di tempati Faris beberapa hari ini. Langkahnya terhenti kala ia sampai tepat di depan pintu kamar Faris.


Antara yakin dan tidak yakin perlahan Tazkia mengetuk pintu kamar itu namun sampai kesekian kalinya mengetuk, sama sekali tidak ada jawaban di sana. Tazkia yang sudah berpikir macam macam lantas langsung membuka pintu kamar Faris untuk memastikan apakah dugaannya benar.


"Tidak mungkin Faris pulang bukan?" ucapnya sambil menggelengkan keras kepalanya berharap itu bukanlah kenyataannya. Bagaimana Tazkia bisa menjelaskannya jika ia bahkan tidak mengetahui siapa yang telah membuat bekas merah seperti kecupan di lehernya, bukankah itu terlalu tidak adil bagi Tazkia? jika Faris tiba tiba pergi tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.


Dengan suasana yang kalut dan hanya di penuhi pikiran pikiran negatif, Tazkia kembali melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah halaman belakang berniat untuk mengecek mobil Faris apakah masih ada di sana atau sudah menghilang dan kembali ke Jakarta sejak semalam.


Tazkia mempercepat langkah kakinya menuju ke arah parkiran, berharap mobil Faris masih ada di sana.

__ADS_1


"Faris!"


Bersambung


__ADS_2