Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda
Sofa ~ Mengapa aku dilahirkan #5


__ADS_3

Apartment Sinta


Ting tong ting tong


Suara bel pintu terdengar nyaring di telinga Tazkia yang kini sedang sibuk mengotak atik layar ponselnya hendak menghubungi Prasetia dan juga Aditya.


Tazkia yang penasaran dengan siapa tamu yang datang berkunjung di apartment Sinta, lantas langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu depan.


"Lo ada di sini Ki?" pekik Aditya ketika melihat Tazkia yang membukakan pintu untuk mereka berdua, membuat Tazkia sedikit berjingkat ketika mendengar suara cempreng milik Aditya.


"Ceritanya panjang, yang terpenting gue bersyukur karena kalian berdua ada di sini sekarang." ucap Tazkia kemudian yang lantas membuat Prasetia dan Aditya lantas saling pandang satu sama lain.


"Maksud lo Ki?" tanya Aditya dengan penasaran.


"Udah masuk aja dulu dan lihat di dalam ada apa!" perintah Tazkia sambil membuka pintu apartment dengan lebar membiarkan Aditya dan juga Prasetia masuk ke dalam.


Baru saja keduanya masuk, baik Aditya dan juga Prasetia di buat terkejut dengan tingkah laku Sinta yang aneh, benar benar terlihat seperti bukan Sinta sama sekali. Ketika keduanya masuk ke dalam Sinta terlihat sedang asyik berlari ke sana kemari dengan tawa bahagia menyertai dirinya, berkali kali Sinta terlihat jatuh dan bangun, namun sama sekali tak menyurutkan niatnya untuk terus berlari dan memanjat dinding apartemennya.


"Itu Sin...ta?" ucap Aditya sambil menatap melongo ke arah atas ketika melihat Sinta nempel layaknya tokek di sana.


"Bagaimana bisa?" tanya Prasetia yang juga ikut terkejut melihat kelakuan Sinta.


"Gue juga gak tahu awalnya gimana, hanya saja Sinta saat ini tengah kerasukan sosok hantu anak kecil mangkanya jadi begitu."ucap Tazkia sambil menunjuk ke arah Sinta.


"Terus kita harus gimana sekarang?" tanya Aditya dengan bingung.


"Yang penting kalian berdua pegangin Sinta aja dulu biar yang lainnya gue yang urus." ucap Tazkia kemudian.


Mendengar hal itu baik Aditya dan juga Prasetia lantas langsung mengangguk tanda mengerti. Sesuai dengan instruksi dari Tazkia barusan bahwa yang di lakukan keduanya cukup memegangi Sinta saja. Namun sayangnya tanpa keduanya sadari, baik Aditya maupun Prasetia sama sekali tidak tahu selincah apa Sinta saat ini hingga mengharuskan keduanya berlari ke sana kemari mengejar Sinta tanpa henti.

__ADS_1


"AYO KEMARI TANGKAP AKU! Ye BERMAIN KEJAR TANGKAP AKU SUKA... AKU SUKA..." teriak Sinta dengan riangnya membuat ketiganya lantas menatap ke arahnya dengan tatapan yang tidak percaya.


"Buset tuh bocah mantan atlit lari atau gimana? gesit amat larinya!" gerutu Aditya yang kewalahan berusaha menangkap Sinta.


"Dit lo jaga sebelah sana biar gue yang sebelah sini!" teriak Prasetia yang lantas langsung membuat Aditya bergerak mengikuti instruksi Prasetia hendak mengepung Sinta.


Prasetia memasang kuda kuda dan mencegat Sinta di bagian kanan, sedangkan Aditya di bagian kiri. Keduanya lantas tersenyum ketika melihat Sinta tidak bisa lagi berkutik ke manapun.


"Sudah menyerah lah kita main yang lainnya." ucap Aditya dengan tersenyum menyeringai.


Sinta yang melihat dirinya terkepung lantas tertawa karena menganggap permainannya begitu seru dan mengasikkan. Sampai kemudian tepat ketika Aditya dan Prasetia mulai melangkah mendekat ke arah di mana Sinta berada, tanpa di duga duga Sinta malah tiarap dan lewat begitu saja pada celah yang ada di atara kedua kaki Prasetia.


Prasetia dan juga Aditya yang terkejut dengan gerakan tiba tiba Sinta lantas tidak bisa menghentikan langkah keduanya dan malah berakhir dengan benturan yang terjadi antara tubuh Prasetia dan juga Aditya, membuat keduanya oleng dan terjatuh ke lantai.


HAHAHAHA....


"Kau sudah tidak bisa lagi kabur! sudah saatnya kamu keluar dari tubuh Sinta." ucap Tazkia kemudian yang berhasil menangkap Sinta yang tengah lengah menertawakan Aditya dan juga Prasetia yang sedang terjatuh karena ulahnya.


"Kalian berdua cepatlah ke sini pegangin Sinta!" perintah Tazkia yang melihat Aditya dan Prasetia masih rebahan di bawah.


Keduanya yang mendengar teriakan Tazkia lantas langsung bangkit dan mendekat ke arah Sinta dan juga Tazkia.


"Bandel amat sih nih bocah, benar benar minta di gibeng!" ucap Aditya dengan kesal.


"Pegang yang benar Dit!" ucap Prasetia dengan kesal karena yang sedari tadi Aditya lakukan hanya menggerutu saja.


"Ini juga udah di pegangin kok!" balas Aditya tak kalah kesal.


"Kalian berdua diam lah, kenapa kalian suka sekali ribut sih?" ucap Tazkia tak kalah kesal yang langsung membuat Prasetia juga Aditya diam seketika.

__ADS_1


Setelah memastikan keduanya diam dan tidak lagi berdebat, dengan perlahan Tazkia mulai memegang tangan Sinta dan memijat pangkal ibu jari Sinta sambil membaca doa. Jika menurut buku yang di berikan oleh ibunya tata caranya sih seperti itu, hanya saja terlepas dari manjur atau tidaknya Tazkia masih ingin membuktikannya kali ini.


"AAAAAA KAKAK SAKIT... SAKIT!" teriak Sinta tiba tiba ketika Tazkia menekan pangkal ibu jari tangan milik Sinta, membuat Tazkia lantas tersenyum karena cara ini ternyata manjur.


"Katakan kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanya Tazkia kemudian yang sedari tadi pagi sudah di buat penasaran dengan asal muasal sosok hantu anak kecil tersebut.


"AKU TIDAK TAU AKU HANYA MENGIKUTI TEMPAT KU!" ucap Sinta lagi masih dengan meringis.


"Tempat apa yang kau bicarakan?" tanya Aditya kemudian yang juga penasaran.


Sinta yang mendengar pertanyaan Aditya lantas hanya terdiam dan menggeleng dengan keras, membuat Tazkia yang melihat hal itu lantas beralih ke kaki Sinta dan mulai memijat ibu jari kakinya.


"AAAAAA SAKIT SAKIT SAKIT!" teriak Sinta lagi merintih kesakitan, jika di dengar dari teriakan Sinta sepertinya pijatan di area kaki lebih menyakitkan di banding dengan area ibu jari tangannya tadi.


"Katakan sekarang atau aku akan memijatnya lagi." ucap Tazkia dengan nada yang mengancam membuat sinta lantas langsung ketakutan sambil terus menggeleng pelan.


"JANGAN! TEMPAT... TEMPAT ITU ADALAH SOFA YANG KAKAK INI BELI BEBERAPA HARI YANG LALU!" ucap Sinta lagi yang lantas membuat ketiganya saling pandang satu sama lainnya ketika mendengar ucapan Sinta barusan.


Tazkia yang tidak ingin lagi bermain dengan sosok anak kecil tersebut, lantas kembali memijat ibu jari kaki Sinta cukup keras sambil memanjatkan doa dan berusaha menyadarkan Sinta.


Aaaaaaaaa


Teriak Sinta tiba tiba tepat setelah Tazkia melakukan pijatan terakhirnya yang kemudian berakhir dengan pingsannya Sinta.


"Apakah Sinta sudah kembali normal Ki?" tanya Prasetia kemudian.


"Sepertinya sudah, sebentar lagi dia pasti akan siuman." ucap Tazkia sambil bangkit berdiri hendak melenggang pergi dari sana.


"Mau kemana lo Ki?" tanya Aditya dengan penasaran yang lantas menghentikan langkah kaki Tazkia.

__ADS_1


"Mau ngecek sofa yang sosok anak kecil itu katakan barusan, gue yakin sofa itu ada di sekitaran sini." ucap Tazkia.


Bersambung


__ADS_2