
Apartment Golden place
Sudah hampir 10 jam Tazkia, Aditya, dan juga Waluyo tidur namun mereka tidak kunjung bangun juga, bahkan sekarang sudah hampir siang tidak ada sedikitpun dari Sinta maupun Prasetia yang beranjak dari tempatnya sedari semalam Waluyo datang.
Jangankan untuk pergi bahkan sarapan pagi pun mereka berdua lewatkan, rasa lapar terkalahkan dengan rasa khawatir yang menyelimuti mereka sedari semalam.
Mereka berdua mulai meragukan ucapan Waluyo, pikiran buruk mulai menggelayuti mereka berdua karena Tazkia dan Aditya tidak kunjung membuka matanya.
" Sin istirahatlah dulu, lo belum makan sedari tadi biar gue yang menjaga mereka, makanlah dulu." ucap Prasetia yang tak tega kepada Sinta.
" Nanti dulu Pras tunggu mereka berdua balik dan bersama kita lagi." ucap Sinta
Mendengar hal itu Prasetia hanya menghela nafasnya karena ia sendiri pun juga masih mengkhawatirkan nasib kedua temannya itu.
" Setidaknya minumlah teh hangat ini untuk mengisi perutmu yang kosong." ucap Prasetia sambil menyerahkan segelas teh hangat kepada Sinta.
" Terima kasih banyak." ucap Sinta sambil menerima gelas teh tersebut dan langsung meminumnya.
************
Sementara itu kembali kepada Aditya dan Tazkia yang tengah berada di alam lain.
Ketika lentera miliknya mengarah tepat di antara Aditya dan Tazkia betapa terkejutnya Tazkia kala melihat Aditya tengah memakan seperti tangan manusia dengan darah yang menetes ke mana mana dan sudah memenuhi mulut Aditya.
Tazkia yang sadar bahwa apa yang di makan Aditya berasal dari hidangan di meja, lantas mulai mengarahkan lentera miliknya ke arah meja.
Ketika lentera Tazkia tepat di atas meja lagi lagi Tazkia lantas di buat terkejut kala hidangan di atas meja berubah menjadi sesuatu yang menjijikkan.
Meja tersebut penuh dengan cacing dan juga hewan mati disertai darah yang masih basah di tubuh hewan hewan tersebut.
Tazkia yang melihat itu lantas langsung mual, apalagi melihat Aditya memakannya dengan sangat lahap.
" Hoek hoek hoek."
Mendengar Tazkia yang muntah Aditya lantas menghentikan gerakannya dan menaruh makanan tersebut ke atas piring kemudian mengecek kondisi Tazkia.
__ADS_1
" Kenapa lo ki? hamil?" tanya Aditya spontan.
" Apaan lo gila kali, sana jauh jauh mual gue lihat lo." ucap Tazkia sambil memegangi perutnya yang terasa seperti di aduk aduk.
" Ada apa sih ki, kalau gitu gue mau lanjut makan aja deh." ucap Aditya yang lantas membuat Tazkia langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan menghunus tajam.
" Aditya hentikan, jangan makan itu." teriak Tazkia yang lantas membuat Aditya menghentikan gerakannya yang hendak mengambil kembali makanannya.
" Apaan sih?" tanya Aditya.
" Sadar dit sadar!" ucap Tazkia dengan kesal sambil menahan perasaan jijik serta mual yang bergejolak sedari tadi.
" Gue sudah sadar kok" ucap Aditya santai.
Mendengar hal itu Tazkia lantas dengan spontan menampar Aditya agar segera tersadar.
" Aw gila lo ya ki sakit tau." teriak Aditya sambil memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan Tazkia yang cukup keras.
" Bodoh amat kalau lo marah silahkan, tapi sebelum itu coba lo liat apa yang lo makan sedari tadi dit" ucap Tazkia tak ingin kalah sambil menarik kerah Aditya dan menunjukkan hidangan yang ada di meja sedari tadi.
Aditya kemudian lantas mengangkat kedua tangannya dan seketika langsung mual kala melihat tangannya tengah memegang seperti tangan seseorang namun sudah hilang dua jarinya dengan darah yang masih menetes sedari tadi.
" hoek hoek hoek."
" Bagaimana apakah kau sudah sadar sekarang?" tanya Tazkia dengan nada yang sinis saat melihat Aditya yang tengah muntah.
" Benar benar menggelikan." ucap Aditya sambil memegang perutnya yang rasanya seperti tengah di aduk aduk.
" Kita harus segera pergi dari sini dit, semua yang ada di sini hanya lah tipu daya, ayo kita pergi sekarang" ucap Tazkia sambil menarik tangan Aditya.
" Bukankah ini hanya mimpi ku ki?" tanya Aditya dengan bingung.
" Aku akan menjelaskannya nanti yang terpenting sekarang kita harus pergi dari sini." ucap Tazkia lagi.
Tazkia lantas langsung menarik Aditya untuk segera berdiri dan menggandeng tangannya agar mengikuti langkahnya sementara tangan satu memegang lentera tinggi tinggi untuk penerangan mereka.
__ADS_1
Tazkia dan Aditya menyusuri lorong lorong gelap yang tadi Tazkia lewati seorang diri dengan langkah yang cepat karena Tazkia benar benar ingin segera keluar dari sini.
Ketika sampai di bagian ruang tengah langkah kaki Tazkia terhenti karena ia baru teringat dengan Waluyo.
" Kenapa lo berhenti ki?" tanya Aditya karena Tazkia tiba tiba menghentikan langkah kakinya.
" Tunggu kita harus menjemput pak Waluyo." ucap Tazkia yang lantas membuat Aditya bingung.
" Ha pak Waluyo siapa ki?" tanya Aditya bingung.
" Ya pak Waluyo, udah ah nanti gue jelasin" ucap Tazkia kemudian kembali menarik tangan Aditya untuk mengikuti langkah kakinya ke arah perginya Waluyo tadi ketika berpisah dengannya.
" Jelaskan dulu padaku ki" ucap Aditya sambil mengikuti langkah Tazkia yang terburu buru.
Tazkia sama sekali tidak menggubris ucapan Aditya yang ia lakukan hanya melangkah dan terus melangkah sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Waluyo.
" Is geblek nih anak, gue lagi bertanya ki jawab kek" ucap Aditya dengan kesal namun masih tetap mengikuti langkah kaki Tazkia.
Ketika Tazkia bingung mencari keberadaan Waluyo tiba tiba saja pandangannya terhenti pada sebuah kamar yang nampak seperti bersinar di matanya, Tazkia lantas mengajak Aditya ke sana dan mulai membuka kamar tersebut secara perlahan.
Di saat pintu sudah terbuka sepenuhnya di sana ia melihat kejadian tidak senonoh di mana ia melihat Waluyo tengah bercumbu dengan seorang gadis seperti di lukisan, namun dalam pandangan Tazkia gadis itu benar benar mengerikan di mana wajahnya rusak dengan banyaknya belatung di tubuhnya membuat Tazkia terhenyak menatap kejadian di depannya.
" Bisa bisanya pak Waluyo bercumbu dengan begituan" ucap Tazkia dalam hati.
" Wah pak Waluyo nyolong start, gadis itu kan incaran gue" ucap Aditya dengan nada kesal yang lantas membuat Tazkia menatap ke arahnya.
" Apa? lo gila ya?" ucap Tazkia tak percaya dengan perkataan Aditya barusan.
" Lo yang gila kali" ucap Aditya.
Tazkia kemudian lantas membuang muka karena malas berdebat dengan Aditya, Tazkia mencoba untuk berpikir dan mencari cara agar bisa membawa Waluyo karena sedari tadi Waluyo dan sosok gadis tersebut masih dengan asyik bercumbu tanpa menggubris kehadiran Aditya dan Tazkia seakan akan mereka tidak mengetahui kehadiran Tazkia dan Aditya.
Cukup lama Tazkia berpikir sampai kemudian ia menemukan sebuah ide.
" Aku tahu" ucap Tazkia yang langsung membuat Aditya menatap ke arahnya.
__ADS_1
Bersambung