Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Dikendalikan ~Boneka arwah penuntut balas #6


__ADS_3

Taman rumah sakit


Pada akhirnya Faris berhasil membujuk wanita muda itu untuk berbicara sebentar dengannya.


"Apa yang ingin dokter ketahui?" tanya wanita itu secara langsung karena ia tahu pasti ada sesuatu yang ingin Faris ketahui darinya.


"Sebelumnya saya minta maaf jika ini akan menyinggung mu, tapi apakah pak Agung anggota keluarga mu?" tanya Faris memulai pembicaraan.


"Ya dia ayah saya" ucap wanita itu dengan nada yang sendu.


"Saya tidak akan menanyakan kenapa kamu menelantarkannya karena saya yakin kamu pasti mempunyai satu alasan kuat hingga melakukan hal itu. Hanya saja, apakah kamu tahu tentang boneka setan yang di maksud pak Agung?" tanya Faris yang lantas membuat wanita muda itu menatap ke arahnya.


Mendapat pertanyaan dari Faris barusan membuat wanita itu lantas menelisik kembali kenangan buruk tentang masa lalunya. Semua bermula setelah kematian ibunya, sebut saja dia Sindi panggilan itu adalah nama panggilan sejak ia masih kecil. Sindi yang tidak rela dengan kematian ibunya dengan iseng membuka sebuah website yang berisi tentang pemanggilan arwah seseorang yang sudah meninggal. Sindi benar benar terobsesi ingin membawa kembali ibunya agar bisa terus bersama dengan dirinya.


Singkat cerita Sindi yang tidak tahu apakah tutorial dalam website itu benar atau tidak, lantas memulai pemanggilan arwah sesuai dengan tutorial dalam website tersebut. Awal percobaannya semua berjalan dengan lancar arwah sang ibu benar benar datang dan masuk ke dalam boneka tersebut. Sindi yang mengetahui hal itu tentu saja sangat bahagia, hanya saja seiring berjalannya waktu, boneka tersebut kian menjadi aneh dan berubah mengerikan. Setiap malam selalu saja datang dan menghantui Agung hingga membuatnya kehilangan akal sehatnya. Sindi tidak tahu pasti mengapa boneka itu mendadak berubah, seperti seakan akan sosok arwah yang mendiami boneka tersebut sedang menuntut balas akan perbuatan Agung di masa lalu.


Atas saran dari salah satu orang pintar, untuk menyelamatkan Agung dari teror boneka tersebut, Sindi harus melakukan sebuah ritual dan membuang boneka itu ke sebuah tempat yang diinstruksikan oleh orang pintar tersebut.


"Ini semua memang salah ku, harusnya aku tidak melakukan ritual tersebut." ucap Sindi dengan nada yang sendu.


"Lalu, apakah kamu tahu apa yang sebenarnya di lakukan oleh papa mu di masa lalu hingga membuatnya seperti itu?" tanya Faris kemudian.


"Aku tidak tahu pastinya." ucap Sindi lagi.


"Lalu bisakah kamu membantu ku? kekasih ku kini dalam bahaya karena boneka itu. Aku tidak tahu pastinya seperti apa? karena telpon kami tiba tiba terputus tanpa sebab." ucap Faris dengan nada yang khawatir.


"Jika begitu ayo kita pergi, nyawa kekasih mu dalam bahaya kalau benar boneka yang kau maksud barusan adalah boneka itu." ucap Sindi dengan nada yang ikut khawatir.

__ADS_1


Keduanya lantas melangkahkan kaki mereka memasuki mobil milik Sindi. Faris kemudian mulai menghidupkan gps yang terhubung langsung dengan ponsel Tazkia, sehingga bisa memudahkan Faris untuk mengetahui lokasi Tazkia saat ini.


Mobil milik Sindi mulai melaju membelah jalanan ibu kota malam hari menuju ke tempat yang di pandu oleh Faris.


******


Sementara itu di mansion milik Prasetia


Keadaan rumah sudah tidak lagi beraturan, banyak beberapa barang pecah yang berserakan di mana mana, sepertinya telah terjadi pertempuran yang cukup menegangkan sedari tadi hingga membuat kondisi rumah menjadi berantakan.


Setelah mengangkat telpon dari Faris tadi, Tazkia terlihat sedang bersembunyi di bawah kolong meja makan. Seakan mempunyai banyak pasang mata, boneka itu selalu saja mengetahui tempat persembunyian yang di pilih oleh Tazkia.


Tazkia menarik nafasnya dalam dalam mencoba berusaha untuk tetap tenang. Suasana mendadak menjadi sunyi membuat Tazkia lantas sedikit bingung kala merasakan hal tersebut.


"Kemana perginya boneka itu? kenapa sunyi sekali?" batin Tazkia bertanya tanya.


Tazkia yang melihat hal itu tentu saja terkejut bukan main, karena penasaran siapa yang tengah di seret oleh boneka tersebut Tazkia lantas sedikit mengintip keluar. Betapa terkejutnya Tazkia kala mengetahui ternyata itu adalah Prasetia yang sudah terkulai lemas tak berdaya dengan mata yang terpejam.


"Pras? bagaimana bisa?" ucap Tazkia dalam hati bertanya tanya.


Tazkia terdiam seakan berpikir sejenak langkah apa yang akan ia ambil dalam situasi seperti ini. Sampai pada akhirnya Tazkia memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari mengejar langkah boneka tersebut.


Ketika jarak keduanya sudah dekat Tazkia lantas berusaha menggapai kaki Prasetia dan menghentikan langkah boneka tersebut. Seperti sudah mengetahui ini akan terjadi, kepala boneka tersebut lantas berputar lalu tersenyum menatap ke arah Tazkia, membuat Tazkia lantas langsung menelan salivanya dengan kasar.


Tepat di saat yang sama mata Prasetia yang semula terpejam, lantas langsung membuka namun dengan manik mata yang seluruhnya menghitam sepertinya Prasetia kini tengah di kendalikan.


"Pras" panggil Tazkia kala melihat gelagat aneh dari Prasetia ketika bangun.

__ADS_1


Bunuh dia untuk ku!


Mendengar hal itu Tazkia langsung melepas pegangan tangannya pada kaki Prasetia dan berusaha lari dari sana. Sayangnya sebelum Tazkia berhasil bangkit dan lari dari sana, tangan Prasetia berhasil memegang kaki Tazkia lalu menyeretnya dengan paksa.


"Lepaskan aku Pras! sadar Pras!"teriak Tazkia sambil berusaha meraih sesuatu untuk ia jadikan sebagai sebuah pegangan.


"Aku harus membunuhnya, harus membunuhnya." ucap Prasetia berulang kali sambil terus menyeret Tazkia.


Boneka tersebut lantas tertawa melihat adegan Prasetia dan juga Tazkia. Sedangkan Tazkia yang sedari tadi berusaha mencari pegangan, lantas langsung memegang kaki kursi dengan erat membuat langkah Prasetia terhenti seketika.


"Kenapa Pras harus kerasukan di saat seperti ini sih?" gerutu Tazkia dalam hati sambil memegang dengan erat kaki kursi yang ada di ruang tengah.


Prasetia yang merasa langkahnya terhenti, lantas langsung menatap ke sekeliling seperti tengah mencari sesuatu. Tazkia yang melihat Prasetia mulai lengah, lantas berusaha memberontak agar bisa lepas dari cengkraman tangan Prasetia.


Butuh kekuatan yang ekstra agar terlepas dari cengkraman Prasetia, sampai kemudian ketika Tazkia berhasil lolos tanpa ia duga Prasetia mengangkat sebuah vas keramik dan bersiap melempar ke arah Tazkia.


Prang


Suara vas keramik yang pecah dan langsung berhamburan di lantai. Untung saja Aditya datang tepat waktu dan memukul tengkuk Prasetia dari belakang, sehingga Prasetia langsung pingsan sedangkan vas tersebut jatuh dan langsung pecah di lantai tanpa mengenai Tazkia.


"Lo gak papa Ki?" tanya Aditya kemudian.


"Gak papa, terus Pras? lo mukulnya gak kencang kan?" tanya Tazkia sambil bergerak mendekat ke arah Prasetia untuk memeriksa apakah ada luka.


"Hanya sedikit... gak akan mati, mungkin hanya gegar otak saja hehehe." ucap Aditya cengengesan.


"Adit!" teriak tazkia dengan kesal karena Aditya malah melawak di saat saat seperti ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2