Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Perlahan semua mulai terjawab


__ADS_3

Malam harinya semua sudah berlayar di pulau impian masing masing. Terlihat Aditya bahkan sampai tidur dengan mulut terbuka saking terlalu lelapnya.


Kepulan asap perlahan berhembus melewati celah celah pintu kamar Aditya, kepulan yang semula kecil terbawa angin, perlahan terlihat semakin besar dan meninggi membentuk sebuah sosok dengan mata merah besar dan menyala yang sering di sebut Wowo oleh warga sekitar.


Sosok itu nampak tertawa menatap Aditya yang tengah tertidur seakan mempunyai maksud tersembunyi dalam tawanya itu, Aditya yang merasakan hawa dingin tidak enak di kamarnya perlahan mengerjapkan mata. Aditya sedikit kaget kala membuka matanya ia melihat sosok tinggi besar dengan mata merah menyala tengah menatap ke arahnya dengan senyum yang mengerikan.


Aditya yang melihat hal itu tentu saja hendak lari namun tubuhnya seakan kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali, Aditya berusaha berteriak namun mulutnya seakan kaku tak bisa berbicara. Aditya merutuki dirinya yang tidak bisa melakukan apa apa disaat seperti ini. Di cobanya untuk membaca beberapa doa namun mulutnya terus saja berbelit tak bisa melafalkannya dengan benar.


Sosok itu nampak tertawa senang kala melihat Aditya tidak bisa berbuat apa apa, sosok itu kemudian lantas melayang semakin dekat ke arah Aditya membuat Aditya semakin ketakutan hingga keringat dingin mulai membasahi seluruh dahinya.


"Oh God kenapa aku tidak bisa bergerak? tenang Adit mungkin ini hanya ketindihan tutup mata saja dan semua akan kembali baik baik saja." ucap Aditya meyakinkan dirinya untuk tetap tenang.


Makhluk itu semakin dekat hingga kemudian kaki Aditya terasa seperti dililit sesuatu yang rasanya panas menjalar ke seluruh bagian tubuhnya, tentu ini bukanlah hanya sebuah ketindihan biasa, Aditya yakin ini benar benar gangguan. Tubuhnya terasa di seret perlahan dengan cara kaki yang di tarik ke atas seakan sedang membawa karung beras. Aditya? jangan tanya lagi ia bahkan sekarang sudah hampir menangis saking takutnya namun tubuh dan mulutnya sama sekali tidak bisa berfungsi, hanya matanya saja yang melihat dengan jelas setiap detail ketika dirinya di seret oleh sosok itu, kini Aditya hanya bisa pasrah berharap ada seseorang yang akan membantunya kali ini.


Aditya terus di seret hingga keluar dari villa dan masuk ke dalam rimbunnya pohon pinus yang membentang di sekitaran villa, Aditya tidak bisa melakukan apa apa sekarang selain hanya pasrah dan berharap ia tidak diapa apakan oleh sosok itu.


Sosok itu semakin tertawa menggelegar kala menatap muka pasrah Aditya, sedangkan Aditya kalau harus memilih mungkin akan memilih pingsan saja, daripada harus melihat segalanya namun tidak bisa berbuat apa apa seperti sekarang.


Cukup lama Aditya di seret sampai kemudian tubuhnya di lempar, hingga tubuhnya seperti melayang dan berakhir di dahan pohon besar yang berada di dekat sumur tua.


"Hahahaha aku akan terus menumbuhkan rasa ketakutan pada diri kalian, sampai kalian menjauh dari kesayangan ku! aku tidak menyukai kalian!"


Setelah mengatakan hal tersebut sosok itu lantas menghilang dan berhembus terbawa angin malam kala itu.


Hanya kata kata itu yang terngiang di telinga Aditya, dalam rep rep yang dialaminya hanya satu pertanyaan yang tiba tiba saja terlintas di benak Aditya kala mendengar perkataan dari sosok itu barusan, siapa kesayangan yang dimaksud oleh sosok barusan?

__ADS_1


*********


Keesokan harinya


Faris bersiap untuk pulang ke rumahnya 2 hari ini benar benar melelahkan, emosi dan perasaannya sungguh terkuras, belum lagi pikiran kacau yang terus terbagi dan fokus kepada Tazkia.


Faris melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Tazkia, sejak kemarin ia sudah memantapkan hatinya untuk menanyakan segala hal kepada orang tua Tazkia, pikirannya benar benar buntu belum lagi ucapan Tejo yang terus berputar di kepalanya membuat Faris semakin membulatkan tekad akan menyelesaikan semuanya.


Faris memarkirkan mobilnya di halaman mansion, ia menarik nafasnya perlahan mencoba untuk sebisa mungkin tetap tenang dalam situasi serumit apapun.


Faris kemudian melangkah kakinya ke arah pintu utama dan memencet bel di sana.


Ting tong


"Eh nak Faris, mari masuk ke dalam." ajak Arini.


**


Di ruang tamu Faris duduk dalam diam, ia bingung harus memulainya darimana agar tidak menyinggung Arini karena hal yang akan ia tanyakan bersifat pribadi. Arini tersenyum melihat raut wajah Faris yang kebingungan, sebenarnya Arini sudah menebak dari awal bahwa Faris akan mendatanginya cepat atau lambat.


"Katakan saja nak tidak perlu ragu, atau biar tante yang menebaknya?" ucap Arini sambil menggoda Faris.


Faris yang mendengar hal itu tentu saja terkejut karena tidak menyangka Arini akan mengetahui maksud kedatangannya kemari.


"Apakah tante sudah mengetahuinya?" tanya Faris penasaran.

__ADS_1


"Iya aku sudah menduganya sejak lama, itulah mengapa aku menyuruh mu untuk pergi berlibur bersama Tazkia, hitung hitung sekalian testi." ucap Arini sambil tertawa receh.


"Maksudnya tan?" tanya Faris dengan bingung tak mengerti arah pembicaraan Arini barusan.


Mendengar hal itu Arini hanya tersenyum kemudian memulai ceritanya, dalam ceritanya Arini mengatakan bahwa Tazkia merupakan fotocopy.an dirinya. Semua dalam diri Arini ada juga pada diri Tazkia termasuk kemampuan supranatural yang di dapatkan Tazkia turun dari Arini. Aura yang Arini dan Tazkia miliki sangatlah kuat hingga jika mereka ada pada satu tempat yang sama dalam waktu yang lama, itu akan memancing sosok sosok yang haus akan aura mereka mendekat dan merebut tubuh keduanya, beruntung ada Irawan yang dapat meredam aura mereka hingga tidak terlalu mengundang makhluk lain untuk datang mendekat karena aura keduanya yang begitu pekat.


"Lalu apa hubungannya dengan tante yang menyuruh saya untuk pergi?" tanya Faris dengan tatapan masih tak mengerti.


"Kamu dan suami om memiliki kesamaan, kalian berdua bisa menetralkan aura kami, sebelumnya tante minta maaf karena menguji mu tanpa meminta izin dulu dari mu." ucap Arini dengan tersenyum tulus.


"Tante bercanda? bahkan saya tidak pernah melakukan apa apa, bagaimana bisa saya menetralkan aura Kia?"


"Tidak perlu bersusah payah, cukup temani dia dan berada di sampingnya kamu sudah menetralkannya nak." ucap Arini.


Faris terdiam mencerna ucapan Arini bulat bulat, perlahan segala pertanyaan yang berputar di kepalanya mulai terjawab satu persatu termasuk perkataan Tejo yang mengatakan tentang masa lalu terulang kembali, ya seperti Irawan yang dapat meredam aura Arini kini Faris juga melakukan hal yang sama.


"Aku mengerti sekarang." ucap Faris dalam hati.


"Jadilah pasangan Kia dan terus dukung dia nak, tante akui mungkin ini sedikit berlebihan namun hanya kamu yang bisa melakukannya." ucap Arini dengan nada yang memohon kepada Faris.


"Tante tenang saja Faris memang tidak bisa menjanjikan apa apa, namun Faris tidak pernah main main akan Kia, mungkin nanti setelah Kia menyelesaikan kuliahnya jika tante berkenan Faris akan melamar Kia." ucap Faris dengan yakin.


"Tante percayakan Kia kepadamu Ris." ucap Arini sambil tersenyum bahagia setelah mendengar kata kata dari Faris barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2