
Waluyo yang melihat hal itu lantas menatap Tazkia dengan tatapan tajam karena ia sungguh tahu apa yang baru saja dilakukan Tazkia padanya.
" Apa sungguh menyenangkan melihat kehidupan seseorang seperti itu?" ucap Waluyo dengan nada dingin yang langsung membuat semua orang terkejut.
Mendengar ucapan Waluyo lantas membuat Prasetia, Sinta dan juga Tazkia terdiam seribu bahasa.
" Baiklah karena kau sudah melihat segalanya jadi aku tidak perlu beralasan dan menutupi apapun di sini." ucap Waluyo dengan nada datar sambil melihat ke arah Prasetia, Sinta dan juga Tazkia secara bergantian.
Mendengar hal itu lagi lagi ketiganya di buat bingung oleh ucapan Waluyo, awalnya mereka mengira Waluyo akan marah kepada mereka, karena apa yang baru saja di lihat Tazkia adalah sebuah privasi Waluyo namun nyatanya tidak seperti itu.
" Teman mu sedang dalam bahaya sekarang!" ucap Waluyo.
" Maksud bapak?" tanya Prasetia tidak mengerti.
" Lukisan itu berisi roh kekasih ku yang meninggal secara tidak wajar, aku akui memang aku salah karena melakukan ritual pemanggilan arwah tapi terlepas dari itu semua, alasannya karena aku sangat mencintainya dan aku tidak rela jika dia pergi begitu saja." ucap Waluyo dengan nada sendu.
" Lalu apa hubungannya dengan Adit pak?" tanya Sinta dengan penasaran.
" Masalahnya asisten ku keliru memberi lukisan milikku untuk pemenang kuis tersebut, gadis di lukisan itu selalu datang di mimpi ku dan mengajakku pergi bersamanya, aku takut jika Aditya terlena dia akan mengikuti gadis itu karena aku melihat lukisan itu kosong saat ini, dan itu berarti dia telah masuk ke dalam mimpi Aditya." ucap Waluyo menjelaskan segalanya yang langsung membuat syok ketiganya.
" Pantas saja Aditya susah di bangunkan sedari tadi." ucap Prasetia yang langsung membuat Waluyo, Sinta dan juga Tazkia menatap ke arahnya.
" Apa? kenapa kamu tidak mengatakannya sedari tadi?" ucap Waluyo yang lantas membuat Prasetia tersentak mendengarnya.
" Saya kira tadi Adit hanya sedang mengantuk pak." ucap Prasetia menjelaskan.
" Bawa aku ke sana sekarang, aku akan melihat keadaan Aditya." ucap Waluyo sambil bangkit berdiri.
Prasetia kemudian ikut bangkit dan mengantar Waluyo untuk menuju kamar Aditya.
" Ki apa lo percaya pada pak Waluyo?" ucap Sinta setelah kepergian Waluyo dan Prasetia.
" Sejauh ini apa yang dia katakan dengan apa yang aku lihat memiliki kecocokan, namun untuk apa tujuannya aku sungguh benar benar tidak tahu." ucap Tazkia sambil bangkit berdiri hendak menyusul Prasetia dan Waluyo.
" Lalu kita harus bagaimana sekarang?" tanya Sinta yang juga ikut bangkit dan berjalan di dekat Tazkia.
__ADS_1
" Kita ikuti saja dulu permainannya." ucap Tazkia.
Prasetia lantas membuka perlahan pintu kamar Aditya dan mempersilahkan Waluyo untuk masuk ke dalam diikuti oleh Sinta dan juga Tazkia di belakangnya.
Di dalam kamar tersebut nampak Aditya tengah terlelap dengan damai seperti layaknya seseorang yang tengah tidur.
Waluyo lantas mendekat ke arah Aditya dan menggelengkan kepalanya perlahan yang lantas membuat Prasetia, Sinta dan juga Tazkia kebingungan akan arti dari gelengan kepala Waluyo.
" Kita tidak bisa membiarkan Aditya terus seperti ini, aku akan menyusulnya kamu! ikutlah dengan ku." ucap Waluyo sambil menunjuk ke arah Tazkia.
" Saya? bagaimana saya menyusulnya?" ucap Tazkia kebingungan.
" Bukankah kau pernah menyelamatkannya sekali kemarin?" ucap Waluyo.
" Jadi itu sungguh nyata?" ucap Tazkia terkejut karena ia mengira bahwa kemarin hanyalah sebuah mimpi buruk.
" Jadi kau masih belum menyadarinya? kau berbeda dan kelebihan itu bisa berguna untuk menyelamatkan temanmu saat ini." ucap Waluyo.
" Lalu caranya?" tanya Tazkia.
" Apa anda yakin pak?" tanya Tazkia yang masih tak percaya dan dibalas anggukan oleh Waluyo.
" Kita ikuti saja ki, berbaringlah aku akan menjagamu di sini." ucap Prasetia menenangkan Tazkia yang nampak gelisah dan juga khawatir.
" Benar yang di katakan Pras, tenanglah kami akan menjagamu dan Aditya di sini." ucap Sinta.
Mendengar ucapan kedua sahabatnya lantas membuat Kia mengangguk dan melangkah mendekat ke arah ranjang dan berbaring di samping Aditya.
Perlahan Tazkia mulai memejamkan matanya dan mencoba fokus seperti apa yang dijelaskan oleh Waluyo tadi.
Cukup lama Tazkia mencoba untuk fokus sampai beberapa menit kemudian seluruh pandangan Tazkia menjadi gelap, Tazkia lantas kebingungan mencari jalan dan meraba ke segala arah mencoba menemukan obor untuk penerangan atau jalan keluar dan juga semacamnya.
********
Sementara itu setelah menatap cukup lama ke arah Tazkia, Waluyo kemudian lantas mengambil duduk bersila di bawah dan bersiap menyusul Tazkia dan juga Aditya.
__ADS_1
" Kalian berdua jaga tubuh kami di sini, jika diantara kami bertiga terlihat seperti tidak tenang dan gelisah segera cari cara apapun untuk membangunkan kami, apa kalian mengerti?" ucap Waluyo.
" Kami mengerti pak." ucap Prasetia dan juga Sinta secara bersamaan.
Setelah mengucapkan hal tersebut Waluyo lantas memulai meditasi nya.
*******
Kembali pada Tazkia yang tengah berputar putar mencari jalan keluar di sana, Tazkia benar benar merasa frustasi karena tak kunjung menemukan jalan keluar.
" Pak, anda di mana pak? pak." teriak Tazkia dengan frustasi.
Cukup lama Tazkia berteriak memanggil nama semua orang namun tak kunjung mendapatkan jawaban, sampai kemudian ada tangan seseorang menariknya dengan keras sambil menutup mulut Tazkia.
Tazkia yang ketakutan lantas memberontak dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman seseorang di belakangnya.
" Tenanglah jangan berisik, apa kau mau memberitahu seluruh penunggu sini bahwa kau berbeda dari mereka." bisik seseorang di belakang Tazkia yang tak lain adalah Waluyo.
Tazkia yang mendengar suara itu lantas langsung mengangguk perlahan.
" Diam lah, berusaha untuk setenang mungkin dan jangan berisik." ucap Waluyo sambil melepas tangannya dari Tazkia.
" Bapak dari mana saja? saya mencari bapak sedari tadi?" ucap Tazkia setengah berbisik agar tidak menimbulkan suara gaduh.
" Ssstttt jangan berisik, apa kau tidak merasakan ada banyak pasang mata sedang memantau kita." ucap Waluyo setengah berbisik sambil mengeluarkan sebuah lentera yang entah berasal dari mana datangnya.
" Lalu kita harus bagaimana pak?" tanya Tazkia sambil menatap ke arah Waluyo yang tengah memegangi lentera dengan cahaya yang redup.
" Kita harus mencari Aditya, satu hal yang perlu kau ingat di sini, apapun yang kau lihat nanti jangan sampai mengeluarkan kegaduhan atau mereka akan menangkap mu dan tidak membiarkan jiwa mu kembali." ucap Waluyo memperingatkan Tazkia.
Tazkia yang mendengar penjelasan tersebut lantas memantapkan hatinya untuk mengangguk tanda mengerti.
" Aku pasti bisa, derajat manusia lebih tinggi dari pada mereka, jangan takut Kia, kamu pasti bisa membawa Aditya dengan selamat." ucap Tazkia dalam hati mencoba meyakinkan dirinya sendiri sebelum memulai segalanya.
Bersambung
__ADS_1