Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Bisa mengubah segalanya ~ Desa tanjung tari #19


__ADS_3

Kembali ke Prasetia, Sinta dan juga Aditya yang sedang mencari bantuan sebelum mereka sampai tepat ketika acara ritual berlangsung.


" Pak tolong kami, teman kami di culik pak! kami butuh bantuan." ucap Prasetia dengan nada yang memohon.


Bapak tersebut melihat ke arah Prasetia, Sinta dan juga Aditya secara bergantian dan memastikan bahwa yang di depannya benar benar manusia.


" Sebaiknya kalian kembali ke rumah saja, besok pagi baru kita cari teman mu." ucap bapak bapak tersebut sambil hendak menutup pintu namun di tahan oleh Aditya.


" Kita tidak bisa menunggu pak, teman kita dalam bahaya." ucap Prasetia lagi.


" Menunggu lebih baik dari pada nanti terjadi musibah, apa kalian tidak mendengar bunyi gamelan itu? sudah cukup beberapa warga yang hilang kemarin, jika kita terus memaksa maka akan semakin banyak korban! sebaiknya kalian pulang." ucap bapak itu kemudian menutup pintunya secara paksa.


" Tapi pak ... pak ... buka pintunya pak ..." ucap Prasetia dan juga Aditya dengan terus menggedor pintu rumah bapak itu.


" Ini tidak bisa geis, kita harus mencari jalan lain." ucap Sinta kemudian.


" Benar benar sialan!" teriak Aditya dengan kesal.


Ketiganya nampak diam termenung memikirkan solusi dari masalah mereka dengan raut wajah yang gelisah karena takut tidak sempat menolong Tazkia.


Disaat ketiganya sedang berpikir dan tidak kunjung menjumpai jalan keluar, dari arah yang cukup jauh samar samar Prasetia seperti melihat sebuah cahaya datang semakin dekat menuju ke arah mereka. Prasetia mencoba menajamkan pandangannya mencoba melihat cahaya apa itu, ketika jarak semakin dekat Prasetia dan yang lainnya lantas tersenyum bahagia karena cahaya yang mereka lihat berasal dari lampu sepeda motor milik mbah Harjo. Ketiganya lantas mulai bangkit dan berlari menuju ke arah mbah Harjo kemudian mencoba menghentikan laju motornya.


" Kenapa kalian ada di luar? apa kalian tidak mendengar suara seruan untuk tidur sebelum tengah malam?" ucap mbah Harjo dengan nada yang seperti marah kepada ketiganya.


" Sudahlah pak mungkin mereka ada alasan tersendiri, kita dengarkan dulu ya?" ucap Sumi mencoba menenangkan suaminya.


" Baiklah ada apa?" tanya mbah Harjo kemudian sedikit melunak.


" Tolong kami pak, Kia di culik." ucap Prasetia kemudian.


" Yang benar kamu, apa kamu punya buktinya? bisa saja mungkin teman mu sedang keluar." tanya mbah Harjo berharap Tazkia hilang bukan karena mendengar suara gamelan itu.


Prasetia kemudian mengeluarkan ponsel genggamnya dan menunjukkan vidio Tazkia ketika di bawa oleh Doni dan juga Aldo.

__ADS_1


Harjo menatap dengan serius ke arah ponsel memperhatikan setiap detil vidio tersebut.


" Bukankah itu teman mu? kalian sedang mempermainkan mbah ya?" ucap Harjo dengan kesal sambil menunjuk Aldo dan juga Doni di vidio tersebut.


" Anda benar mbah, kami juga baru tahu kalau teman kami adalah pengikut aliran sesat yang diketuai langsung oleh pak Roman putra mbah." ucap Prasetia dengan ragu ragu takut mbah Harjo tersinggung.


" Jangan meracau kalian Roman sedang merantau, ada hak apa kalian menuduh putra ku?" ucap mbah Harjo dengan nada kesal.


Melihat Harjo marah tentu saja membuat nyali ketiganya semakin menciut, namun mereka masih berusaha untuk tetap tenang menyikapinya.


" Lihatlah beberapa gambar dan vidio ini mbah, jika mbah masih belum percaya juga mbah bisa ikut kami ke dalam hutan untuk menyaksikannya secara langsung." ucap Prasetia dengan nada yang lembut.


Harjo yang emosi lantas merebut kasar ponsel milik Prasetia kemudian menonton satu persatu vidio yang terdapat di sana dan juga beberapa foto yang memperlihatkan Roman sedang melakukan ritual. Wajah Harjo dan Sumi berubah menjadi raut wajah yang kesal namun penuh dengan rasa kecewa terhadap sikap anaknya, Harjo dan Sumi benar benar tidak habis pikir ternyata dalang dari menghilangnya gadis gadis di desa selama ini adalah ulah Roman.


" Untung saja Doni dan Tazkia sudah memberikan beberapa vidio dan foto, jadi kita punya bukti autentik." ucap Aditya dalam hati sambil menatap perubahan ekspresi demi ekspresi wajah mbah Harjo.


" Benar benar keterlaluan anak itu! ayo kita ke sana sekarang dan selamatkan teman mu, kita ajak juga beberapa warga desa untuk membantu." ucap Harjo kemudian.


" Ibu sebaiknya pulang, Roman kali ini benar benar keterlaluan bapak harus segera menghentikannya sebelum terlambat." ucap Harjo kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Sumi diikuti oleh Prasetia, Sinta dan juga Aditya di belakangnya.


" Hati hati ya pak." ucap Sumi sambil melepas kepergian suaminya.


*******


Kembali kepada Tazkia.


" Lepaskan gadis itu man! ini sudah kelewatan." teriak suara tersebut yang ternyata adalah mbah Harjo.


Roman yang mendengar suara itu lantas mulai menatap ke arah sumber suara namun tidak langsung melepaskan Tazkia begitu saja.


" Abah!" ucap Roman yang cukup terkejut karena melihat Harjo dan juga beberapa penduduk desa tampak datang mendekat.


Sementara sekelompok pengikut Roman langsung melipir dan berdiri di samping pinggir Roman siap menunggu perintah dari Roman.

__ADS_1


" Pulang lah bah, jangan campuri urusan Roman." ucap Roman sambil tetap memegang Tazkia agar tidak bisa kabur darinya.


" Kita hajar saja mbah, anak mbah sudah mendirikan aliran sesat." ucap salah satu warga yang nampak mulai tersulut emosi.


" Lepaskan gadis itu man, kita selesaikan baik baik dan tanggung jawabkan perbuatan mu." ucap Harjo mencoba untuk berdiskusi dengan anaknya.


" Tidak akan bah, Roman nyaman dengan apa yang Roman lakukan, lagi pula dengan kelompok ini Roman bisa mengubah segalanya dengan lebih mudah termasuk dengan Utari." ucap Roman dengan bangga.


Mendengar hal itu tentu saja Harjo terkejut dibuatnya.


" Apa yang kau perbuat terhadap Utari?" ucap Harjo dengan kesal.


" Segalanya bah hahahaha." ucap Roman tanpa rasa bersalah sama sekali dengan tawa yang menggema membuat Harjo langsung mendadak geram mendengar jawaban yang keluar dari mulut Roman.


Disaat ketegangan mulai tercipta di sana, tiba tiba saja suara hantaman keras terdengar dari belakang di susul dengan limbung nya Roman hingga jatuh ke tanah.


" Don bawa Kia pergi dari sini sekarang!" teriak Prasetia yang ternyata dialah orang yang memukul Roman dari belakang ketika ia lengah.


" Ayo kita maju! habiskan aliran sesat itu!" teriak salah satu warga yang langsung disusul dengan warga lainnya yang bergerak maju.


Sementara itu Doni yang mendapat perintah dari Prasetia tentu saja langsung menarik tangan Tazkia agar pergi menjauh dari sana secepat mungkin.


" Berhenti Don, serahkan dia sama gue lalu kita pulang kembali ke Jakarta bersama." ucap Aldo mencoba merayu Doni agar menyerahkan Tazkia padanya.


Doni nampak ragu mendengar ucapan Aldo barusan, ditatapnya Tazkia cukup lama sambil berusaha menimbang keputusan mana yang harus ia pilih sekarang.


" Ayo Don kita mulai semuanya dari awal lagi hem ..." ucap Aldo lagi tidak ingin menyianyiakan kesempatan karena melihat Doni yang nampak ragu ragu mengambil keputusan sambil terus melangkah mendekat ke arah keduanya.


" Jangan Don ini jebakan." ucap Tazkia lirih namun masih bisa di dengar oleh Doni.


" Gue ...."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2