Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Kamu berhasil membawa Aditya pulang ~ Lukisan berdarah #16


__ADS_3

Di tengah hamparan rumput yang terdapat bunga bunga bermekaran nan indah di sekitarannya, Tazkia berjalan menyusuri rerumputan tersebut dengan perasaan yang kagum akan keindahan yang terpancar di sekitarnya.


Di tengah rasa bahagia Tazkia menikmati pemandangan di sekitarnya dari arah belakang seseorang menepuk bahunya membuat Tazkia lantas menoleh ke arah belakang untuk melihat siapa yang menepuk bahunya.


" Nenek bukankah?" ucap Tazkia terkejut kala melihat seseorang yang berada di belakangnya adalah nenek nenek yang selalu membawa kucing dan menghantui dirinya setiap saat, namun yang aneh kali ini nenek nenek tersebut tidak tampak menyeramkan sama sekali sungguh berbeda dengan yang datang padanya selama ini.


" Tenanglah Kia, nenek adalah pelindungmu nenek akan selalu ada di sisi mu." ucap Nenek tersebut dengan tersenyum ramah kepada Tazkia.


" Maksud nenek apa?" tanya Tazkia dengan bingung.


Mendengar hal itu nenek tersebut hanya tersenyum.


" Kamu berbeda, kamu memiliki apa yang tidak orang lain miliki, pergunakanlah kelebihan itu sebaik mungkin dan jangan pernah kau salah gunakan untuk hal hal yang bersifat keburukan, apa kamu mengerti?" ucap nenek tersebut yang semakin membuat Tazkia kebingungan.


" Tapi nek ..." ucap Tazkia namun terlebih dahulu di potong oleh nenek tersebut.


" Sekarang saatnya kamu kembali, keluarga mu sudah menunggu mu sejak lama pergilah." ucap nenek tersebut masih dengan senyum ramah yang menghiasi wajahnya.


" Tapi nek." ucap Tazkia namun lagi lagi terpotong karena kali ini nenek tersebut mendorong tubuh Tazkia secara perlahan dan detik berikutnya Tazkia seperti terhempas dan langsung terbangun seketika.


Tazkia mengerjapkan matanya perlahan, cahaya terang dari lampu di atasnya begitu menyilaukan mata.


Tazkia menatap ke arah sekeliling dan ia cukup bingung karena hanya ada ruangan kosong yang cukup luas dengan dinding putih serta bau obat obatan yang menguar memenuhi indra penciumannya.


" Aku di mana? kenapa lagi lagi aku tidak bisa bicara? alat apa yang sebenarnya terpasang pada mulut serta tubuh ku? bunyi suara ini jangan jangan." ucap Tazkia dalam hati yang tidak bisa berbuat apa apa selain memperhatikan sekelilingnya.


Tepat di tengah kebingungannya terdengar suara seseorang yang tidak asing pada pendengarannya berteriak histeris memanggil seseorang dari balik pintu.


Beberapa saat kemudian sekelompok orang berbaju putih datang menghampiri Tazkia dan berkumpul di sekitarnya.

__ADS_1


" Aku di rumah sakit? sejak kapan?" ucap Tazkia dalam hati ketika melihat beberapa orang memakai jubah dokter di sekelilingnya.


Perlahan seorang dokter mendekat dan memeriksa keadaanya, dokter tersebut memberikan sebuah cahaya terang ke area ke dua mata Tazkia kemudian mengecek satu persatu peralatan yang terpasang pada tubuh Tazkia.


" Apa kamu bisa mendengar ku? jika bisa anggukan kepala mu sekali oke." ucap dokter tersebut.


Mendengar ucapan sang dokter perlahan Tazkia menganggukkan kepalanya sedikit demi sedikit walau terasa berat dan sulit, entah mengapa setelah terbangun barusan, Tazkia merasa seluruh tubuhnya sangat sakit dan remuk redam sedangkan nafasnya terasa begitu berat seperti tengah menyelam di air yang begitu dalam, apakah ini rasanya bangkit dari kematian?


" Baiklah gadis pintar." ucap dokter tersebut dengan memberikan senyuman tulus kepada Tazkia.


" Tetap pantau keadaannya dan laporkan setiap perkembangannya pada ku." ucap dokter tersebut kepada beberapa perawat di sekitarnya kemudian setelah itu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Tazkia.


************


Ruangan dokter Faris


Terlihat kedua orang tua Tazkia tengah berbincang serius dengan dokter yang menangani Tazkia selama ini.


" Apakah anda yakin dok?" tanya Irawan.


" Sejauh ini semua dalam keadaan baik, hanya saja Tazkia masih belum bisa melepaskan alat ventilator atau alat bantu pernafasan yang menunjangnya selama ia terbaring koma, selain itu tubuh Tazkia sudah lama terbaring membuatnya mungkin akan sedikit kesulitan untuk melakukan aktifitas normal dalam waktu dekat ini, namun kalian tidak perlu khawatir keadaan Tazkia ini normal terjadi pada seseorang yang telah mengalami koma dalam waktu yang cukup lama." ucap dokter Faris menjelaskan keadaan Tazkia.


" pa .. " ucap Arini namun dengan suara tercekat karena mendengar penjelasan dokter barusan.


Irawan yang mengerti istrinya tengah terkejut lantas mengelus perlahan punggungnya untuk menenangkan Arini.


" Lalu bagaimana Tazkia bisa beraktifitas dengan normal dok?" tanya Irawan lagi.


" Secepatnya asalkan ia mau menjalankan terapi secara rutin, aku yakin ia bisa kembali beraktifitas dengan normal." ucap dokter Faris lagi.

__ADS_1


" Baiklah dok kami percayakan semuanya kepada anda, kami permisi dulu." ucap Irawan kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan dokter tersebut.


" Sungguh gadis yang malang, aku bahkan tidak menemukan adanya penyakit serius maupun luka dalam pada gadis itu hanya saja keadaannya terus drop apalagi ketika muntah darah waktu itu, sepertinya ini bukanlah penyakit medis pada umumnya, terlihat baik baik saja namun tidak baik baik saja." ucap Faris setelah kepergian orang tua Tazkia dari ruangannya.


********


Sementara itu setelah mengetahui kabar bahwa Tazkia telah sadar dari komanya Prasetia dan juga Sinta langsung bergegas ke rumah sakit untuk menemui Tazkia.


Perlahan keduanya mulai membuka pintu ruang rawat Tazkia dan melangkah mendekat ke arah ranjang pasien.


Tazkia yang kebetulan saat itu tengah terjaga lantas hanya bisa melihat kedatangan kedua temannya tanpa bisa menyapa Prasetia maupun Sinta karena adanya alat ventilator yang terpasang di mulutnya.


" Tak apa ki kamu santai lah saja." ucap Sinta yang tahu bahwa Tazkia ingin mengatakan sesuatu kala melihat kedua sahabatnya datang.


" Kami sangat senang kamu sudah siuman ki, bahkan gue hampir gila karena keadaan lo dan Aditya yang terus menurun setiap harinya." ucap Prasetia dengan nada sendu.


" Setiap harinya? apa maksud ucapan Pras? bukankah aku hanya sebentar datang ke alam gaib itu?" ucap Tazkia dalam hati tanpa bisa di dengar oleh Sinta maupun Prasetia.


" Lo berhasil ki, lo berhasil membawa Aditya pulang, kemarin dia juga telah sadar setelah hampir tiga bulan mengalami koma." ucap Sinta dengan isakkan kecil di setiap ucapannya.


Prasetia mengelus pelan bahu Sinta karena ia tahu bahwa apa yang Sinta alami juga lah sangat berat.


" Apa? tiga bulan? selama itu aku pergi? tidak mungkin ini pasti sebuah kesalahan?" ucap Tazkia dengan bola mata membulat karena terkejut akan penuturan dari Sinta.


Tazkia kemudian lantas berusaha untuk mengatakan sesuatu dan menggerakkan tangannya namun ruang lingkup gerakannya sungguh terbatas apalagi suaranya sama sekali tidak keluar malah membuat tenggorokan Tazkia terasa sakit dan kesulitan bernafas.


Sinta yang tahu Tazkia seperti merasa kurang nyaman lantas mulai menenangkan Tazkia agar tidak terlalu stres dan memaksakan kondisinya, sedangkan Prasetia pergi untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan Tazkia.


" Tenanglah ki tenanglah, semua sudah baik baik saja kau tidak perlu terlalu cemas oke." ucap Sinta menenangkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2