Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Cekikan itu nyata? ~ Lukisan berdarah #3


__ADS_3

Pagi harinya Tazkia terbangun dengan tubuh yang remuk redam seperti telah dihempas kan dari lantai yang cukup tinggi, tidak hanya itu bekas cekikan di lehernya begitu terasa nyata dan panas membuat Tazkia bertanya tanya apakah semalam nyata?


" Aw kenapa rasanya sakit sekali? bukankah semalam hanya mimpi bagaimana bisa hal itu terasa sangat nyata dan menyakitkan seperti ini?" ucap Tazkia sambil bangkit berdiri dan menuju cermin rias miliknya untuk melihat area lehernya.


Tazkia lantas terkejut kala melihat pada bagian lehernya terdapat luka memar merah seperti bekas cekikan tangan seseorang namun bedanya dengan jari jari tangan yang lebih panjang dan runcing.


" Oh astaga, jadi yang semalam benar benar nyata? gila, benar benar nyata?" ucap Tazkia dengan tidak percaya sambil terus mendekatkan area lehernya ke cermin takut kejadian semalam dan tanda lebam di lehernya hanyalah halusinasinya saja.


Ketika Tazkia sedang sibuk melihat luka lebam di lehernya tiba tiba saja ia di kejutkan dengan notifikasi ponselnya yang tiba tiba saja bergetar dan mengagetkannya.


" Astaga ku kira apaan." ucap Tazkia kemudian mengambil ponselnya di atas nakas dan mulai membukanya.


" Geis kumpul di apartment sekarang yuk kui, kita barbeque.an mumpung weekend." ketik Aditya.


" Oke gue otw 15 menit lagi sambil bawa tenderloin." balas Sinta.


" Oke otw." balas Prasetia.


" Gue juga otw bentar lagi." balas Kia.


" Ok, sudah diputuskan jangan lupa untuk membawa beberapa cemilan karena bisa di pastikan kita akan berpesta sampai pagi." ketik Aditya.


" Oke" ucap Tazkia.


" Kebetulan sekali si kampret ngajak kumpul, ada beberapa hal yang harus gue bahas dengan mereka." ucap Tazkia kemudian berlalu pergi ke kamar mandi.


***********


Tazkia lantas melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju ke apartment milik Aditya, sebelum ke sana Tazkia menyempatkan diri untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli bahan bahan barbeque.an.


Setelah berkeliling supermarket dan mengambil beberapa daging dan juga seafood, Tazkia melajukan mobilnya kembali menuju ke apartment Aditya.


Setelah beberapa menit menempuh jalanan ibu kota, Tazkia sampai juga di basement apartment Aditya.

__ADS_1


Tazkia memarkirkan mobilnya tepat di sisi yang tidak jauh dari lift, kebetulan saat itu suasana sedang sepi hingga membuat bulu kuduk Tazkia berdiri.


Perlahan Tazkia melepas sabuk pengamannya bergegas untuk turun dari mobil namun tiba tiba.


Brukkkkkkk


Suara benda jatuh di atas mobilnya lantas mengejutkan Tazkia yang tengah berada di dalam, Tazkia yang berpikir bahwa barusan adalah gempa lantas langsung bergegas untuk keluar dari mobilnya namun naas ketika Tazkia hendak keluar dari mobil pintu mobilnya mendadak terkunci membuat Tazkia tidak bisa berkutik dan keluar dari mobil.


Lampu basement mulai ber kelip kelip mati hidup mati hidup membuat jantung Tazkia seakan berpacu berdebar dengan kencang.


Tazkia terus menatap ke arah sekeliling mencari tahu apa yang yang tengah terjadi sebenarnya namun tetap saja tidak Kia ketahui alasannya.


" Pasti ada sesuatu yang tidak beres, pasti ada yang tidak beres." ucap Tazkia pada diri sendiri.


Saat Tazkia sedang di landa kebingungan tiba tiba saja terdengar bisikan lembut di telinganya yang menyuruh Tazkia untuk lari sekarang juga, tepat setelah bisikan tersebut terdengar pintu mobil tiba tiba saja terbuka dengan sendirinya.


Tazkia yang melihat ada kesempatan lantas langsung bergegas keluar dari mobil, tak lupa dengan tetap menenteng belanjaan di kiri dan kanannya, ya bukan Tazkia namanya kalau hanya kabur sendiri tanpa membawa perbekalan.


Tepat saat Tazkia berhasil keluar dari mobil terdengar suara teriakan yang sangat nyaring dan memekakkan telinga hingga membuat beberapa kaca mobil serta kaca pintu gedung pecah secara mendadak.


Tazkia yang terkejut akan suara teriakan tersebut lantas langsung menunduk berusaha untuk melindungi dirinya dari beberapa serpihan kaca yang berterbangan dari semua sisi.


" Jangan panik jangan panik jangan panik, elo bahkan pernah menghadapi yang lebih menakutkan dari ini, ayo Kia lo pasti bisa." ucap Kia sambil masih terus menunduk.


" Ki Kia Ki." teriak seseorang yang lantas membuat Tazkia yang sedang menunduk menjadi kebingungan.


" Lo eh ni suara kayaknya gue kenal." ucap Tazkia sambil tetap dengan posisi yang sama.


" Ki lo kenapa?" ucap seseorang lagi.


Yakin bahwa suara barusan adalah suara teman temannya Tazkia lantas dengan perlahan mulai membuka matanya kemudian mendongak ke atas, saat matanya terbuka dengan sempurna Tazkia melihat dirinya sudah dikerubungi oleh ketiga sahabatnya.


" Ada apa sih ki?" tanya Prasetia lagi.

__ADS_1


Tazkia lantas langsung terduduk lega setelah mengetahui bahwa mereka benar benar sahabatnya.


" Kenapa kalian masih tanya, apa kalian tidak lihat beberapa kaca mobil yang berserakan?" ucap Tazkia dengan nada yang lega seperti bebannya baru saja terangkat.


Mendengar ucapan Tazkia lantas membuat Prasetia, Sinta dan Aditya saling pandang satu sama lain karena tidak mengerti maksud dari ucapan Tazkia sama sekali.


" Lo halu ya ki." ucap Aditya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tazkia.


Tazkia yang mendengar ledekan Aditya lantas tidak terima kemudian bangkit dan menunjukkan keadaan sekitar namun yang terjadi malah.


" Apa lo tidak lihat seluruh kaca mobil di sini itu pecah loh." ucap Tazkia setengah berteriak karena kesal namun saat ia menunjuk dan menatap sekelilingnya di sana sama sekali tidak ada pecahan kaca bahkan bisa di katakan bersih tanpa noda sedikitpun.


Tazkia yang melihat hal itu lantas terdiam mematung akan apa yang baru saja terjadi dan menimpanya.


Melihat Tazkia yang kebingungan Prasetia kemudian melangkah mendekat ke arah Tazkia dan mengajaknya untuk segera naik ke apartment.


" Udah langsung naik aja yuk ki." ucap Prasetia sambil menarik tangan Tazkia untuk mengikuti langkahnya.


" Hei tunggu napa, terus semua belanjaan ini siapa yang bawa nih?" ucap Aditya yang kesulitan membawa belanjaan Sinta juga Pras dan masih ketambahan belanjaan milik Tazkia hingga membuat seluruh tangan Aditya penuh dengan kantung belanjaan.


" Bawa aja sendiri, lo kan tuan rumahnya." ucap Sinta dengan acuh sambil terus melangkah meninggalkan Aditya.


" Wih bujung buset kalian bertiga ya wei bantuin napa." teriak Aditya memanggil ketiga temannya namun hanya di balas juluran lidah oleh Sinta.


" Sin kampret lo ya." teriak Aditya lagi.


Pada akhirnya mau tidak mau Aditya membawa semua belanjaan ketiganya sendirian naik ke apartemennya.


Ketika Aditya tengah sibuk akan belanjaan yang memenuhi tangannya tiba tiba suara lembut yang membangunkan bulu kuduk Aditya terdengar lirih menyapanya.


" Aditttttttt mau aku bantu hihihihihi."


Mendengar suara itu bulu kuduk Aditya langsung meremang.

__ADS_1


" Waduh pakai acara di jawab lagi, gak deh makasih aku bisa angkat sendi...ri." ucap Aditya sambil menahan rasa merinding yang membuat dirinya ingin pipis di celana.


Bersambung


__ADS_2