Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Beberapa hal yang harus kalian patuhi


__ADS_3

Tazkia lantas mulai mengusap ikon hijau di layar ponselnya.


" Halo apa sih dit?" tanya Tazkia dengan kesal karena Aditya merusak dinner pertama kalinya bersama dengan Faris.


" He sabar napa, yang harusnya marah itu kita bukannya lo." ucap Aditya tidak kalah kesalnya dengan Tazkia.


" Maksud lo?" tanya Tazkia dengan bingung.


" Hello nyonya Tazkia Adelia Maharani bukankah anda sudah terlalu telat untuk rapat pembahasan kelompok kita?" ucap Aditya dengan suara yang di buat buat.


" Ha?" ucap Tazkia. " Oh astaga aku melupakannya, aku terlalu bersemangat untuk pergi dinner hingga melupakan bahwa malam ini adalah rapat untuk membahas keberangkatan ke kampung itu." ucap Tazkia dalam hati kemudian menyesali kebodohannya.


" Masih pura pura lo ya." ucap Aditya.


" Sorry gue lupa, gue absen dulu ya gue lagi dinner kali ini, plis kali ini aja." ucap Tazkia dengan nada memelas kepada Aditya.


" Dinner? what the hell, kebangetan lo ya tau ah sebel gue sama lo." ucap Aditya kemudian mematikan teleponnya begitu saja tanpa peringatan terlebih dahulu.


" Tapi kan dit ... halo dit? halo dit?" ucap Tazkia.


Tazkia yang sadar telponnya di matikan lantas berdecak dengan kesal, ia benar benar merutuki kebodohannya karena melupakan acara penting tersebut. Tazkia mulai bimbang akan bagaimana ia sekarang, haruskah ia berangkat dan meninggalkan Faris? tapi tentu saja itu akan membuatnya menyesal.


" Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Tazkia pada diri sendiri.


Dengan wajah yang masam Tazkia kembali menghampiri Faris, ketika sampai di sana menu makanan yang ia pesan sudah tersusun rapi dan juga cantik di atas meja.


" Apakah ada sesuatu?" tanya Faris yang melihat raut wajah Tazkia berubah.


Tazkia yang mendengar hal itu lantas hanya menggelengkan kepala kemudian mengambil gelas di meja dan perlahan meminumnya.


" Apa kamu yakin?" tanya Faris yang tak percaya begitu saja.


" Sebenarnya aku lupa kalau malam ini ada rapat untuk membahas kunjungan yang akan aku lakukan ke daerah daerah terpencil." ucap Tazkia dengan nada suara lirih namun masih bisa di dengar oleh Faris.

__ADS_1


" Kunjungan yang kamu bicarakan di telpon?" tanya Faris yang di balas anggukan oleh Tazkia.


Melihat tebakannya benar Faris lantas menghela nafas panjang kemudian menggenggam tangan Tazkia yang membuat Tazkia bingung akan sikap Faris.


" Mungkin ini belum saatnya Tazkia menjadi pacarku, yah aku bisa mencobanya lain waktu." ucap Faris dalam hati. " Hei jadi hanya karena itu kamu murung? kamu bisa pergi jika itu penting aku tidak akan marah." ucap Faris kemudian sambil menggenggam tangan Tazkia.


" Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu begitu saja?" ucap Tazkia namun dengan raut wajah sedih.


" Aku benar benar tak apa sungguh." ucap Faris sambil tersenyum.


" Tapi ..." ucap Tazkia.


" Pergilah"


*******


Sementara itu suasana di cafe tempat janjian rapat Aditya dan kawan kawan nampak langsung tegang dan canggung, bagaimana tidak? di tambah Aldo dan Doni saja sudah terasa aneh lah ini entah dapat ide darimana Tazkia malah mengajak Faris untuk bergabung bersama mereka, jadilah suasana yang begitu rame karena banyak orang namun malah terlihat sangat kaku dan bisa di bilang membosankan.


" Jadi mereka pacaran?" ucap Prasetia dalam hati.


" Berisik lo dit." ucap Sinta dengan kesal.


" Kenapa jadi berantem, kita jadi diskusi atau tidak? kalau gak aku sama Doni pulang!" ucap Aldo.


" Jadi!" teriak Tazkia, Prasetia, Sinta dan juga Aditya secara bersamaan membuat Faris dan Doni secara spontan menutup telinga mereka.


" Baiklah kita mulai saja, pertama kita bahas barang barang yang akan kita bawa ke sana." ucap Prasetia. " Kita bisa membawa beberapa buku untuk anak anak di sana, kalian bisa dapatkan dari perpus kampus atau kalau kalian punya buku khusus anak anak yang masih layak di pakai kita bisa membawanya." sambung Prasetia.


" Bagaimana untuk tempat tinggal Pras?" tanya Tazkia.


" Lo tenang aja pihak kampus sudah memberi fasilitas yaitu beberapa rumah warga yang memang sudah kosong dan tidak di tempati." ucap Prasetia.


" Maksud lo rumah kosong? gila ogah gue." ucap Aditya.

__ADS_1


" Bukan rumah kosong jangan salah paham dulu, rumah itu hanya tidak ditinggali lama namun masih layak di tempati kok." ucap Prasetia. "Jika untuk pakaian dan perlengkapan kalian bisa membawa secukupnya jangan terlalu berlebihan karena kita di sana tidak untuk bertamasya." ucap Prasetia.


" Apa kita harus membawa persediaan makanan?" tanya Sinta.


" Tidak perlu di sana mayoritas penduduk bercocok tanam jadi kita sudah tidak perlu memikirkan tentang makanan, tapi pihak kampus memberikan kita bekal beberapa karung beras dan juga mie instan untuk kita." ucap Prasetia lagi.


" Aku bisa membawakan kalian beberapa makanan kaleng yang bisa kalian makan untuk berjaga jaga ketika malam hari." ucap Faris menimpali.


" Bag .." ucap Aditya hendak berbicara tapi di hentikan oleh Prasetia.


" Tidak perlu aku rasa itu saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kita." ucap Prasetia dengan nada dingin.


" Kita bisa menerima pemberiannya untuk berjaga jaga." ucap Doni.


" Tidak perlu!" ucap Prasetia dengan nada penekanan.


" Ada apa sih Pras? lo kok tegang banget? lagi pula itu ide bagus, apa salahnya kita menerima pemberian dokter Faris." bisik Sinta dengan pelan takut Faris mendengarnya.


" Jika kamu tidak mau tidak apa apa, saya minta maaf jika terlalu ikut campur." ucap Faris yang sadar Prasetia tidak menyukainya terlebih sejak kejadian di taman rumah sakit tempo hari lalu.


Mendengar ucapan Faris, Aditya lantas menyikutnya memberi tanda bahwa apa yang di lakukan Prasetia adalah salah, sedangkan Tazkia menatap ke arah Prasetia dengan wajah memelas, Tazkia benar benar tidak enak karena dengan mengajak Faris bergabung suasana menjadi semakin tidak mengenakan.


" Baiklah jika dokter tidak keberatan." ucap Prasetia pada akhirnya yang dibalas senyuman oleh Faris.


" Yei berarti untuk makanan kita aman ya, sekarang apa lagi yang perlu di perhatikan?" tanya Sinta lagi.


" Apa aku boleh berbicara?" tanya Aldo yang membuat semua orang di sana lantas menatap ke arah Aldo, bagaimana tidak? bukankah mereka sedari tadi berdiskusi lalu untuk apa Aldo masih meminta izin untuk mengeluarkan pendapat.


" Ya silahkan, emang kita ngelarang lo sedari tadi?" ucap Aditya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tazkia.


" Jadi begini, ada beberapa hal yang harus kalian patuhi ketika datang di desa itu, yang pertama jangan berbicara kasar, kedua jangan mengambil atau memetik apapun di sana tanpa ijin dari empunya terlebih dahulu, jangan buang air kecil sembarangan, usahakan kalian sudah tidur sebelum jam 12 malam, dan satu hal lagi jangan buat kegaduhan di tengah malam." ucap Aldo yang lantas membuat semua orang yang ada di sana terbengong menatap ke arah Aldo.


" Kok perasaan gue jadi gak enak." ucap Aditya kemudian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2