
Sementara itu setelah kejadian ribut ribut tadi sore, malam harinya suasana benar benar menjadi canggung dan tidak enak, Doni sedari tadi hanya berada didalam kamar sedangkan Aldo belum kembali sejak tadi sore, dan kini tepatnya di ruang tengah Tazkia sedang di kerubungi oleh ketiga temannya menunggu penjelasan sedari tadi.
" Apa yang mau kalian ketahui? " tanya Tazkia sambil menghela nafas panjangnya.
" Everything ki!" ucap Aditya sambil menatap ke arah Tazkia dengan wajah serius.
" Jadi Doni tadi sore ngajak gue berbicara, tidak ada pembicaraan yang terlalu bagaimana sebenarnya, cuman Doni mengatakan beberapa hal yang sampai saat ini gue gak ngerti apa maksud dari ucapannya. Dan di saat gue dan Doni berbicara tiba tiba Aldo dateng dan langsung ngamuk, gue yang gak ngerti apa apa juga bingung dong harus bersikap bagaimana, sampai kemudian gak lama kalian datang." jelas Tazkia.
" Bukankah selama ini mereka berdua akur akur aja ya?" ucap Sinta.
" Yap pasti ada sesuatu yang gak kita ketahui, tentunya yang bersifat pribadi." imbuh Prasetia kemudian.
" Oh satu hal lagi, awalnya Doni dan gue bercerita lancar lancar aja dan Doni sedikit menceritakan penyesalannya, sampai kemudian tiba tiba Doni berbicara lewat telepati menyuruh gue untuk menjauhi Aldo dan jangan percaya terhadap orang orang yang mengatakan akan bisa merubah dunia jika gue mau ikut bersama mereka, aneh bukan?" ucap Tazkia kemudian.
" Doni? telepati? yang bener?" ucap Aditya setengah berteriak yang membuat Tazkia dengan spontan lantas menjitak kepala Aditya karena takut Doni akan mendengarnya.
" Bisa diam gak sih lo, Doni bisa denger kalau mulut lo teriak teriak begitu." ucap Tazkia dengan menatap tajam ke arah Aditya.
" Oke oke." ucap Aditya kemudian.
" Tapi sekarang pertanyaannya ya, Doni dan Aldo itu kan sudah bersama sama sejak lama intinya mereka deket banget, bagaimana bisa Doni tiba tiba ngomong ke lo untuk jauhi Aldo kan aneh aja gitu." ucap Sinta sambil menerka nerka.
__ADS_1
" Bener, gue juga bingung, gue malah mikirnya ini jebakan mereka berdua, karena feeling gue dari awal udah gak enak sama mereka berdua terutama Aldo." ucap Tazkia.
" Baiklah jika memang Doni menyuruh lo untuk menjauhi Aldo lebih baik lo turuti saja, kerena gue pikir Doni bukanlah orang yang jahat, gue yakin Doni tidak akan mempermainkan kita." ucap Prasetia kemudian yang di balas ketiganya dengan anggukan tanda setuju akan pendapat Prasetia.
*********
Malam semakin larut ditandai dengan bunyi jangkrik serta lolongan anjing liar yang menggema menambah kesan mencekam pada malam itu. Semua penghuni rumah nampak tengah tertidur dengan lelapnya namun tidak dengan Aditya, sepertinya sudah menjadi kebiasaannya ketika tidur ia akan terbangun tepat pada tengah malam untuk memenuhi panggilan alamnya atau buang air kecil.
Aditya menatap sekeliling dan melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 2 dini hari, di tatapnya Prasetia yang tengah tertidur dengan lelapnya di sebelah, membuat Aditya benar benar tak tega membangunkannya.
" Lagi pula ini sudah pukul 2 dini hari udah lewat juga kan? semoga saja sih." ucap Aditya pada diri sendiri.
Dengan perlahan dan pasti Aditya mulai membuka pintu kamarnya dan langsung menuju ke kamar kecil, kebetulan kamar kecil terletak di sebelah dapur jadi Aditya mau tidak mau harus ke arah dapur, untung saja kamar kecilnya terletak di dapur sedangkan yang di luar hanya sumur atau bilik khusus untuk mandi sehingga Aditya bisa bernafas lega ia tidak perlu keluar dari rumah hanya untuk memenuhi panggilan alamnya.
Ketika Aditya berada di dalam kamar kecil samar samar ia seperti mendengar suara siulan tidak terlalu keras namun juga tidak terlalu lirih, bunyinya seperti berada di luar kamar kecil atau lebih tepatnya di dapur.
Mendengar hal itu Aditya lantas menelan salivanya dengan kasar, ia tentu bukan orang bodoh yang menganggap suara barusan hanyalah halusinasinya saja, karena Aditya benar benar mendengar suara siulan itu dengan jelas walau sedikit samar.
Bayangan bayangan tentang tahayul atau mitos mulai berterbangan di pikiran Aditya, bahkan Aditya kini sedang menerka nerka tentang sebuah tahayul yang mengatakan jika kalian mendengar suara cekikikan ataupun sejenisnya, jika suara itu jauh maka itu tandanya sosok tersebut ada di dekat kalian, namun jika suara tersebut terdengar dekat maka itu tandanya sosok tersebut berada jauh dari posisi kalian berada. Aditya terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa suara tersebut terdengar dekat atau paling gak pemilik suara tersebut adalah salah satu dari temannya.
Perlahan Aditya membenarkan resleting celananya dan bersiap untuk membuka pintu kamar kecil.
__ADS_1
" Pasti si Pras kan? atau mungkin Aldo? tapi Doni juga bisa, bagaimana kalau .... ah tidak mungkin, mitos di sini kan sebelum tengah malam, ini bahkan udah lewat tengah malam masak ia mereka masih berkeliaran, bobok aja sana jangan ganggu gue." ucap Aditya sambil ragu ragu bersiap membuka pintu kamar kecilnya. " Enggak enggak gue harus keluar! ya kali gue harus tidur di sini." ucapnya lagi.
Dengan gerakan yang perlahan Aditya lantas mulai membuka pintu kamar mandinya sedikit kemudian mengintip keadaan di luar, di tatapnya sekeliling dengan cermat memastikan tidak ada yang ia lewatkan.
" Tidak ada apa apa, berarti gue tadi salah denger doang." ucap Aditya dengan lega.
Setelah memastikan semuanya aman Aditya lantas melangkah keluar kemudian menutup pintu kamar kecilnya, baru saja yakin tidak ada apapun ketika Aditya berbalik badan dan hendak melangkah kembali menuju kamarnya tiba tiba saja ia melihat seperti Prasetia sedang duduk di kursi plastik yang terletak di dapur dekat dengan kompor.
" Bujung buset ngagetin aja lo Pras! lagian ngapain sih lo di situ? ini udah malem Pras tidur sana." ucap Aditya tetap diam di tempat namun menatap ke arah Prasetia.
Tidak ada tanggapan apapun dari Prasetia, yang ia lakukan sedari tadi hanya duduk diam sambil menatap ke arah pintu luar dengan acuh tak menghiraukan Aditya.
Melihat tidak ada reaksi apapun dari Prasetia tentu saja langsung membangkitkan seluruh bulu kuduk Aditya, ia benar benar takut kejadian yang lalu ketika berada di Villa Edelweis terulang kembali, lebih tepatnya ketika ia melihat Tazkia ada dua.
" Pras lo jangan nakut nakutin gue deh, ini mulai gak lucu!" ucap Aditya.
Mendengar hal itu perlahan Prasetia memutar kepalanya dan menatap ke arah Aditya, saat tatapan keduanya bertemu Aditya sungguh terkejut kala melihat mata Prasetia yang seluruhnya berubah menjadi hitam pekat, dalam pandangannya Prasetia nampak tertawa lebar hingga beberapa air liur nampak menetes dari mulutnya.
Aditya yang melihat hal itu tentu saja langsung mendadak kaku kemudian jatuh terduduk sambil masih terus memandangi ke arah Prasetia, detik berikutnya yang terjadi tentu saja Aditya pingsan mana sempet ia lari ketika seluruh kakinya mendadak kaku dan sulit untuk di gerakkan, hal yang cocok ketika keadaan genting seperti itu hanyalah pingsan, dan itulah yang saat ini juga terjadi kepada Aditya.
Bersambung
__ADS_1