
Pada akhirnya ketiganya pulang kembali ke rumah sakit setelah menyelesaikan urusannya di kampung itu. Tazkia sungguh sangat bersyukur pada akhirnya Eko bisa naik ke atas tanpa ada lagi penyesalan yang menahannya.
Tazkia menatap ke arah Faris yang tengah fokus menyetir saat ini. Seulas senyum lantas terbit dari wajah cantik Tazkia ketika menyadari bahwa kekasihnya yang satu ini sangatlah cepat tanggap dalam segala hal.
"Ada apa?" tanya Faris kemudian ketika menyadari bahwa Tazkia menatapnya sedari tadi.
"Tidak ada, hanya sedang bersyukur bahwa aku di pertemukan dengan laki laki seperti mu." ucap Tazkia dengan senyum yang mengembang.
"Jangan terlalu memuji karena kamu akan membuat kepala ku besar nanti." ucap Faris dengan nada yang menggoda.
"Biar saja besar, biar sekalian meletus." ucap Tazkia sambil tertawa membuat Faris lantas langsung menatap tajam ke arahnya kemudian kembali fokus menatap jalanan. "Tapi btw nih ya, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku dalam bahaya?" ucap Tazkia kemudian ketika menyadari sesuatu yang sejak tadi ingin ia tanyakan kepada Faris.
"Entahlah aku hanya mendapatkan sebuah pertanda dan aku langsung menyusul mu." ucap Faris menjelaskan.
"Ini pasti perbuatan Icha" ucapnya dalam hati yang tentu saja tidak bisa di dengar oleh Faris yang berada di sebelahnya.
****
Sementara itu di dalam mobil milik Tazkia yang kini sedang di kendarai oleh Aditya. Aditya terlihat melajukan mobilnya dengan kesal mengikuti mobil Faris yang kini tengah berada di depannya. Yap setelah ketiganya menyelesaikan permasalahan yang ada di kampung tersebut, ketiganya memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Entah ini memang kebetulan atau malah nasib, sehingga mau tidak mau Aditya membawa mobil Tazkia sedangkan Tazkia ikut dengan mobil Faris.
"Bucin sih bucin tapi ya kali dunia jadi milik berdua, apes bener gue jadi nyamuk. Kapan gue dapat jodoh juga? gue kan juga mau di sayang sayang." gerutu Aditya sambil terus melajukan mobilnya menuju ke arah rumah sakit.
**
Rumah sakit
Perjalanan kali ini tidak memakan waktu yang lama karena mereka terbebas dari kemacetan. Sehingga perjalanan yang mereka tempuh kurang lebih hanya sekitar satu jaman. Faris memarkirkan mobil miliknya di parkiran depan dekat dengan lobi kemudian langsung turun diikuti dengan Tazkia di belakangnya.
"Gimana Dit aman perjalanannya?" tanya Faris ketika melihat Aditya juga baru turun dari mobil Tazkia.
__ADS_1
"Aman dok bahkan aman sekali karena saya hanya seorang diri." ucap Aditya dengan nada yang di buat buat membuat Faris lantas mengerutkan keningnya dengan bingung mendengar jawaban Aditya barusan, sedangkan Tazkia yang mendengar gerutuan Aditya lantas langsung tertawa kecil.
"Sudah biarkan saja dia, biasalah lagi pms." ucap Tazkia dengan nada menyindir yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aditya.
Ketiganya kemudian lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah rumah sakit, hanya saja dari kejauhan terlihat beberapa orang tengah berkerumun di sekitaran ambulans, membuat Tazkia, Aditya, dan juga Faris yang melihat hal tersebut lantas saling pandang satu sama lainnya.
"Ada apa?" tanya Aditya.
"Mana gue tahu, kita lihat saja ke sana." ucap Tazkia kemudian yang di balas anggukan oleh keduanya.
Ketiganya kemudian lantas melangkahkan kaki mereka mendekat ke arah kerumunan tersebut, ketika ketiganya sampai di sana terlihat beberapa petugas sedang menurunkan seorang pasien dari dalam mobil ambulans.
"Ada apa bu?" tanya Tazkia kemudian dengan penasaran kepada ibu ibu yang juga sedang berada di sana.
"Terjadi lagi dek, ambulans yang tiba tiba berhenti tanpa ada supirnya di sana." ucap ibu ibu tersebut.
Baik Tazkia, Faris dan juga Aditya yang mendengar hal itu lantas terkejut bukan main, masalahnya di sini adalah mereka baru saja menyelesaikan masalah dan membantu Eko naik, bagaimana bisa ambulans tersebut tetap saja mengantarkan pasien dengan sendirinya.
"Ini gak mungkin karena gue yakin yang melakukan itu kemarin adalah pak Eko." ucap Tazkia dengan bingung.
"Lalu perbuatan siapa ini?" tanya Faris yang juga ikut bingung melihat kejadian ini.
Sementara beberapa orang tengah mengerubungi ambulans tersebut dari kejauhan seseorang yang mengenakan pakaian perawat lantas berlarian dengan tergopoh gopoh mendekat ke arah mobil ambulans dan seperti mencari sesuatu di dalamnya.
"Cari apa Sur?" tanya Faris ketika melihat Surya tengah menatap bingung ke arah ambulans sambil ngos ngosan karena berlari barusan.
"Ini dok, saya lagi ngecek pasiennya apakah sudah di tangani atau belum, soalnya saya tadi sakit perut jadi langsung lari ke dalam kamar kecil buang hajat." ucap Surya yang lantas membuat semua orang menatap ke arahnya.
"Kamu yang bawa ambulans ini?" tanya Faris kemudian memastikan.
__ADS_1
"Iya dok" ucapnya lagi.
"Ealah dalah di kira sama seperti kemarin kemarin ternyata hanya gara gara kebelet rupanya, bubar bubar udah gak seru." ucap salah satu kerumunan, hingga kemudian perlahan beberapa orang mulai pergi dari ambulans tersebut.
"Ya sudah lain kali kalau kamu kebelet lagi telpon dokter jaga atau perawat yang bertugas agar tidak kejadian seperti ini lagi." ucap Faris memberikan nasihat kepada Surya.
"Ia dok maafkan kelalaian saya." ucapnya lagi merasa bersalah kemudian melenggang pergi dari sana untuk memarkirkan mobil ambulans di tempatnya.
Aditya dan Tazkia menatap kepergian mobil ambulans tersebut hingga menghilang dari pandangan mereka.
"Ku kira ada makhluk lain selain pak Eko, eh gak tahunya hanya gara gara boker doang, absurd banget dah." ucap Aditya sambil geleng geleng kepala.
"Yang jelas semua sudah berakhir dan gue sangat bersyukur akan hal itu." ucap Tazkia dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh kedua laki laki di sebelahnya itu.
Faris yang mendengar ucapan Tazkia barusan, lantas langsung memeluk Tazkia kemudian mengecup puncak kepalanya.
"Kamu sudah berhasil Ki harusnya kamu tersenyum bukan malah berwajah sendu seperti itu, bukankah pacar ku ini sungguh keren?" ucap Faris sambil mengelus pelan pipi milik Tazkia setelah melepas pelukannya tersebut.
"Benarkah? kalau begitu apakah kamu mau memberikan reward untuk ku karena berhasil memecahkan kasus di tempat kerja mu." ucap Tazkia dengan nada menggoda Faris.
"Oh ya? lalu harus ku berikan apa sebagai imbalannya?" ucap Faris kemudian membuat Tazkia lantas tersipu malu di buatnya.
Sedangkan Aditya yang masih ada di sana menatap tak percaya ke arah keduanya yang kini tengah asyik berduaan tanpa memperdulikan dirinya yang masih berada di sana. Aditya kemudian lantas menepuk pelan bahu Tazkia dan juga Faris, membuat dua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu menoleh ke arah Aditya.
"Permisi pak dokter dan calon ibu dokter, bisakah kalian untuk lebih peka terhadap saya yang jomblo ini?" ucap Aditya dengan nada yang menyindir ke arah keduanya.
"Oh masih ada orang rupanya di sini." ucap Tazkia berpura pura seakan tidak tahu, membuat Aditya lantas langsung melotot tajam ke arahnya.
"Bukan orang tapi nyamuk!" ucap Aditya kemudian dengan kesal sambil melenggang pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung