Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Katakanlah! ~ Teror hantu bisu #4


__ADS_3

"Kita pernah bertemu ketika kamu bersama seorang pria di lorong dengan langkah terburu buru."


Mendengar hal itu Tazkia tetap memilih untuk diam, meski tanpa mengatakan hal tersebut pun Tazkia juga masih mengingatnya karena bagi Tazkia kejadian waktu di Desa tanjung tari sangatlah membekas baginya.


"Aku tahu kamu mencari sosok hantu bisu bukan?"


Mendengar hal itu langkah kaki Tazkia langsung terhenti.


"Gue tidak pernah mencari sosok hantu apapun, lagi pula tentang hantu bisu gue saja baru mendengarnya." ucap Tazkia dengan acuh.


"Makhluk merayap yang kamu cari itu bisu! semua hantu di sini memanggilnya hantu bisu."


Mendengar hal itu sontak Tazkia kembali menghentikan langkahnya lagi, karena memang sebenarnya ia memang sedang penasaran dengan sosok hantu tersebut.


"Aku tahu kamu pasti mencarinya."


Ucap hantu itu dengan tersenyum lebar seakan tahu bahwa tebakannya benar.


"Apa yang kamu minta dari ku sebagai imbalannya?" tanya Tazkia secara langsung dan to the point karena ia yakin semua sosok yang mendekatinya hanya memanfaatkannya, tidak ada yang benar benar tulus.


"Jadikan aku teman mu!"


Mendengar hal itu sontak membuat Tazkia terkejut dan langsung berpikir, apakah sosok ini sekarang sedang mengerjainya saja?


"Jangan aneh aneh penjaga ku sangat galak, kalau kamu bisa meluluhkannya silahkan saja aku tidak akan menolaknya." ucap Tazkia kemudian.


"Setuju"


Setelah mengatakan hal tersebut sosok itu lantas menghilang lenyap begitu saja tanpa pamit dan mengatakan hal lain, membuat Tazkia berpikir bahwa sosok itu takut mungkin kali ya? jadi sosok tersebut langsung menghilang.


**


Tazkia masuk kembali ke perpustakaan dengan membawa beberapa cemilan dan minuman dingin, jangan heran kenapa Tazkia membawa masuk makanan tersebut, di perpustakaan ini siapa saja boleh membawa makanan ringan dan juga minuman, hanya saja untuk makanan berat tidak di ijinkan di makan di dalam hanya beberapa cemilan dan snack yang diperbolehkan untuk di bawa masuk.

__ADS_1


"Lama banget sih Ki? udah laper nih." ucap Aditya sambil langsung menyerobot snack di kantong kresek yang sudah Tazkia letakkan di atas meja.


"Sorry, gue tadi masih ada urusan sebentar." ucap Tazkia berdalih.


"Urusan apa Ki?" tanya Sinta penasaran.


"Gak penting juga kok, kita lanjutin lagi saja katanya gak mau pulang malam." ucap Tazkia mengalihkan pembicaraan.


Mendengar hal itu sontak perhatian Sinta lantas teralihkan dan langsung kembali fokus dengan tugasnya. Tazkia menatap ke arah sekeliling mencoba mencari sosok yang mengikutinya dari tadi namun tidak ada di manapun.


"Mungkin dia takut kali ya, mangkanya langsung hilang gitu aja." ucap Tazkia dalam hati karena tidak melihat sosok itu di manapun lagi.


******


Sesuai prediksi Sinta tugas yang ia kerjakan selesai tepat pada pukul 11 malam, membuat Aditya bahkan sudah hilang dan terbang ke alam mimpinya. Dikarenakan jam operasi perpustakaan hanya sampai jam 8 malam, pada akhirnya keempatnya memutuskan untuk melanjutkannya di ruang kelas yang memang terbuka untuk para mahasiswa yang tengah lembur mengerjakan tugas. Entah sebuah kebetulan atau tidak malam itu kelas nampak kosong dan hanya diisi oleh mereka berempat saja, padahal biasanya mereka akan berebut tempat jika ingin menggunakan kelas ini, mungkin karena sudah tersiar kabar bahwa ada hantu merayap di kampus membuat beberapa mahasiswa enggan untuk mengerjakan deadline mereka di kampus.


"Apakah sudah selesai semua Sin?" tanya Tazkia kala melihat Sinta sudah mulai beberes bersiap untuk pulang.


"Santai aja, lagi pula kita sedang free jadi bisa nemenin lo." ucap Prasetia dengan tersenyum.


Setelah mengatakan hal itu Prasetia lantas bangkit dan mulai membangunkan Aditya yang tertidur pulas sedari tadi. Prasetia mulai menggoyang goyangkan bahu Aditya perlahan untuk membangunkannya.


"Hemm"


"Bangun Dit, kita mau pulang nih." ucap Prasetia sambil terus menggoyang bahu Aditya.


Mendengar seruan itu perlahan Aditya bangkit dan mengerjapkan matanya berulang kali mencoba mengumpulkan kesadarannya.


Setelah Aditya sudah benar benar sadar sepenuhnya mereka memutuskan untuk pulang, namun ketika keempatnya sampai di ambang pintu dan hendak pulang mendadak pintu ruangan tersebut menutup dengan sendirinya, membuat Prasetia, Tazkia, Sinta dan juga Aditya terkejut karena suara pintu tertutup yang cukup nyaring terdengar di pendengaran mereka.


"Yailah siapa sih yang iseng banget ngerjain kita? udah ngantuk banget nih!" gerutu Aditya kala melihat pintu ruangan mendadak tertutup tanpa sebab.


"Ada sesuatu yang aneh, tapi apa itu gue tidak tahu." batin Tazkia.

__ADS_1


"Dia datang! dia datang!"


Suara bisikan itu begitu samar namun Tazkia masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Tazkia mengedarkan pandangannya ke seluruh arah mencoba mencari tahu apakah bisikan tersebut benar atau memang hanya halusinasinya saja, sampai kemudian lampu ruang kelas menjadi mati dan hidup berulang kali membuat Prasetia, Sinta dan juga Aditya kebingungan tentang apa yang sedang terjadi.


"Apa pihak kampus belum bayar listrik ya?" celetuk Aditya.


"Sepertinya bukan deh Dit!" ucap Tazkia kemudian kala ia melihat sosok merayap di atap kelas.


"Jangan nakut nakutin lo Ki." imbuh Sinta karena jika Tazkia sudah mengatakan hal itu berarti pasti ada sesuatu.


"Pintunya gak bisa di buka!" ucap Prasetia kemudian.


Tazkia yang memang sedang penasaran dengan sosok itu lantas mulai menatap secara intens ke arah sosok tersebut.


Akhhhh


Hanya suara itu yang terdengar oleh pendengaran Tazkia, suaranya terdengar tidak jelas, mungkin lebih mirip seperti suara orang yang ngorok ketika tidur. Tazkia yang penasaran akan apa yang di ucapkan oleh sosok itu mulai menajamkan pendengarannya, namun tetap saja tidak terdengar membuat Tazkia gemas dan sedikit kesal.


"Tidak ada cara lain." ucap Tazkia kemudian yang membuat ketiga temannya lantas menoleh ke arahnya.


"Apa maksud lo Ki? jangan aneh aneh deh." ucap Aditya memperingati sementara yang lainnya hanya menatap bingung ke arah Tazkia.


Tazkia tak menjawab pertanyaan Aditya barusan dan langsung melangkah maju ke depan, membuat ketiganya semakin bingung dengan apa yang akan Tazkia lakukan.


"Kamu bisa menceritakan semuanya, tak perlu takut." ucap Tazkia kemudian dengan nada yang lembut.


Mendengar hal itu tentu saja membuat ketiganya seketika merinding. Sedangkan lampu yang tadinya hidup dan mati mendadak langsung pecah dan padam seketika begitu pula dengan beberapa kaca jendela, membuat ketiganya langsung menunduk sambil melindungi kepala masing masing karena takut terkena serpihan lampu yang melayang berhamburan.


Sementara Tazkia tepat setelah lampu ruangan itu padam ia merasa seperti sosok tersebut tampak melompat dan langsung masuk ke dalam tubuhnya.


Telinganya bahkan berdenging tepat setelah makhluk itu melompat ke arahnya, disertai dengan hawa panas yang mulai masuk perlahan ke dalam tubuhnya membuat pandangannya mulai menggelap.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2