Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Dia tidak bunuh diri ~ Teror hantu bisu


__ADS_3

Di sebuah rumah yang tidak terlalu kecil namun tidak juga besar, nampak sederhana dan tidak terlalu mewah. Terlihat Dona keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang cemas, pucat, serta berkeringat, digenggamnya sebuah benda pipih kecil di tangannya dengan tubuh yang gemetaran hebat.


Setelah beberapa kali melangkah tubuhnya yang memang lemas dan bergetar lantas langsung limbung dan jatuh di sebelah ranjang miliknya. Tangis mulai terdengar memenuhi ruang kamarnya begitu menyayat dan pilu, Dona meraba bagian perutnya perlahan dan tangisnya kembali pecah setelah itu seakan ia menangisi sesuatu yang mulai tumbuh dalam rahimnya.


"Bagaimana mungkin? bagaimana mungkin aku bisa hamil? hiks hiks" ucap Dona sambil menangis sesenggukan meratapi nasibnya sendiri.


*********


Mobil yang dikendarai oleh Faris dan Tazkia berhenti tepat di halaman kampus, pagi ini Faris sengaja mengantar Tazkia ke kampus sebelum pergi bertugas di rumah sakit.


"Aku berangkat dulu, jangan lupa kabari aku ketika sampai." ucap Tazkia sambil membuka pintu mobil.


Ehem


Terdengar deheman dari Faris yang lantas membuat Tazkia menghentikan gerakan karena sepertinya ia melupakan sesuatu. Tazkia kemudian lantas tersenyum sambil nyengir lalu mengambil tangan Faris dan menciumnya.


"Eh lupa, aku berangkat dulu ya cami." ucap Tazkia sambil menyalami punggung tangan Faris.


"Cami?"


"Iya calon suami!" ucap Tazkia yang lantas membuat Faris langsung tersipu malu mendengar ucapan Tazkia barusan.


Faris mengacak acak rambut Tazkia dengan gemas kemudian mencubit kedua pipi Tazkia namun dengan lembut agat tidak menyakiti Tazkia.


"Wah sudah pintar menggombal sekarang ya?" goda Faris.


"Jangan seperti itu, rambut ku jadi berantakan nih." ucap Tazkia dengan cemberut.


"Masih tetep cantik kok, sudah sana berangkat." ucap Faris.


Setelah membereskan rambutnya sebentar, Tazkia kemudian turun dari mobil sambil melambaikan tangan ke arah mobil Faris hingga tak terlihat dari pandangannya, Tazkia kemudian beranjak dari sana dan langsung melangkahkan kakinya memasuki kampus.

__ADS_1


Bug


Suara keras seperti benda jatuh dari tempat cukup tinggi lantas terdengar di area sekitar, membuat Tazkia yang sedang melangkahkan kakinya masuk lantas di buat terkejut dengan suara barusan. Beberapa mahasiswa nampak berlarian ke arah lapangan basket membuat Tazkia sedikit bingung akan apa yang sedang terjadi.


Tazkia yang penasaran akan apa yang terjadi berniat untuk menyusul mahasiswa yang lain menuju ke arah lapangan basket, hanya saja mendadak kepalanya terasa berat sedangkan telinganya tiba tiba langsung mendengung membuat Tazkia lantas sedikit terhuyung dan memegang sisi dinding untuk menopang tubuhnya.


Di tengah perasaan aneh yang tiba tiba datang Tazkia seakan seperti di tarik pada sebuah penglihatan yang asing baginya. Dalam penglihatannya ia melihat seorang perempuan dan laki laki tengah bertengkar di sebuah rooftop gedung, entah apa yang sedang diributkan keduanya Tazkia sendiri juga tidak tahu pasti penyebabnya, namun belum sempat Tazkia mencari tahu mendadak gadis itu sudah terlihat jatuh dan terjun ke bawah membuat Tazkia cukup terkejut dan langsung keluar dari penglihatannya.


"Lo kenapa Ki?" tanya Sinta dari arah belakang membuat Tazkia yang tengah shock lantas terkejut karena kedatangan Sinta secara tiba tiba.


"Lo ngagetin aja Sin."


"Sorry, but are you ok?" tanya Sinta lagi karena wajah Tazkia nampak pucat.


"Gue tadi..." ucap Tazkia namun terpotong karena suara bising beberapa mahasiswa yang berlarian menuju lapangan basket membuat Tazkia langsung teringat bahwa dirinya juga hendak ke sana mengecek apa yang sedang terjadi. "Nanti aja jelasinnya Sin, mending kita ke sana dulu lihat ada apa." ucap Tazkia sambil langsung menarik tangan Sinta agar mengikuti langkahnya ke arah lapangan basket.


Langkah keduanya terhenti kala melihat beberapa mahasiswa sudah mengerumuni lapangan basket, membuat Sinta dan juga Tazkia saling pandang satu sama lain bertanya tanya apa yang tengah terjadi.


Deg


Tazkia langsung mematung kala melihat apa yang ada di depannya, seorang wanita sudah bersimbah darah dengan kaki yang sudah membengkok ke belakang terlihat sangat berantakan, di tambah lagi dengan kepalanya yang hancur menambah kesan mengerikan bagi yang melihatnya. Tazkia mundur beberapa langkah pikirannya melayang mengingat kembali setiap adegan yang tadi muncul pada penglihatannya, Tazkia tidak menyangka bahwa apa yang dilihatnya barusan akan langsung terjadi tepat di depan matanya.


"Bukankah dia mahasiswa kedokteran? tragis banget ya masih muda tapi memilih untuk bunuh diri, apakah tidak ada jalan lain?" ucap seseorang di belakang Tazkia membuat Tazkia lagi lagi terdiam karena kenyataan itu sama sekali bertolak belakang dengan apa yang ada di penglihatannya.


"Kau benar, kabarnya dia patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan, apalagi ketika mendengar kabar pertunangan Rafi dan juga Febi beberapa minggu yang lalu." ucap lainnya menanggapi.


"Ya banyak yang bilang dia jadi gila sampai akhirnya lompat dari atas." ucap lainnya lagi.


Tazkia terus mundur kala mendengar ucapan demi ucapan dari beberapa orang tersebut, mendadak kepalanya kembali terasa pening samar samar ia mendengar suara seseorang meminta tolong berulang kali membuat kepala Tazkia seakan mau meledak begitu menyakitkan.


***

__ADS_1


Kantin


Sinta terlihat membawa dua botol air mineral menuju ke sebuah kursi yang berada di ujung kantin, di sana terlihat Tazkia tengah duduk sambil melamun menatap kosong ke arah depan.


"Minumlah dulu." ucap Sinta sambil menyodorkan sebotol air mineral yang sudah di buka penutupnya oleh Sinta.


Tazkia menerima sebotol air mineral itu kemudian meminumnya tanpa banyak protes.


Dari arah lorong terlihat Aditya dan juga Prasetia berjalan mendekat ke arah keduanya.


"Hai guys" sapa Aditya yang langsung mengambil duduk di depan Sinta dan Tazkia. "Kalian udah denger cerita belum? tentang mahasiswa kedokteran yang terjun dari rooftop tadi." tanya Aditya.


Ketiganya hanya diam dan mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti apapun tentang perempuan itu.


"Hadeh update dikit dong biar nambah wawasan." ucap Aditya.


"Memang ada apa?" tanya Sinta kemudian.


"Jadi denger denger dia melakukan bunuh diri karena cintanya bertepuk sebelah tangan, cowok yang disukainya bertunangan dengan mahasiswa ekonomi dan masih satu kampus dengan kita, gak hanya itu aja denger denger juga cowok yang di taksir tuh tajir men anak pejabat dan terkenal bersih tak pernah neko neko seperti anak pejabat lainnya yang selalu buat onar, bukankah kisah cinta keduanya bagai bumi dan langit?" ucap Aditya menjelaskan.


Mendengar hal itu ketiganya nampak berpikir keras.


"Lo yakin Dit? masalahnya bukankah alasannya terlalu sepele untuk membuat seseorang memilih jalan bunuh diri?" tanya Sinta.


"Itu benar, lagipula pasti ada faktor lainnya yang gak kita ketahui menjadi pemicu utama dia memutuskan bunuh diri, kalau karena cinta bertepuk sebelah tangan aku rasa tidak mungkin deh." ucap Prasetia ikut menanggapi.


Tazkia yang mendengar ucapan teman temannya lantas menjadi semakin bingung karena ia dengan yakin bahwa penglihatannya tidak pernah salah.


"Dia bukan bunuh diri!" ucap Tazkia pada akhirnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2