Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Penemuan mayat seperti tengkorak ~ Cermin bertuah #7


__ADS_3

"Kamu gak papa kan?" tanya Sinta.


Mendengar suara Sinta, Tazkia langsung mendongak dan menatap ke arah Sinta, namun tepat ketika manik mata mereka bertemu Tazkia seperti melihat sekelebat sinar dari manik mata Sinta yang berubah menjadi berwarna merah namun detik berikutnya kembali berwarna normal.


"Siapa lo?"


"Ini aku Sinta, kamu kenapa sih Ki?" ucap Sinta sambil memegang pundak Tazkia dengan memasang raut wajah yang khawatir.


Bukannya merasa tenang Tazkia malah semakin khawatir masalahnya ketika tangan Sinta menyentuh pundaknya terasa hawa panas mengalir dari tangan Tazkia, di tambah lagi wajah Sinta yang seperti pucat namun anehnya dia tidak apa apa, seakan akan seperti raganya sakit namun jiwanya baik baik saja, bukankah itu aneh?


Tazkia menepis tangan Sinta perlahan agar menyingkir dari pundaknya, kemudian berusaha bangkit perlahan.


"Sebaiknya kita tidur ini masih larut, jangan melakukan hal aneh aneh Sin." ucap Tazkia sambil melangkah menuju ranjang.


Sinta yang mendengar hal itu lantas menoleh dan menatap Tazkia dengan raut wajah yang tidak suka.


"Ayo Sin kita tidur sekarang!" ajak Sinta lagi namun kali ini dengan nada sedikit meninggi seakan tidak ingin di bantah.


Sinta hanya diam tanpa menyanggah lalu berjalan naik ke atas ranjang mengikuti Tazkia.


****


Sementara itu nasib jiwa Sinta yang terkurung di dalam cermin benar benar hampir menjadi gila, bagaimana tidak? penampakan demi penampakan serta suara suara terus ia dengar dan lihat, meski Sinta berada di dalam sebuah kaca tapi penampakan di depannya begitu jelas, rasanya seperti menaiki wahana kereta hantu namun kali ini lebih parah dan menyeramkan.


"Hiks hiks gue takut! lagian kenapa juga Tazkia menyimpan barang barang yang horor begitu huaaaaaa pengen balik dan kumpul bareng temen temen lagi... Adit tolong dit! Pras... siapapun tolong aku.. hiks hiks .." ucap Sinta dengan tangis sesenggukan.


***


Sementara itu Aditya yang memang tidak bisa tidur berniat untuk pergi ke dapur dan membuat susu atau sejenisnya yang mungkin bisa membuatnya mengantuk. Digoyangkan perlahan bahu Prasetia agar bangun dan menemaninya.


"Pras bangun temenin gue." ucap Aditya sambil mengguncang bahu Prasetia.


"Jangan ganggu gue... gue ngantuk pergi sono." ucap Prasetia sambil melempar bantal ke arah Aditya agar diam.

__ADS_1


"Sue lo, jadi gue sendiri nih?"


"Udah pergi sana, berisik lo..." ucap Prasetia dengan kesal.


Pada akhirnya Aditya pergi sendiri ke arah dapur, karena rasa parno akan kejadian kejadian sebelumnya Aditya selalu menoleh ke kanan dan ke kiri secara bergantian takut sesuatu yang tidak diinginkan muncul.


"Sepertinya aman nih, rumah Kia gak ada hantunya kan?" ucapnya pada diri sendiri.


Baru saja mengatakan hal itu samar samar Aditya mendengar seperti suara tangis dari kamar orang tua Tazkia, Aditya mencoba mempertajam pendengarannya karena ia yakin Aditya mengenali suara tangisan itu, Aditya menghampiri suara tangisan itu semakin dekat dan semakin dekat, ketika jarak antara dirinya dan suara tangisan itu hanya terpisahkan pintu, barulah Aditya ngeh kalau suara itu mirip dengan suara tangisan Sinta.


Aditya yang panik karena takut terjadi sesuatu dengan Sinta lantas menggedor gedor pintu tersebut berharap tidak terjadi apapun pada Sinta.


"Sin buka pintunya! Sin..... jangan bikin orang khawatir deh... Sin... Sinta!" ucap Aditya sambil menggedor pintu berulang kali. "Sialan ngapain sih lo di dalam Sin?" ucap Aditya setengah berteriak karena kesal tidak ada jawaban apapun dari Sinta.


Krekkkkk


Pintu kamar orang tua Tazkia perlahan terbuka dengan sendirinya, Aditya yang mengira itu Sinta lantas langsung mendorong pintu kamar dan masuk hendak mengomeli Sinta.


Aditya yang hanya mengira itu halusinasinya lantas berbalik hendak pergi dari sana, namun tepat ketika tubuhnya berbalik tiba tiba di pintu kamar Sinta tengah berdiri dengan wajah yang datar dan tidak terbaca.


"Astaga naga! bikin kaget lo." ucap Aditya yang terkejut karena kemunculan Sinta yang tiba tiba. "Lo ngapain ada di situ? gue kira tadi lo kenapa napa di dalam, karena denger tangisan lo." ucap Aditya.


"Aku baik baik saja."


"Ya sudah kalau begitu gue ke dapur dulu." ucap Aditya sambil melenggang pergi dari sana.


Setelah kepergian Aditya, Sinta melangkahkan kakinya mendekat ke arah peti tersebut lalu tersenyum sinis dengan manik mata yang berwarna merah.


"Teruslah menangis hingga suaramu serak, tidak akan ada yang menolong mu!" ucapnya sambil tertawa menatap ke arah peti yang tertutup itu.


Sementara itu tanpa Sinta sadari Prasetia sedari tadi memperhatikan semua gerak geriknya tanpa terlewat sedikitpun, niat awal Prasetia yang ingin menemani Aditya untuk membuat minuman hangat gagal karena Prasetia melihat Sinta dengan gelagat yang aneh berjalan ke arah kamar orang tua Tazkia.


"Dia bukan Sinta! gue yakin itu." ucap Prasetia kemudian melangkah pergi menyusul Aditya.

__ADS_1


****


Keesokan harinya.


Aditya dan juga Tazkia nampak sedang bersantai di halaman samping sambil menunggu Prasetia yan tengah membuat cemilan di dapur.


"Mana Sinta?" tanya Aditya.


"Ada di kamar."


"Lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama Sinta?" tanya Aditya.


"Ya, dan ini benar benar aneh! lo bayangin aja tengah malem dalam kondisi kamar yang gelap Sinta sisiran sambil bercermin malam malam, horor banget kan?" ucap Tazkia sambil mengingat ingat kejadian semalam.


"Gila, jadi bukan hanya gue yang mengalaminya, dan yang lebih anehnya lagi pas gue semalem mau ke dapur untuk bikin minuman hangat, gue jelas banget denger Sinta lagi nangis di kamar nyokap lo, tapi pas pintu dibuka gak ada Sinta di manapun, sedangkan pas gue balik tuh Sinta nongol depan pintu." ucap Aditya menjelaskan namun terpotong karena Prasetia yang tiba tiba nimbrung.


"Geis ada hal penting!" ucap Prasetia tiba tiba datang dari arah dalam.


"Loh mana cemilannya?" tanya Aditya.


"Cemilan mah gak penting, coba kalian lihat ini dulu." ucap Prasetia.


"Selamat siang, breaking news kali ini melaporkan langsung dari pusat kota, telah di temukan mayat yang menyerupai tengkorak tergeletak di gang sempit, menurut penuturan saksi mata mayat ini mereka temukan pagi hari ketika salah seorang warga hendak pergi memulung. Sementara ini polisi setempat masih menyelidiki kasus ini, namun beberapa pendapat para warga yang menemukan mayat itu mereka merasa sangatlah janggal, di mana mayat tersebut ditemukan dengan kondisi pakaian yang lengkap dan baru dengan aroma khas alkohol menguar di pakaian mereka namun dengan tubuh yang tinggal kulit dan tulang saja."


"Bukankah ini aneh?" tanya Prasetia setelah menge-pause vidio tersebut.


"Apanya yang aneh sih Pras? mungkin orang itu adalah orang jalanan yang kurus kering sehingga seperti tengkorak begitu." ucap Aditya.


"Ayolah Dit, orang awam juga tahu kali... banyak yang janggal pada mayat itu, iya kan Ki?"


"Lo benar Pras ada yang aneh dari mayat itu."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2