
Setelah kepergian Waluyo, Tazkia lantas mengangkat lentera nya agak ke atas dan mulai melihat keadaan sekitar, Tazkia menatap ke arah lorong panjang lurus yang terletak di hadapannya. Dari kejauhan Tazkia melihat terdapat banyak kamar kamar di lorong tersebut dengan hawa suram yang menyelimuti setiap kamar tersebut.
" Baiklah mari kita mulai, siap gak siap apapun yang terjadi gue harus bawa Aditya pulang." ucap Tazkia menyemangati dirinya sendiri.
Tazkia memulai langkahnya secara perlahan sambil melirik ke arah kanan dan kirinya, Tazkia mengangkat lentera di tangannya agak tinggi untuk mengecek keadaan di depannya.
Setelah berjalan beberapa langkah Tazkia terhenti tepat di pintu pertama pada lorong tersebut, Tazkia terdiam cukup lama menatap ke arah pintu tersebut entah mengapa terdapat perasaan ragu untuk membukanya.
Tazkia melemaskan jari jarinya kemudian mulai memegang handel pintu kamar tersebut bersiap untuk membukanya.
" Tidak akan ada yang aneh aneh kan?" tanya Tazkia dalam hati pada diri sendiri.
Perlahan pintu tersebut di buka oleh Tazkia, karena perasaan tidak enak menyelimuti benaknya sedari tadi ia lantas tidak langsung membuka lebar pintu itu melainkan hanya sejengkal saja, setidaknya cukup untuk dirinya mengintip apa yang sedang berada di dalam.
Jantung Tazkia lantas berdebar dengan kencang kala melihat sesuatu yang tak ingin ia lihat ketika mengintip apa yang ada di dalam kamar dari celah pintu yang tadi ia buka sedikit.
Perut Tazkia tiba tiba saja mual seperti di aduk aduk, belum lagi bau anyir yang menyebar memenuhi ruangan menambah rasa tidak enak menyapa perut Tazkia.
Di dalam ruang kamar tersebut Tazkia melihat suatu sosok kepala rusak tanpa tubuh dengan organ oran dalam yang bergelantungan disertai darah yang terus mengalir membanjiri ruangan kamar tersebut, dengan posisi sosok tersebut yang terus melayang berputar putar di dalam kamar. Melihat hal yang sedemikian menyeramkan lantas membuat Tazkia langsung menutup mulutnya rapat rapat, kemudian perlahan menutup pintu kamar hati hati dengan tangan yang gemetaran.
" Aku bisa, aku bisa, tenang tenanglah Kia." ucap Tazkia menenangkan dirinya sendiri setelah berhasil menutup pintu kamar.
Selama beberapa menit Tazkia terdiam di tempatnya ia mencoba untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum kembali membuka pintu kamar lainnya.
__ADS_1
Ditatapnya pintu kamar di lorong tersebut satu persatu, Tazkia yakin pasti ada petunjuk pintu kamar mana yang berisikan Aditya.
Tazkia lantas mencoba fokus dan tenang ia terus menyebut nama Aditya di sela sela tatapannya kepada setiap pintu di lorong tersebut.
Hingga kemudian sebuah bisikan yang entah datang dari mana lantas memberi tahu Tazkia letak kamar yang benar, membuat Tazkia menyapu setiap ruangan tersebut dengan tatapannya mencari tahu sumber suara siapa itu.
" Suara siapa itu?" ucap Tazkia sambil mengangkat lentera miliknya dan mengedarkan pandangannya, namun tak kunjung menemukan siapa pun di sana selain dirinya sendiri.
Setelah memastikan tidak ada orang Tazkia lantas terdiam dan nampak berpikir mempertimbangkan bisikan yang ia dengar barusan.
" Apa kah gue harus mempercayainya? tapi jika gue tidak percaya dan membuka pintu satu persatu gue juga tidak yakin makhluk apa yang akan gue temui selanjutnya." ucap Tazkia pada diri sendiri.
"Gue coba saja dulu, bukankah gue tidak akan tahu jika belum mencobanya sendiri? semoga saja kali ini benar." ucap Tazkia meyakinkan dirinya sendiri akan bisikan barusan.
Tazkia kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamar paling ujung sebelah kanan, sebenarnya Tazkia juga antara yakin dan tidak yakin melangkahkan kakinya, namun daripada harus membuka satu persatu pintu dengan beraneka makhluk di dalamnya, tentu akan lebih mudah mengikuti suara itu bukan? terlepas dari benar atau tidaknya.
Perasaan berdebar kembali menyapa Tazkia namun bukan karena ketakutan akan sosok menyeramkan yang ada di dalam sana, melainkan rasa jengkel serta amarah kala melihat Aditya malah tengah asyik menikmati banyak sekali hidangan di bawah cahaya lampu temaram di ruang kamar tersebut.
" Gila ya gue mati matian nyusulin dia, eh si tuyul malah enak enakkan makan." ucap Tazkia dengan kesal pada diri sendiri.
Tazkia kemudian lantas masuk ke dalam ruang kamar tersebut dan berdiri tepat di depan Aditya sambil berkacak pinggang.
" He bisa bisanya lo asyik asyikan makan di sini sementara semua orang khawatir dan cariin lo dit." ucap Tazkia dengan kesal.
__ADS_1
Aditya yang melihat kedatangan Tazkia sambil marah marah lantas langsung mendongak dan menatap Tazkia dengan bingung.
" Apa sih lo ki ganggu orang makan aja, kalau lo mau sini makan bareng gak usah ribut ribut." ucap Aditya sambil menarik tangan Tazkia untuk duduk dan bergabung bersamanya.
Tazkia yang terlanjur kesal lantas mengikuti arah tarikan Aditya dan duduk di sebelahnya, Tazkia menatap hidangan di atas meja dan ia sungguh terperangah karena semua yang di hidangkan di sana benar benar hidangan yang istimewa dan mahal yang hanya ada di restoran restoran bintang 5.
" Ah Nanas Lost Garden of Heligan. " ucap Tazkia setengah berteriak karena buah tersebut adalah buah termahal yang jarang di temui di Indonesia karena harganya yang mahal.
" Gimana enak enak semua kan hidangannya?" tanya Aditya sambil tengah asyik menikmati hidangan ayam bakar madu di sana.
Mendengar ucapan Aditya lantas membuat Tazkia menganggukkan kepala dengan mata yang berbinar menatap ke arah hidangan di meja.
Tazkia yang merasa tergoda lantas mulai mendekatkan tangannya untuk mencicipi hidangan yang tersaji di sana, namun ketika Tazkia hendak menyentuh makanan tersebut tiba tiba suara kucing terdengar nyaring di telinganya yang lantas membuat Tazkia menghentikan gerakannya.
" Dit apa lo tidak mendengarnya barusan?" tanya Tazkia sambil menutup telinganya karena suara kucing barusan.
" Enggak tuh." ucap Aditya dengan acuh tak acuh sambil terus memakan hidangan tersebut.
Tepat setelah Aditya mengatakan hal tersebut mendadak ruangan kamar tersebut langsung berbau anyir seperti bau darah segar di mana mana, Tazkia yang masih trauma dengan makhluk yang ia lihat di kamar pertama tadi, lantas langsung mengambil lentera miliknya yang ia letakkan di bawah untuk menerangi sekitar karena cahaya yang terdapat di kamar tersebut hanya cahaya temaram yang kekuningan namun tidak bisa nampak terlalu jelas.
Ketika lentera miliknya mengarah tepat di antara Aditya dan Tazkia betapa terkejutnya Tazkia kala melihat Aditya tengah memakan seperti tangan manusia dengan darah yang menetes ke mana mana dan sudah memenuhi mulut Aditya.
Tazkia yang sadar bahwa apa yang di makan Aditya berasal dari hidangan di meja, lantas mulai mengarahkan lentera miliknya ke arah meja.
__ADS_1
Ketika lentera Tazkia tepat di atas meja lagi lagi Tazkia lantas di buat terkejut kala hidangan di atas meja berubah menjadi sesuatu yang menjijikkan.
Bersambung