
Karena permintaan Aditya sebelum memulai diskusi adalah makan pada akhirnya mereka berempat memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu.
Prasetia, Sinta, Tazkia dan Aditya sibuk memasak barbeque seperti planning awal mereka, bukankah mereka terlalu santai? di saat banyak gangguan seperti tadi, bahkan mereka masih sempat sempatnya barbeque.an, benar benar anak muda jaman sekarang.
Setelah semua makanan beres dan matang, mereka lantas membawanya ke ruang tengah dengan beberapa minuman kaleng bersoda sebagai teman makan mereka sekaligus teman untuk diskusi.
" Oke kita mulai diskusi kita, jadi geis gue mau tanya kapan pertama kalinya kita mendapatkan gangguan terutama lo dit." ucap Tazkia sambil menatap Aditya yang asyik memakan sosis bakar.
" Kalau gue baru angin kenceng pas tadi dan pas kejadian beres beres ruang tengah." ucap Sinta sambil mengingat ingat.
" Kalau gue sejauh ini masih belum sih, hanya saja gue sempet melihat beberapa barang berjatuhan dan hawa tidak enak ketika melewati area ruang tengah tepatnya di ruang tamu." ucap Prasetia.
" Kalau lo dit?" ucap Kia namun tak ada suara apapun dari Aditya yang membuat Prasetia, Sinta dan juga Kia lantas menoleh ke arah Aditya.
Ketika mereka bertiga menoleh ke arah Aditya yang mereka dapati adalah si Aditya yang sedang asyik menyantap beberapa bakso dan juga sosis bakar dengan mulut yang penuh, tidak hanya itu bahkan ia juga mengambil beberapa daging di piringnya yang lantas membuat ketiga sahabatnya melongo menatap si Aditya.
" Aditya Surya Permanaaaaaaaaa." teriak Prasetia, Sinta dan juga Tazkia secara bersamaan karena kesal terhadap Aditya.
Aditya yang mendengar hal itu lantas langsung menghentikan gerakannya dan menatap ke arah ketiga sahabatnya.
" Sorry gue laper banget soalnya, silahkan lanjut." ucap Aditya dengan cengengesan yang tambah membuat ketiganya semakin kesal.
" Bisa serius dikit gak sih dit." ucap Prasetia dengan kesal.
" Ini gue kan udah serius dari tadi." ucap Aditya tak mau kalah.
" Oh ya? jika lo serius jawab sekarang pertanyaan Kia tadi." tantang Sinta.
" Oke, tinggal jawab doang kan?" ucap Aditya.
Satu detik, dua detik, tiga detik tidak ada suara apapun setelah Aditya mengatakan akan menjawab ucapan Tazkia membuat ketiganya lantas geleng geleng kepala melihat tingkah Aditya.
" Pertanyaannya tadi apa Ki?" ucap Aditya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Dasar lo, gue ulang sekali lagi awas aja kalau lo gak serius kali ini." ucap Tazkia yang lantas di balas anggukan.
__ADS_1
" Jadi sejak kapan pertama kali lo mendapat gangguan?" tanya Tazkia sekali lagi.
" Gue ya pastinya gak tau kapan sih hanya saja semenjak kalian pulang dari rumah gue waktu itu, setelah kita membuka hadiah dari pak Waluyo, gue merasa seperti ada seseorang yang mengawasi gue tapi setelah gue periksa tidak ada apapun dan malamnya gue malah mimpi.in gadis cantik." ucap Aditya sambil mengingat ingat.
" Semua normal sih, tapi pasti ada yang salah namun apa itu, apakah kalian menemukan jawabannya?" tanya Tazkia yang lantas di balas gelengan kepala oleh ketiga sahabatnya.
***************
Sementara itu
Di sebuah rumah dengan nuansa kuno namun tetap asri dan menenangkan, nampak seorang gadis cantik tengah menanam beberapa bunga di halaman samping, kecantikannya begitu terpancar membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.
Perlahan langkah kaki Waluyo mulai mendekat ke arah gadis itu, Waluyo berjalan semakin dekat dan semakin dekat, gadis itu melambaikan tangannya ke arah Waluyo sambil mengangkat bunga tulip merah di tangannya sambil tersenyum.
Waluyo yang merasa sangat merindukan gadis itu lantas semakin mempercepat langkahnya agar segara mencapai tempat gadis itu berada.
Ketika langkah kaki Waluyo sudah hampir sampai tiba tiba saja cairan berwarna merah kental lantas tersembur dan berhamburan ke segala arah bahkan sampai membasahi wajah Waluyo yang kala itu tengah berdiri di dekat gadis itu.
" MAYA! hhhhhhhhhhhhhhh." teriak Waluyo ketika terbangun dari mimpinya dengan nafas yang memburu serta keringat yang bercucuran.
" Aku bermimpi? bukankah ini masih terlalu sore untuk mimpi buruk seperti itu." ucap Waluyo sambil mengelap keringat di dahinya.
Waluyo kemudian lantas mengecek ponsel miliknya dan terdapat pesan masuk yang sudah ia tunggu sedari tadi.
" Bukankah apartemennya ada di dekat daerah sini? aku harus segera ke sana, semoga belum terjadi sesuatu yang buruk pada anak itu." ucap Waluyo kemudian bangkit berdiri dan menuju kamar mandi untuk segera bergegas ganti baju karena baju yang ia kenakan tadi sudah basah karena keringat.
********
Apartment Golden place
Waluyo bergegas memasuki lift dan memencet angka 7 di sana tidak berapa lama lift menutup dan dengan segera membawanya ke lantai 7.
" Apa aku datang terlalu malam? semoga saja dia belum tidur." ucap Waluyo sambil memandang jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
Ting
__ADS_1
Suara pintu lift terbuka berdenting cukup keras yang lantas membuat Waluyo segera bergegas melangkahkan kakinya menuju apartment Aditya.
Sesampainya di sana Waluyo langsung memencet bel.
Ting tong ting tong.
Tidak ada jawaban, Waluyo kemudian lantas memencet kembali bel berharap penghuni rumah segera keluar membukakan pintu.
Ting tong ting tong.
Namun lagi lagi tidak di jawab hingga sampai ke sebelas kalinya mungkin barulah nampak pintu apartment tersebut terbuka perlahan.
" Perempuan? aku tidak salah nomor kan?" ucap Waluyo kala yang membukakan pintu adalah perempuan.
" Huah ada apa sih malam malam bertamu, gak sopan banget deh." ucap Sinta sambil menguap dengan mata yang setengah terpejam.
" Siapa sin?" tanya Tazkia terdengar dari arah belakang Sinta.
Tazkia lantas berjalan mendekat ke arah pintu dan sontak terkejut karena yang bertamu malam malam dan berisik adalah pak Waluyo.
" Eh bapak, ada yang bisa kami bantu pak." ucap Tazkia yang lantas menepuk pantat Sinta agar segera tersadar.
" Aw apa sih Ki sakit tahu." ucap Sinta sambil menatap tajam ke arah Tazkia yang lantas di balas tatapan tajam juga oleh Tazkia sambil memberi isyarat namun tidak bersuara bahwa yang datang adalah Waluyo dosen mata kuliah seni.
Melihat bahasa isyarat Tazkia awalnya Sinta tidak percaya namun setelah Sinta menatap ke arah depan ternyata memang benar benar pak Waluyo.
" Oh maaf pak saya tadi bangun tidur jadi tidak tahu kalau bapak yang datang." ucap Sinta sambil sedikit menunduk meminta maaf takut menyinggung Waluyo.
" Sudah sudah tidak apa? apa benar ini apartment Aditya?" tanya Waluyo langsung pada intinya.
Mendengar hal itu Sinta dan Tazkia langsung saling pandang karena bayangkan saja seorang dosen malam malam datang ke apartment mahasiswa cowok, malam malam begini ngapain coba? di tambah lagi yang di cari oleh Waluyo adalah Aditya semakin heran lah Tazkia dan Sinta di buatnya.
" Ada apa emang pak?" tanya Tazkia.
Bersambung
__ADS_1