Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Tugas dari pak Reno


__ADS_3

Jam berganti jam, hari berganti hari kehidupan Tazkia berjalan dengan normal seperti biasanya, semenjak kembalinya Tazkia ke masa lalu bersama dengan Faris hubungan keduanya menjadi dekat dan saling bertukar kabar setiap harinya, benar benar suatu hubungan yang lancar tanpa kendala apapun ( setidaknya untuk sekarang).


Jika kalian menanyakan bagaimana keadaan Tania dan juga Hendrawan jawabannya adalah setelah Faris mendapat bukti rekaman pengawas tersebut dan menyelidiki segala hal tentang perselingkuhan Hendrawan, Faris memutuskan untuk memberikan dua pilihan kepada kedua orang itu, menyerahkan diri ke polisi atau melupakan semuanya dan memulai hidup yang baru asal dengan syarat tidak mencampuri urusannya kembali, dan bisa kalian tebak baik Hendrawan maupun Tania memilih opsi yang kedua, setelah kejadian tersebut Tania pergi meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri sekaligus melanjutkan S2 nya di sana, sejauh ini Faris belum mendengar kabar terkini dari Tania dan semoga saja tindakan atau keputusan Tania kali ini bukanlah hanya tipu daya belakang, sedangkan Hendrawan memilih pergi ke salah satu villa miliknya yang terletak di daerah yang jauh dari perkotaan sebagai bentuk renungan untuk dirinya akan kesalahan yang ia perbuat.


Tazkia melangkahkan kakinya dengan ringan menyusuri lorong lorong kampusnya, sesekali ia melihat penampakan di sudut bangunan atau bahkan di tempat tempat yang kurang pencahayaan, sebisa mungkin Tazkia mulai menerima kelebihannya meski ia belum sepenuhnya siap tapi ia akan berusaha untuk menerimanya.


" Apa lo lihat lihat, mangkanya selagi hidup buat kebaikan jangan hanya tau main aja, kalau gini nyesel kan lo, pergi sana jauh jauh dari gue." ucap Tazkia pada diri sendiri sambil melotot ketika melihat penampakan.


Entah itu perkataan yang ampuh atau memang sosok sosok tersebut yang merasa tidak punya harga diri jadilah Tazkia selalu menjadikan jurus itu untuk mengusir mereka agar tidak mendekat kepadanya.


" Ki" panggil seseorang yang lantas membuat langkah kaki Tazkia terhenti dan langsung menoleh ke sumber suara.


" Iya, ada apa?" tanya Tazkia ketika melihat teman sekelasnya memanggilnya.


" Kamu di cariin pak Reno tuh, sekarang di tunggu di ruangannya." ucapnya.


" Ngapain?" tanya Tazkia dengan bingung.


" Mana aku tahu, lebih baik kamu ke sana aja dulu."


" Ok, thanks infonya"


" Yoi"


Sesuai perkataan temannya barusan Tazkia mengubah jalurnya yang hendak menuju ke kantin menjadi ke arah ruangan Reno.


Tok tok tok


" Masuk" ucapnya dari dalam ruangan.

__ADS_1


" Apa bapak mencari saya?" tanya Tazkia sambil memasuki ruangan tersebut.


Tazkia nampak sedikit terkejut ketika masuk di sana sudah terdapat sekitar dua puluh mahasiswa yang tengah berkumpul di ruangan itu dan ketiga sahabatnya termasuk juga di dalam sana.


" Oh iya, sini bergabung ada yang ingin bapak sampaikan pada kamu dan juga teman temanmu di sini." ucap Reno yang mengetahui kedatangan Tazkia.


Tazkia kemudian mendekat ke arah ketiga sahabatnya dan ikut bergabung di sana.


" Ada apa ?" tanya Tazkia pada ketiganya yang di balas gelengan kepala oleh ketiganya.


" Minta perhatiannya sebentar, saya mengumpulkan kalian semua di sini karena ingin memberitahukan sesuatu pada kalian, saya sudah memilah beberapa mahasiswa yang memiliki nilai IP tinggi, kerajinan, serta beberapa mahasiswa yang aktif dan memiliki kreatifitas yang tinggi juga bisa mengayomi, tujuan saya melakukan hal itu karena kampus kita sedang mengadakan partisipasi ke dalam desa desa terpencil untuk memberikan pengajaran dan juga pendidikan bagi adik adik kita yang tidak mampu dan juga sekolah sekolah pelosok di negeri kita, bapak mengumpulkan kalian semua untuk berpartisipasi secara langsung ke dalam kegiatan tersebut, apakah ada yang keberatan di sini?" ucap Reno panjang kali lebar menjelaskan.


Salah satu mahasiswa mulai angkat tangan untuk mengajukan pertanyaan.


" Bagaimana dengan kuliah kita pak? bukankah ini belum waktunya libur?" tanyanya.


" Lalu sampai kapan kami berada di sana pak?" tanya mahasiswa lainnya.


" Kira kira sekitar 1 sampai 3 bulan ke depan, apakah ada pertanyaan lagi?" ucap Reno kemudian. " Jika tidak ada bapak sudah membagi kalian menjadi beberapa kelompok lengkap dengan daerah atau tempat yang akan kalian tuju, silahkan kalian diskusikan dan persiapkan segalanya bersama." imbuhnya.


Setelah mengambil kertas yang berisi nama kelompok satu persatu mahasiswa mulai meninggalkan ruangan Reno termasuk Tazkia, Prasetia, Sinta dan juga Aditya.


*****


Kantin


Keempat sekawan itu nampak sedang berkumpul sambil menikmati makan siang mereka.


" Bagaimana menurut kalian tentang kegiatan kali ini?" tanya Tazkia di sela sela makan.

__ADS_1


" Entahlah terdengar bagus sih tapi gue kan gak berbakat untuk mengajar anak anak." protes Aditya.


" Iya juga ya, lagian gue juga bingung kenapa pak Reno memasukkan elo dalam daftar, elo pinter ya kagak pinter pinter amat, lo rajin ya kagak rajin rajin amat, kalau untuk kreatifitas lo juga gak kreatif kreatif amat, lalu apa yang di lihat dan di nilai dari lo." ucap Sinta yang lantas membuat Aditya langsung terbengong mendengarnya.


" Sin kalau itu mah namanya lo lagi roasting gue, gila jujur amat lo." ucap Aditya sambil geleng geleng kepala.


" Emang gue terlalu jujur ya." ucap Sinta sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


" Dasar kalian berdua." ucap Prasetia.


" Udah udah, jadi gimana nih?" ucap Tazkia.


" Gue sih oke oke aja, hanya saja kok gue merasa asing ya sama daerahnya." ucap Prasetia.


" Yap gue juga baru denger kali ini nama desa itu." timpal Aditya.


" Ini gak mungkin kayak yang gue pikirkan kan?" ucap Sinta tiba tiba.


" Emang apaan yang ada dipikiran lo?" tanya Aditya penasaran.


" Seperti ada hawa hawa gelap." ucap Sinta.


" Muka lo kali gelap." ucap Aditya yang lantas membuat tawa menjadi pecah di antara mereka.


" Semoga saja tempat kali ini adalah tempat yang tenang dan asri, kan lumayan buat healing." ucap Prasetia sambil memakan soto miliknya.


Ketiganya nampak menganggukkan kepala akan ucapan Prasetia, akhir akhir ini mereka berempat memang selalu melalui hal hal yang berat mulai dari Villa Edelweis, Lukisan gila itu, sampai kejadian pasca lukisan benar benar menguras tenaga keempatnya dan bukankah sangat kebetulan sekali bila tiba tiba mereka berada di satu kelompok dan di beri tugas melakukan perjalanan ke daerah daerah untuk membantu sekolah sekolah yang kekurangan pengajar di sana, tentu saja lumayan ini bisa di katakan sambil menyelam minum air, sambil mengejar sekaligus berlibur.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2